16_Pergi ke Mansion utama

Drama Series 42375

Adam masuk ke kondominium miliknya tanpa ada rasa takutnya.Ya sungguh pun kondominium itu sejatinya
adalah Adam sendiri pemiliknya namun Arin sudah melarangnya untuk tidak masuk sesuka hati.Arin tidak selesa dan tidak biasa berduaan dengan lelaki walau
Adam itu telah pun jadi pasangan kekasihnya.

"Adam..bukankah sudah ku bilang melarangmu selalu
ke sini? Apa kau kurang kerjaan sampai tiap hari harus ke sini aja..uh !" Kata Arin menatap sebal pada Adam.

"Yang bilang namanya sedang jatuh cinta..ya pasti saja rasa rindu itu selalu mengheretku ke sini..lagian ini rumah milikku.Siapa sih yang bisa melarang?" Santai
sungguh Adam berujar.

"Aku yang larang? Menurutmu gimana? Apa pantas anak gadis kayak aku sering berduaan dengan cowok
yang dipanggil kekasih? Aku sih penasaran sama kamu,
atau kau punya rencana lain supaya kita cepat - cepat
menikah?" Adam melototi Arin yang berkata sedap mulutnya saja.Disamping itu juga, Adam bahagia kalau ucapan Arin tadi benar terjadi tanpa direncanakan.

Adam tersengih mendengar ucapan Arin itu.
"Udah deh Arin, nggak usah banyak omong kamu.Aku
ke sini ada tujuan sebenarnya.Bersiaplah sekarang.
Ibu menyuruh kita ke mansion utama.." Serius Adam.

"Hah ? Tapi kenapa mendadak ya?" Tanya Arin berasa hairan.Sedangkan baru dua hari lepas mereka berkunjung ke mansion tersebut.

"Ada yang mau dibingcang kata ibu.Dan mungkin makan malam sekalian kali." Sahutnya Adam.

"Adam.. ibumu sangat cantik ya ? Baik lagi. Boleh aku nanya nggak? Siapa nama ibumu?" Adam tersenyum manis.Dia sangat senang kalau Arin, kekasihnya itu punya niat ingin tahu tentang keluarganya.

"Laras Prasetyo." Kata Adam.Arin yang mendengar nama yang disebut oleh Adam itu bagaikan dirinya terpanah sambaran petir disiang hari.

'Nama itu..' Batinnya Arin.Belum pun ia fikirkan masalah tentang keluarganya, Kenapa pula timbul masalah dengan Adam.

"Adam.. Kamu lahir dibulan apa?" Tanya Arin basa - basi. Terbesit diotaknya untuk sangat ingin tahu.

"Aku ? Lahirnya bulan delapan. Emangnya tanya ada apa sih ?" Ucap Adam seraya jari telunjuk menunjuk ke arah hidungnya sendiri.

Ah ! Apakah ada kebetulan seperti ini yang mengguris perasaan ? Kenapa Arin merasakan takdir tidak berpihak padanya kali ini. Apapun jadi Arin terpaksa ketepikan dulu ada rasa berbaur yang sedang melanda hatinya. Demi untuk mencapai misinya.

"Dan kau sendiri Arin? Kau lahir dibulan apa ya?"
Arin terkejut sedikit. Apa tidak jika difikirannya ada yang membuntu sesuatu.Tapi dia sendiri belum dapat menyimpulnya tepat.

"Hah ! Aku juga dibulan delapan kok. Ertinya kita dibulan yang sama.. " Siapa sangka kalau sepasang kekasih tersebut punya usia yang sama malah lahir dibulan yang sama lagi.

"Bersiaplah segera. Kita akan berangkat sebentar lagi.
Dandan yang cantik dong sayang.. " Arin tak menyahut apa - apa atas kata - kata dari Adam itu. Yang ada dia malah berlalu pergi begitu saja meninggalkan Adam sendirian diruang tamu.

'Laras Prasetyo'
Lagi - lagi nama itu mengganggu difikirannya Arin. Siapa Adam pada wanita yang bernama Laras itu ?
Apakah wanita itu ibu kandungnya Adam ?

"Aku harus cari jalan unruk berfoto dengan ibu Laras.
Lalu menghantar foto tersebut pada Papa nanti.. Hanya Papa yang cam sangat wajah ibu.. "
Kata Arin dalam hatinya.

Wajah Laras sangat cantik dimata Arin. Tapi Arin tidak perasan kalau wajah itu ada mirip dengan wajahnya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience