"yudh yah abang matikan dulu telefon nya, soalnya abang mau bergegas kerja lagi, besok abang pulang sama Riska, nanti abang kabarin kalau sudah sampai bandara" ucap bang andi.
"siap bang" jawab serempak ke empat adiknya.
"oh iya satu lagi, untuk kamu Rendi, abang gak mau lagi liat kamu bentak-bentak sama adik mu, apalagi sama Siska itu kakak mu, kepada adek bungsu abang dan temanya, jangan kasih tau masalahnya apapun itu dalam keadaan mendesak, tunggu abang sampai rumah baru kit bereskan semua masalahnya, paham"pesan andi pada semuanya.
"baik bang"
"kaka kamu mana Siska" tanya andi pada Rendi.
"iya apa bang, aku ada kok"
"jaga adik mu Baik-baik yah, kalo Rendi bentak-bentak Amel sama kamu lagi hajar aja, udah abang suruh gak apa-apa" perintah andi dengan penuh ketegasan.
sedangkan Siska hanya ketawa kecil melihat Rendi yang sedang di kasih pencerahan rohani sama andi.
"kenapa sih lu kak, ketawa-ketawa, gak ada yang lucu" tutur Rendi kesal, karna merasa di ledekin sama kakanya sendiri.
Rendi pun meninggalkan tempat tersebut menuju balkon rumah untuk menenangkan pikiran dan jiwa.
"yudh yah abang matiin"
"ok bang"
tutt, suara panggilan telah selesai.
"udah tenang aja bang Rendi gak bakal bentak kamu lagi kok sayang" ucap kak siska pada Amel yang memeluknya hingga erat, karna di liat-liat Amel masih tidak bisa berenti dari kesedihanya itu.
begitu pun bila memeluk Amel dan berucap, "maafin aku yah Mel, kak Siska karna bila keluarga kamu sama kska berantem"
"gak apa-apa kok dek, ini bukan salah mu yakan dek Amel" ucap kak Siska memeluk keduanya seperti, sang kaka yang memiliki kedua adek kembar.
di jawab dengan anggukan Amel.
"yudh sekarang kita makan dulu yuk" ajak kak siska keduanya.
"yudh yuk kak"
mereka pun berjalan ke meja makan, pukul pada jam 11 siang, yah sedari pagi mulai jam 6 kurang, mereka hanya bercekcok tanpa sadar kalo mereka belom sarapan, jadinya sarapan + makan siang deh.
"kalian tunggu di sini dulu yah, kaka mau ke atas sekalian ngajak bang Rendi makan juga"
"ok kak"
Siska pun berjalan menuju atas, sampainya di atas Siska menghadap ke Rendi.
"dek, maafin kaka yah kalau adek merasa tersinggung, sekarang kita makan bareng yuk, sama dek Amel dan temanya" ajak Siska.
"iya aku maafin, tapi gwa gk pengen makan"
"kenapa" tanya Siska balik.
"gak lagi pengen aja".
" yudh kaka ke bawah dulu yah nemenin adek kamu makan, kamu kalo mau makan nyendok aja, udah kaka siapin semuanya di meja makan"
"iya"
Siska pun kembali turun ke bawah, sedangkan Rendi memastikan kakaknya sudah berada di dapur, karna Rendi ingin pergi Jauh-jauh dari rumah.
seketika sudah kak Siska sudah di dapur , rendi pun bergegas turun menuju garansi.
***
Di pendiaman rumah bila, terdapat seorang ibu yang sangat kebingungan, harus mencari kemana lagi untuk menemukan bila.
berbeda dengan keluarga Amel, Amel yang status nya tidak memiliki kedua orang tua, sedangkan bila yang memiliki kedua orang tua, namun ayah dan ibunya cerai karna ayahnya selingkuh.
bila yang sekarang tinggal bersama ibu dan kakanya, namun ntah apa masalahnya membuat prilaku bila jadi berubah, mungkin secara pikir akal normal, pada dasarnya kehidupan nyata dengan kekurangan ketentraman keluarga bikin seorang anak akan mudah bersikap semena-mena, mungkin itulah yang membuat prilaku bila berubah secara drastis.
soal masalah keluarga bila memang sudah terjadi semenjak bila duduk di kelas 4 SD namun, bila terpaksa harus ikut ibunya, karna tidak mau dengan seorang ayah yang tega nyakitin seorang ibu, ketika bila lagi senang-senangnya.
bahkan terpaksanya bila harus ikut dengan ibunya, bila tidak ingin serumah dengan saudara tirinya dari ibu selingkuhanya itu
"kenapa sih bu, dari kemarin sibuk sendiri" tanya seorang perempuan yang berbadan tinggi besar, tidak terlalu kurus, rambut di kucir kuda.
"ini ibu bingung, mau cari bila kemana lagi yah" jawab ibu nya bila.
"Yailah bu, sama anak yang kaya gtu di perduliin, yang prilakunya, seenaknya" cibir seorang perempuan pada ibunya.
"jaga ucapan kamu" bentak ibunya bila pada perempuan itu.
perempuan itu pun meninggalkan ibunya sendiri, menuju luar rumah ntah apa yang ada di pikiran seorang perempuan itu.
ia lalu menuju garansi untuk mengambil mobil, lalu ia mengendarai mobil menuju yang tidak tau kemana arah tujuanya.
Sampainya di tempat jalan raya besar , terjadilah sebuah yang tidak di duga-duga, sebuah mobil yang menabrak trotoar jalan sehingga bagian depan mobil hancur.
masyarakat yang berlalu lalang, hanya bisa melihat saja, namun berbeda dengan seorang remaja yang bertubuh sedang lumayan berisi, ganteng, cool ,berkulit putih , setelah melihat kejadian itu, seorang remaja tersebut bergegas mengarah terjadinya sebuah mobil yang baru saja menabrak.
remaja tersebut segera menelfon ambulance, dan secepatnya di bawa ke rumah sakit.
tidak butuh waktu lama mobil ambulance pun datang, orang telah mengalami kecelakaan segera di angkat di masukan ke dalam mobil ambulance.
begitu pula seorang remaja yang bergegas untuk mengikuti arah mobil ambulance menuju rumah sakit.
sampailah di rumah sakit, seorang remaja memarkirkan motornya di parkiran, lalu ia mengikuti pasien masuk ke dalam rumah sakit, dengan terjadinya kecelakaan yang cukup parah, korban yang mengalami juga cukup parah, darah yang keluar dari tubuhnya sangatlah banyak.
"maaf dek, sebaiknya adek tunggu di luar yah" ucap seorang dokter pada seorang remaja itu.
"baik dok" jawab seorang remaja.
"haduh gimana ni, mana gwa gk kenal lagi sama nih orang" gumam seorang remaja itu.
"apa gwa telfon kaka aja kali yah, siapa tau dia kenal sama nih orang"
seorang remaja itu pun mengambil sebuah ponsel yang ada di sakunya untuk menelfon sang kaka.
"drrrttt, drrtttt, drrrttt"
"halo kak, kaka sekarang dimana" tanya seorang remaja dengan tergesa-gesa.
"kaka di rumah sayang, emang kenapa kok kaya abis di kejar-kejar orang" jawab sang kaka padanya.
"ini loh, aku abis nolongin orang kecelakaan kak" jelas Rendi pada kak Siska.
"yudh kaka sekarang ke sana, kamu kirim alamatnya, kaka sama adek Amel dan temenya ke sana yah"
"iyah kak, nanti Rendi kirimin alamat rumah sakitnya"
setelah itu telepon pun mati, Rendi akan mengirimi alamat rumah sakitnya pada kak Siska.
yah seorang remaja yang menolong korban kecelakaan itu yaitu Rendi, Rendi secara kebetulan ketika dia lagi duduk di warung makan pinggir jalan, lantas mendengar suara yang begitu kencang, sontak Rendi segera melihat , sampai-sampai ia sedang makan pun ia tinggal demi orang yang mengalami kejadian.
di posisi lain kak Siska bersama amel dan bila sudah berada di depan pintu rumah sakit, karna kak Siska tidak tahu di mana posisi adik nya Rendi dimana, kak Siska pun menelfon Rendi.
"dek, posisi kamu dimana, kaka udah sampai di depan rumah sakitnya nih" tanya kak Siska pada Rendi.
"ini kak, aku di luar depan kamar UGD, di lantai 1,awal kaka masuk jalan lurus terus belah kiri, terus ada lorong, yang arah kanan, nah terus ajah ikutin nanti aku keliatan kok" jawab Rendi yang menjelaskan posisinya.
"ok dek"
Siska pun mematikan teleponnya, mereka bertiga berjalan apa yang di sudah di berikan sama Rendi, tidak butuh lama, bertemu lah mereka bertiga sama Rendi.
"dek" panggil Siska yang udah di depanya.
"eh kak" jawab Rendi.
"emang gimana sih kronologi nya" tanya siska penasaran.
"nanti aku ceritain kak"
"emang siapa bang yang kecelakaan" sontak Amel memberanikan diri bertanya pada bang Rendi, walaupun sebelum nya Amel sudah di buat nangis.
"abang juga belum tau siapa dek, Oh iya maafin abang yah soal masalah tadi" Rendi meminta maaf sambil mengelus rambut sang adik bungsunya dengan penuh kasih sayang, tidak lupa pula Rendi meminta maaf sama kakaknya.
"kak maafin gwa yah dah bentak-bentak kaka"
"santay aja" jawab sang kaka tersenyum manis dengan kasih sayang.
bagaimana pun masalah yang di alami semua keluarga nya pasti akan cepat damai.
sudah tidak ada obrolan di antar mereka, sambil menunggu kepastian dari dokter yang keluar dari ruangan tersebut, mereka hanya duduk di bangku sambil memainkan ponsel masing-masing.
cklek
suara pintu ruangan tersebut terbuka, terdapat seorang dokter bersama yang lainnya keluar ruangan itu.
"bagaimana kondisi orang itu dok" tanya Rendi pada dokter.
"pasien, mengalami luka di bagian kepala kemungkinan untuk di katakan normal masih belum di pastikan" jelas seorang dokter.
"bolehkah saya sama yang lain masuk ke dalam dok" tanya rendi meminta izin pada dokter.
"boleh saja, asal jangan melakukan kebisingan, biar pasien istirahat dulu, yudh saya pamit dulu yah"
"baik dok"
mereka pun masuk ke dalam ruangan itu, tanpa di duga-duga , bila yang mengetahui sang kakanya yang terbaring diatas ranjang itu, sontak bila pingsan bgtu aja.
"loh bila" kak Siska pun kaget melihat bila yang tiba-tiba pingsan.
"dia kenapa kak" tanya Amel.
"gak tau dek, Rendi kamu panggil dokter sayang" perintah Siska pada Rendi.
Rendi yang nerima perintah kak Siska Rendi langsung mencari keberadaan dokter ataupun suster di sekitar rumah sakit.
kemudian Rendi telah bertemu dokter, bila pun segera di periksa kondisinya.
setelah dokter meriksa kondisi bila, dokter pun segera keluar.
"ini adiknya" tanya dokter pada mereka bertiga.
"bukan dok, dia temen saya, kalau yg ini kaka dan abang saya" jawab Amel dan menjelaskan pada dokter.
"temen kamu dek, hanya mengalami pingsan saja, mungkin suatu kejadian yg bisa membuat dia pingsan" jelas dokter.
"kalau begitu saya permisi dulu yah" pamit sang dokter pada mereka bertiga.
"baik dok"
sambil menunggu bila sadar, mereka mengobrol, rendi pun menceritakan kejadian yang ia alami.
jam sudah menunjukan 17:00 wib. namun bila tidak kunjung datang, ketika Siska hendak ke kamar mandi, sontak suara bila terdengar.
"aku dimana" suara bila yang melihat di ruangan orang sakit.
"bila, kamu dah bangun" tanya Amel yang melihat sahabat nya sudah bangun.
"aku dimana Mel" tanya bila pada Amel.
"kamu di ruangan rawat, tadi kamu pingsan" jelas Amel pada bila.
"kaka aku udah bangun belum" tanya balik pada Amel.
Amel dan Rendi pun kaget mendengar pertanyaan bila, kaka siapa yang dia maksud sedang kan yang Rendi dan Amel ketahui hanya kak Siska saja yang berangkat bareng.
"yudh Mel aku mau ke ruang UGD dulu"
"tapi bil, kamu.. "
belum sempat amel selesai ngomong, bila pun dah bangkit dan segera menuju ruang UGD, Rendi dan Amel menyusul di belakangnya bila.
***
kak Siska yang sudah balik dari kamar mandi, hendak ke ruang rawat bila, kak siska melihat Rendi dan Amel yang ingin menuju ruang UGD, kak Siska pun menghampiri mengikutinya.
Share this novel