Series
42375
"A.. dam.. Apa yang kau cuba lakukan ? Jangan macam - macam ya ?" Arin gugup menghadapi sikap Adam yang tiba - tiba berubah itu.
"Apa ? Kenapa kau sangat takut padaku ? Aku nggak mungkin akan memakanmu ?" Kata Adam. Dia semakin mendekatkan tubuhanya pada Arin sehiggakan bersentuhan. Ada getaran yang terasa dikeduanya
"Menjauhlah Adam.. jangan begini ya.. nggak takut khilaf ya ? Khilag bikin nyesal lho Dam.. " Arin cuba memberanikan dirinya.
"Khilaf ? Kalau bagiku sih khilafnya yang melakukan hubungan seperti sepasang suami isteri itu ? Ya.. itu bagus dong ! Biar kita cepat nikah.. "
"Adam.. aku nggak bercanda kok.. Jangan macam - macam ya.. atau aku.. " Belum pun sempat Arin mengakhiri ucapannya, mulutnya sudah dibungkam oleh Adam. Walau ini bukan yang pertama kalinya Adam mencium bibirnya, tetap saja Arin tak menyukainya. Benar - benar Adam mulai menggila.
Apa tidaknya, tangan Adam sudah mulai turun kebawah. Meraba dipayudara milik Arin.
"Ah ! Cukup ! Ini sakit !" Adam menghentikan aksi kegilaannya sebentar lalu meneruskannya. Mendengar desahan Arin merintih sakit pada payudaranya, Adam jadi semangat untuk nak kan lebih dari itu.
Adam mengangkat tubuh mungil Arin naik ke lantas atas. Masuk dibilik tidur Arin tanpa persetujuan. Itu buat Arin takut dan mula gegabah.
"Adam.. Lepaskan aku ? Kau pasti sudah gila. " Arin tetap memohon pada Adam. Adam tak menghiraukan apa yang Arin katakan. Sepertinya Adam sudah hilang kewarasan. Apakah Adam akan melakukan itu ? Itu yang ada dibenaknya Arin.
Cukup lama Arin dan Adam bergelut. Sedaya upaya sudah Arin cuba ingin melepaskan dirinya dari dinodai oleh kekasihnya sendiri. Tapi.. bertahankah dirinya yang hanya seorang wanita yang tidak punya kekuatan untuk melawan tenaga seorang lelaki ?
"Adam please.. jangan lakukan ini.. " Arin tersedu dengan isakannya. Hampir tak percaya kalau Adam telah melakukan hal menjijikan ini. Apa lagi yang diharapkan oleh Arin, dia sudah tidak perawan lagi bila mana Adam mengambilnya secara paksa.
"Adam.. hentikan.. sakit.. " Walau Adam sudah menembusi milik Arin, dia masih belum puas melakukannya. Bukan sekali Adam sudah sampai kepuncaknya, malah berkali - kali. Dan sangat parahnya bagi Arin, Adam melepaskan cairannya ke dalam punya Arin. Sungguh Adam tak terkendali. Dia terlihat seperti seorang perogol dimatanya Arin.
"Adam.. mengapa lakukan ini ?" Tanya Arin selepas Adam terkulai lemas disamping Arin yang masih bertelanjang begitu juga sama Arin.
Sangat malang nasibnya Arin hari ini. Dengan rasa remuk yang masih dirasakan pada intinya, rasa hatinya sudah mula pudar untuk mencintai kekasihnya yang bangsat itu.
Share this novel