Series
42375
INDONESIA
Terlihat seorang pemuda kacak yang sedang melangkah masuk ke area bangunan pencakar langit.Kesegakannya buat para pekerja wanita disana seakan tercium aura kewibawaannya sebagai seorang anak tunggal pemilik gedung tersebut.Namun, tiada seorang pun lagi tahu dia adalah pengganti kepada CEO pemilik Wirajaya Group.
"Perkenalkan, ini anak saya, Adam Arjuna.Kalian tau kan, anak saya yang akan gantikan tempat saya sebentar saja lagi? Harap kalian banyak membantunya dalam segala urusan apa pun diperusahaan ini." Ucap sang CEO yang sebentar lagi akan bersara dari perusahaannya sendiri.
"Saya Adam Arjuna." Hanya itu yang terucap dimulutnya Adam.Sayang sekali ketampanan sempurna sekali. Tapi kelihatannya, dari raut wajahnya dia seorang yang panas baran, dingin malah bengis dan mungkin saja angkuh.
Para karyawan yang melihat Adam pada hari pertama kemasukannya dikantor sudah membuat kesimpulan kalau Adam akan menyulitkan mereka dalam pekerjaan mereka masing-masing.
Selesai sesi perkenalan ringkas Adam dan para karyawan perusahaan tersebut, Adam pun mulai menapak menuju ke ruang pejabat yang sedang menantikan kedatangannya untuk duduk megah sebagai CEO baru Wirajaya Group.
"Selamat siang pak." Sapa secretary muda mantan pembantunya ayah dari Adam sendiri.Sayang sekali sapaan itu tak mendapat balasan dari Adam.
'Huh, sombong banget ya.' Umpat secretary tersebut dalam hatinya.
"Hei..panggil OB kesini sekarang juga! Apa ruangan CEO memang berantakan begini ya? Apa lagi debunya tebal segini?" Benar-benar Adam tak suka yang namanya debu atau habuk, berantakan pula buatnya pusing saja.
"Hei kau ! Namamu siapa?" Tanya Adam pada secretary mantan ayahnya itu.
"Saya Aurora Pak." Jawab sang empunya badan yang ditanya oleh Adam.
"Cepatan panggil OB sekarang.Bersihkan tempat ini?" Suara Adam mulai meninggi. Dan itu buat Aurora mula takut pada majikannya yang terkesan galak itu.
"I..ya Pak." Aurora terus berlari menuju ke lantai bawah untuk mencari ketua OB.
"Bu Rita, OB kepercayaanmu mana? Gawat. Pak CEO lagi sedang marah. Pak CEO nyuruh bersihin ruangannya segera.Cepatan ya Bu?"
Dengan nafas tercungap-cungap Aurora menyampaikan perintah dari Adam, sang majikan yang taunya cuma marah saja menurut Aurora.
"Iya. Lho pergi sana aja, gue akan suruh OB nyusul sebentar lagi." Sahut Bu Rita pada Aurora.
"Okey Bu. Cepatan ya?" Ucap Aurora lalu segera meninggalkan tempat itu.
Bu Rita kuga beranjak dari tempat ruangannya sendiri untuk mencari keberadaannya Arin, Seorang OB kepercayaannya juga OB kesayangannya kerana kinerja Arin yang selalu buat Bu Rita berpuas hati.
"Mbak Arin, cepatan pergi ke ruangannya CEO sekarang. Dia lagi sedang mood tak baik. Bersihin semua ruangannya." Perintah Bu Rita pada Arin.
"Baik Bu.Saya pamit sekarang ya Bu?"
Dengan senang hati Arin pun bergegas pergi menuju ke lantai atas bersama alat-alat pembersihan khas yang sudah tersedia.
"Tok Tok Tok" Arin mengetuk pintu bilik ruangan CEO yang kini telah rasmi jadi milik Adam. Kerana tiada sahutan dari arah dalam, Arin terus masuk tanpa ada izin lagi kerana takut dimarah teruk oleh Adam.
"Hoii !! Siapa yang izin nyuruh masuk? Dasar OB kurang sopan kamu ya?" Bentak Adam.
"Ma..af Pak. Saya tidak tahu kalau bapak lagi ada didalam. Saya mau kesini mau bersihin ruangannya bapak." Arin gugup. Saat ini dirinya sedang ketakutan.Dia tidak menyangka kalau pengganti majikannya kini ternyata galak.
Adam bangkit dari duduknya. Dia menghampiri Arin yang mula menunduk kerana takut di apakan olah Adam.
"saya tidak suka pada orang yang sembunyikan wajahnya ketika saya sedang bicara?" Segera Arin mengangkat wajahnya setelah Adam berkata sedemikian.
Seketika pandangan Adam tertumpu pada paras wajah Arin.Kecantikan Arin mampu meredakan marahnya Adam yang meluap tadi.Benar-benar Adam terpana pada asli cantiknya pada wajah wanita yang sedang berdiri kaku dihadapannya saat ini.
'Sial ! Apa aku akan gila sebentar lagi? Kenapa juga ada OB yang cantik kayak dia sih?!" Batinnya Adam.
Sebenarnya, Adam adalah seorang pemuda yang pantang nampak wanita cantik.Ketika dia masih diluar negara, ada beberapa wanita cantik yang sempat jadi kekasih sementaranya. Kerana dia tidak suka pada wanita yang berparas cantik tapi tak punya sopan santun.Bak kata cuma cantik hanya pada luarannya sahaja tapi tidak pada dalamannya.
Share this novel