Series
42375
'Sial ! Apa aku akan gila sebentar lagi? Kenapa juga ada OB yang cantik kayak dia sih?!" Batinnya Adam.
Sebenarnya, Adam adalah seorang pemuda yang pantang nampak wanita cantik.Ketika dia masih diluar negara, ada beberapa wanita cantik yang sempat jadi kekasih sementaranya. Kerana dia tidak suka pada wanita yang berparas cantik tapi tak punya sopan santun. Bak kata cuma cantik hanya pada luarannya sahaja tapi tidak pada dalamannya.
"Bapak mau ngapain?" Kata Arin. Dia jadi takut kerana jarak mereka terlalu dekat sehinggakan nafas keduanya sama-sama terasa hembusannya.
"Mau ngapain? Mau bilang sama kamu, bersihkan tempat ini sekarang juga!!" Ucap Adam dengan nada suaranya yang lunak terdengar.
"Lho Pak, nggak usah marah-marah kalau nyuruh. Saya khawatir bapak akan cepat tua kalau ngomong aja marah kayak gini.Jangan galak amat sih Pak?" Tanpa menoleh pada Adam, Arin meneruskan pekerjaannya membersihkan ruangan tersebut.
"Woi ! Nggak ada hormatnya kamu pada atasan kamu ya? Apa kau sudah bosan jadi OB diperusahaan ini? Pergi saja kalau sudah bosan. Atau mau saya pecat?"
Arin menghentikan kegiatannya.Dia menoleh ke arah majikan yang baru sahaja merendahkan harga dirinya.
"Pak, bapak tidak bercanda kan memecat saya? Barusan tadi sangat jelas saya mendengarnya.Nggak apa-apa kok Pak. Mungkin bukan rezeki saya bertahan lama kerja disini.Okey deh! Saya terima pemecatan bapak ke saya dengan senang hati." Arin mengemas semula peralatan yang ia bawa tadi. Kemudiannya meninggalkan serta merta ruangan tersebut.
"Okey Pak, saya pamit ya Pak." Izin Arin pada Adam dengan hati yang sakit kerana dirinya yang direndahkan tadi oleh Adam.
'Uhh..Lebih baik terima aja lamaran Pak Satya daripada berdepan dengan majikan yang kayak gini sama pekerjanya.Dia ingat cuma dia aja satu-satunya bos yang ada di muka bumi? Percuma aja punya bos galak kayak dia..'
Gumam Arin dengan kata-kata umpatannya ditujukan buat Adam.Namun gerutuan Arin itu masih terdengar jelas didaun telinga Adam.
"Berhenti ! Kau ingat saya tidak dengar? Kau sedang mengumpat kan? Baguslah ! Lebih baik kau menikah daripada terus bekerja diperusahaan ini? Bikin repot aja..Oh ya! Jangan lupa hantar kartu undangan buat saya juga bila kau naik pelamin nanti?" Arin benar-benar kesal pada ucapan Adam.Dia mendengus kesal.
'Benar-benar menyebalkan.' Kata Arin dalam hatinya. Arin meninggalkan ruangan Adam. Dalam hatinya dia sudah nekad untuk berhenti dari perusahaan tersebut.
"Bu Rita..saya minta maaf.Saya sudah mengundurkan diri dari perusahaan ini.Saya telah melakukan kesalahan dalam etika kerja Bu.Saya tidak sopan pada CEO baru itu.Dan Pak CEO juga telah memecat saya." Ucapan dari Arin itu buat Bu Rita tak habis fikir. Apa benar yang dikatakan oleh Arin itu?
"Arin masa sih kamu dipecat? Yang benar aja?"
Tanya Bu Rita tidak percaya pada ucapan Arin itu.
"Nggak apa-apa kok Bu..Mungkin sudah tertulis
kalau waktu saya berkhidmat diperusahaan ini cuma setakat disini saja.Saya pergi dulu ya Bu.." Izin Arin pada Bu Rita yang selalu baik padanya.
"Kamu hati-hati dijalan ya? Hubungi saja kalau perlukan bantuan? Jangan sungkan sama ibu?'
Ucap Bu Rita pada Arin.
"Iya Bu. Terima kasih atas kebaikanmu Bu. Akan selalu saya ingat." Kata Arin tulus pada Bu Rita.
Arin pun mula melangkah beranjak meninggalkan kawasan itu. Jangan ditanya pada hatinya? Dia sangat marah, sakit hati dan benci pada CEO baru tersebut.
Share this novel