kak Siska yang sudah balik dari kamar mandi, hendak ke ruang rawat bila, kak siska melihat Rendi dan Amel yang ingin menuju ruang UGD, kak Siska pun menghampiri mengikutinya.
sampai nya mereka berempat di ruang UGD, ternyata kaka nya bila sudah tersadar.
"kaka" sahut bila sambil memeluk sang kakanya.
"nabila, wajah kamu kenapa" tanya sang kaka yang heran akan wajah nya bila.
"nanti aku ceritain, yang penting kaka sembuh aja dulu" ucap bila pada kakanya.
"oh iya kak, kenalin ini temen nabila, ini kakanya dan abang nya temen aku.
mereka bertiga pun menengok wajah satu sama lain secara bergantian, kemudian Amel, Rendi dan kak Siska memperkenalkan namanya kepada kakanya nabila.
sebab pengaruh dari kecelakaan, membuat kakanya nabila perduli pada nabila.
sebelumnya kakanya nabila memang bgtu benci terhadap adiknya sendiri, tapi sekarang bila begitu senang melihat kakanya yang telah menganggap nabila sebagai adiknya.
sekian lama bertahun-tahun semenjak kejadian ayah dan ibunya cerai kakanya nabila sangan membenci nabila.
"Novi" jawab kaka nabila memperkenalkan namanya, setelah Amel, rendi dan Siska memperkenalkan namanya.
"dek ibu mana" tanya Novi pada bila.
"dari kemarin ibu nyariin kamu terus, kamu kemana aja" tanyanya Novi lagi pada bila.
"yudh coba kamu telfon ibu, untuk ke rumah sakit" perintah Novi.
"tapi aku gak bawa HP kak" jawab bila.
"kalau gk pake HP aku aja nih untuk menghubungi Ibu kalian" sahut salsa dengan memberikan sebuah HP di tanganya untuk menawarkan.
"tapi kak, aku.. " balas Novi.
sebelum Novi melanjutkan ucapanya, sontak Rendi merebut HP Siska dari tanganya lalu, berkata.
"udah gak apa-apa, jangan sungkan sebutin nomor ibu kaka" perintah Rendi.
kemudian Novi menyebutkan nomor ibunya, Rendi pun mengetik nomor tersebut di HP kak Siska.
setelah di di ketik, kemudian Rendi segera menghubungi ibunya nabila.
TELEFON TERSAMBUNG
"halo bu" ucap Novi.
"Novi kamu dimana nak"
"bisa gak ibu ke rumah sakit sekarang, nanti Novi ceritain semuanya, yudh yah nanti Novi kirim alamatnya pake nomor ini".
telefon pun telah di matikan oleh Novi, padahal ibunya belum sempat balas ucapanya.
***
sampailah ibu nya Novi di rumah sakit lalu jalan menuju ruangan yang sudah di kasih tau oleh Novi sekaligus memberitahu alamat rumah sakitnya.
dengan cepat ibu Novi bergegas ke ruangan UGD, akhirnya sampai juga ibu Novi di ruang UGD.
suara pintu terdengar oleh mereka yang berada di ruangan tersebut, sontak mereka pun melihat siapa yang ingin masik ke ruanganya.
ibu Novi kaget di ruangan itu banyak orang bahkan tidak ia kenali siapa mereka sebenarnya, begitu pun ibu Novi yang kaget melihat putri bungsunya yang wajah nya pada biru-biru.
"kalian pada kenapa" tanya ibu Novi pada kedua anaknya.
"nanti aku ceritain bu" balas Novi.
"terus kalian berdua pada kenapa wajah nya pada biru" bertanya pada bila dan Amel yang di lihat ibu Novi wajahnya kedua anak tersebut pada biru-biru.
"masalah ini beda dengan kak Novi tante, nanti masalah aku sama bila, aku yang ceritain" jawab Amel dengan begitu hati-hati agar tidak salah bicara.
"tante saya izin untuk keluar sebentar mau bicara sama adik saya".
Siska pun meminta izin untuk keluar sebentar pada ibu nabila, karna ada yang ingin di bicarakan kepada Rendi.
" yuk de, keluar sebentar "ajak kak Siska pada Rendi.
Siska dan Rendi pun keluar ruangan, kemudian Siska memulai pembicaraan.
" dek, kalau semisal nanti ibunya bila minta di jelaskan masalah Amel dan bila, kamu diem-diem aja yah, jangan gegabah kamu tahan emosi" pesan Siska pada Rendi untuk menjaga-jaga dengan sikap Rendi supaya tidak di pandang buruk di hadapan orang lain, apalagi kak Siska belum kenal kepada keluarganya nabila.
Rendi pun membalas dengan anggukan tanda mengerti akan dampaknya nanti, begitu pun mengerti akan sikapnya sendiri.
Rendi dan Siska pun kembali memasuki ruangan lagi, sekiranya obrolan mereka sudah selesai.
***
waktu sudah pukul 22:00 , begitu lamanya mereka mendengar cerita masalah Amel dan bila, sampai-sampai mereka tidak sadar kalau hati sudah sangat malam.
Siska melihat jam yang ada di HP nya ternyata waktu sudah larut malam, dengan beraninya Siska meminta izin kepada ibunya nabila untuk segera pulang.
"maaf tante kami bertiga pamit pulang dulu yah, karna udah jam 11 malem" ucap Siska dengan tersenyum.
"ohh yudh, sebelumnya Terima kasih yah karna kalian dah bantu anak tante"
"Sama-sama tante"
mereka bertiga pun keluar ruangan menuju parkiran dan melaju ke rumah.
sedangkan di ruangan itu masih terdapat 2 orang perempuan dan ibunya.
"kenapa kamu gak ngasih tau ibu nak" tanya ibu nabila pada nabila.
"aku takut ibu sama kaka marah kalau aku begini" jawab bila dengan bertindak akan kesalahanya pada ibu dan kakanya.
"lain kali kalau kamu kenapa-kenapa beri tahu ibu ya" ucap ibu nabila dengan mengelus rambut nabila.
"baik bu"
"yudh sekarang kita tidur waktu dah malem"
"baik bu" jawab kedua anaknya tersebut.
mereka pun tidur.
***
di tempat Siska, Amel dan Rendi berada mereka masih berada dalam mobil, yang sedang di jalan mau arah pulang.
"kak, bang Rendi kok belum ada kabar yah katanya mau pulang" tanya Rendi pada kakanya.
"kan baru besok abang bilangnya mau pulang" jawab Siska.
"ohh iya iya "
"motor kamu dimana dek" tanya balik Siska pada Rendi.
"masih di rumah makan kak, yang tadi siang aku ceritain tuh" jawab Rendi.
"ohh gitu emang gak ilang"
"Rendi udah pesan sama orang yang ada di rumah makan kak"
"yudh deh kalo gtu".
Seketika Rendi menoleh ke bangku belakang yang melihat adik bungsunya sudah tertidur pulas, mungkin cape, lagi pula perjalan arah pulang pun masih cukup jauh.
"kak, lucu juga yah Amel kalo lagi tidur"tutur Rendi karna baru pertama kalinya liat amel tertidur.
" makanya kamu jangan galak-galak sama dia, sama adik sendiri udah kaya sama dukun bentak-bentak nya"jawab Siska.
"abisnya aku kesel kak, sampai gak ke kontrol" sahut Rendi.
"walaupun gak ke kontrol kamu bisa kan nahan emosi kamu, terus juga kan ada temanya Amel, kalo sampai temanya Amel trauma mengetahui keluarga kita egois, dia gak mau ke rumah kita lagi gimana, kasian amelnya juga gak ada temen buat dia ajak ke rumah, karna kaka liat-liat adik kamu deket banget sama temenya, bahkan sampai temenya di ancam sama temen kelasnya pun Amel belain sampai babak belur begitu"panjang lebar Siska ngomong sama Rendi, akan tetapi tiba-tiba, suara ngorok pun terdengar di kuping Siska.
ngok, ngok, ngok
"eh buseh gwa mah ngomong panjang kali lebar sama dengan sisi, dia malah tidur tanpa berdosa" tutur Siska melirik Rendi yang sedang ngorok.
sekitar 1 jam setengah dalam perjalanan mereka pun sampai di rumah juga.
Siska segera membuka pintu gerbang, memasuki mobilnya ke garansi dan menutup pintu gerbang kembali, di lanjut membangun kan kedua adik nya itu.
"dek, dek, bangun kita dah sampai nih" ucap Siska pada kedua adiknya dengan menggerakkan tubuhnya secara bergantian.
kemudian mereka berdua pun bangun, lalu turun dari mobil, dan jalan memasuki rumah.
Share this novel