22_Papa yang cool

Drama Series 42375

Arin mengemasi barang - barang bawaannya. Hari ini dia akan balik ke Malaysia, negara asalnya. Nasib baiklah Adam tiada dikota ini sekarang. Adam mengejut ke Bandung bersama Aurora, secretary nya kerana ada urusan penting bersama klien. Dan Arin mengambil keputusan untuk pergi tanpa izin dari Adam. Arin tahu, meminta izin dari Adam untuknya kembali ke negara kelahirannya adalah sangat mustahil. Jadi Arin putuskan pergi saja senyap - senyap.

Pulang ke Malaysia kerana punya tujuan penting. Ya , dia akan berterus - terang pada ayahnya tentang Adam dan dirinya. Mungkin dia akan menerima lamaran Adam. Tapi bagaimana pula dengan neneknya ?

'Aku tidak tahu apa harus terus - terang pada Papa tentang ibu yang sudah punya suami lain ? Ah ! Ini akan buat keadaan Papa tambah buruk. Aduh ! Pusing.. '
Gumamnya Arin pada diri - sendiri.

Kediaman ayahnya Arin di Malaysia.

"Pa.. aku sangat merindukanmu... " Kata Arin seraya mendorong kerusi roda menuju ke balkon atas.

"Papa juga sangat rindukan kau puteriku.. Apa kau sihat dan baik - baik saja ? Pasti ada sesuatu.. Ceritakan pada Papa.. asal jangan pada nenekmu.. "
Arin tersenyum bahagia. Bangga punya seorang ayah pengertian seperti ayahnya. Bagi Arin, ayahnya adalah segalanya bagi dirinya.

"Papa sendiri bagaimana ? Aku tengok Papa seperti ada kemajuan. Dulu sebelum aku ke Indonesia, badan Papa ada kurus sedikit. Aku tengok sekarang ni Papa dah berisi. Hati Papa pasti senang ?" Ayahnya Arin tersenyum. Memang suasana hatinya selalu baik. Keterpurukannya sudah beransur kurang. Dalam hatinya sering berharap, jika Arin akan membawa berita baik.

"Arin... Whatever news you bring from the other side, Papa akan terima dengan hati yang terbuka.. apa pun itu, Papa sudah siap.. "

"Tapi Pa, jika belum ada khabar apa pun ?" Arin bergurau sementara ayahnya tahu sangat tentang sikap anaknya.

"Pahit ke apanya.. itu kan kebiasaan pada hidup seorang insan. Katakan saja Arin ? Papa tidak apa - apa.. "

"Pa.. ini soal Arin Pa.. Aku minta maaf sebelum menjelaskan semuanya.. Pa.. " Arin menarik nafas panjang. Cuba menenangkan hatinya sendiri.

"Pa.. aku di Indonesia telah bertemu dengan cinta sejatiku. Adam Arjuna, seorang CEO muda. Dia sudah melamarku Pa didepan keluarganya. Tapi aku menolaknya. Aku memang mencintainya Pa.. but.. he
raped me when I rejected his proposal.. " Arin menutup mata saat mengatakannya.

"Oh ! Masalah apa sekarang ? Ya, Papa boleh saja jadi walimu asalkan dia sanggup tanggung jawab semuanya. Tidak sulit bukan ?" Arin melotot tak percaya. Begitu terbukakah sikap sang ayah yang tahu
anaknya telah diperkosa ?

"Pa.. Apa nenek lupa kalau nenek sangat anti warga dari seberang ? Silap hari bulan.. nenek akan membunuh Adam. " Ayahnya Arin terkekeh. Lucu sangat pada tingkah puterinya.

"Sembunyikan saja pernikahan itu dari nenekmu ?"
Arin menghela nafas dalam.

"Papa, lambat laun pasti nenek akan tahu jugak. Dan ada satu hal lagi yang aku nak cakap pada Papa. Tapi Papa kena tarik nafas dalam - dalam dulu. Aku takut Papa tak terkawal nanti.. " Papa Arin diam sejenak. Ada apa dengan anaknya ini yang terkesan aneh ?

"Pa.. Adam itu anak tirinya Ibu Laras.. Tu lah yang susah sikit nak explained ni.. Pa.. " Luruh airmata Papa Fahri, ayahnya Arin.

"Ja..di ibumu sudah menikah ? Ini semua gara - gara nenekmu.. " Arin memeluk ayahnya dengan erat.

"Papa.. jangan sedih ya ! Cuba bangkit dari terpuruk. Papa punya peluang untuk kembali sembuh. Tapi Papa yang memilih jadi begini. Pa.. bagaimana jika aku terima saja lamaran Adam dan nikah secara senyap. Aku akan cuba membawa ibu ke sini melalui Adam.
Cuma kena elak dari pengetahuan dari nenek.. "
Sungguh idea itu boleh diguna pakai. Apakah Arin akan mengorbankan dirinya sendiri demi satu misi ?

Papa Fahri terdiam. Ucapan dari sang anak semua ada benarnya. Mungkin sudah tiba masanya diri untuk bangkit masa bodohnya selama ini.

"Ya.. kau benar Arin. Papa akan kuatkan semangat mulai sekarang. Apapun yang kau lakukan, Papa akan mendukungmu.. " Kata Papa Fahri seraya mengusap airmatanya yang sempat jatuh tadi.

"Argh ! Bodoh ! Kau kemana Arin ? Kau buatku gila sendirian disini.. "

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience