tok, tok, tok
terdengar suara pintu di ketuk, seorang perempuan yang berada dalam ruangan tersebut terbangun.
"ceklek" suara pintu di buka
"eh udah bangun adek kaka yang cantik" ucap seorang yang mengetuk pintu tadi.
"hmm" jawab malas Amel.
"yudh sana kamu mandi dulu" perintah sang kaka.
Amel pun berjalan menuju lantai bawah, untuk mandi.
Info Amel, : namanya TAUVITA AMELIA DIANDRA, dia suka di panggil AMEL, wanita cantik, pintar, imut paling bontot di keluarganya.
selang beberapa menit Amel pun selesai mandi, segera bergegas menaiki tangga menuju kamarnya untuk memakai seragam sekolah.
Amel seorang murid yang duduk masih di bangku 1 SMP, Amel terbilang wanita yang kurang rasa kasih sayang dari sang ayah dan ibu.
semenjak Amel berumur 3 tahun, ayah dan ibu nya mengalami kecelakaan pesawat, ketika ingin pulang dari bisnis nya mereka.
walaupun Amel terbilang kasian, Amel seorang wanita yang tegar, bahkan sikap seorang wanita seperti halnya hanya kepada sang kaka dan abang nya.
"dek udah siap belum" sahut sang kaka pada Amel
"iya kak udah, ni adek mau turun" jawab Amel
Amel pun berjalan menuruni tangga menuju ke sang kaka.
"yudh yuk kak, kita berangkat " ajak sang Amel pada kakaknya
mereka berdua pun berjalan menuju garasi untuk mengambil mobil dan bergegas ke sekolah.
sampainya di sekolah Amel pun bergegas ke ruang kelas nya.
"pagi Mel" sapa bila pada Amel
"iya" jawab sang Amel
"tumben kamu berangkat siang Mel, biasanya pagi terus" tanya bila
"iya nih semalem aku abis begadang sambil belajar " jawab Amel ketus dengan wajah datar.
krinnggggg, suara bel masuk telah berbunyi
"pagi anak-anak" sapa sang guru
"pagi bu" jawab para murid serempak
"kali ini kita akan mulai pelajaran"
sang guru mulai menjelaskan materi pagi itu,
suasana kelas begitu tentram, memang para murid di sekolah tersebut begitu tenang ketika sudah masuk jam pelajaran, tidak ada kata yang di keluarkan.
selang sekitar 1 jam setengah pelajaran pertama telah selesai, giliran di lanjut ke pelajaran kedua.
"Mel lu dah tau belom hari ini ada murid baru , lu dah tau belum kabarnya"
"gak tuh" jawab Amel ketus
"emang siapa sih murid barunya, sampai... "
sebelum Amel melanjutkan perkataanya tiba-tiba datang seorang guru
"assalamualaikum anak-anak" salam sang guru
"waalaikumsalam pak" jawab kompak sang murid
"kali ini kita kedatangan murid baru, kalian punya 1 teman lagi" guru menjelaskan pada sang murid, yang di samping terdapat anak baru yang di maksud guru tersebut
"silahkan kamu memperkenalkan diri nak" perintah anak baru
"baik Pak"
"hallo Teman-teman nama saya Dirga, saya pindahan dari sekolah SMP KATULISTIWAKATULISTIWA, salam kenal semua semoga kalian senang denganku"
"ya hallo Dirga " sapaan dari salah satu siswi tercentil di kelas Amel
"yudh sekarang kamu duduk di samping Amel " perintah pak guru pada murid baru
"baik Pak"
Dirga pun berjalan menuju meja Amel, yang di perintahkan Pak guru.
sampainya di meja Amel, Dirga segera duduk, namun tidak ada percakapan di antar mereka berdua.
berlanjut ke pelajaran kedua sudah di mulai, Pak guru menjelaskan pelajaran tersebut sampai bell istirahat berbunyi.
***
"Mel ke kantin yuk" ajak bila pada amel
"yuk, lagi juga perut aku dah laper ni, soalnya belum sarapan"
Amel dan bila pun keluar kelas berjalan menuju kantin.
kemudian di dalam kelas masih terdapat Dirga dan wanita centil itu, wanita centil itu menghampiri Dirga.
"halo Dirga, kenalin nama gwa rara" Rafa mengulurkan tangan kepada Dirga
kemudian Dirga pun membalas uluran tangan rara
"iya halo salam kenal juga gwa Dirga" jawab salam Dirga
"seneng kenalan sama lu, btw lu mau ke kantin gak" ajak sang rara
"boleh kebetulan gwa juga belum sarapan nih"
rara dan Dirga berjalan keluar kelas menuju kantin.
terlihat dari kantin sebuah mata melihat seorang Dirga berjalan bersama rara.
"bisa-bisanya cewek centil jalan ke kantin bareng anak baru" gumam bila dalam hati, dengan pandangan sinis.
"Mel, balik ke kelas yuk" ajak bila
"lah ini makananya belum abis kan" bales Amel yang heran sama sahabtnya.
"tapi Mel.. "
sebelum bila melanjutkan ucapanya, Tiba-tiba rara bersama Dirga dateng di hadapan meja Amel dan bila.
hay kenalin nih cowok baru gwa, Nabila, Amel begitu pun Dirga, yang kaget mendengar ucapan rara itu.
"ya ya, dah tau" jawab ketus bila.
"kalo ada yang ngomong liatin orangnya" bales rara kesel sambil menggbrak meja makan bila dan Amel.
"yudh nih gwa liatin" sontak bila memandang rara dengan mata melotot.
"udah, udah bil,kita ke kelas aja yok"ajak Amel menarik tangan bila.
" awas lu yah pulang sekolah habis loh sama gwa"balas bila dengan ketus, sambil memberikan jari tengah kepada rara.
Dirga pun lantas berbicara kepada rara
"yudh ya ra, aku juga mau ke kelas dulu ada tugas yang belom aku kerjain" bohong Dirga pada rara.
sebenarnya Dirga, tidak suka prilaku rara yang seperti itu, bahkan membuat selera Dirga untuk makan pun jadi hilang karna sikap rara pada kedua temanya.
bagaimana tidak suka sama prilakunya, dia sudah membentak pada kedua temanya, bahkan dia pun mengaku-ngaku kalo dia pacar baru Dirga.
sampai nya Dirga ke kelas, Dirga langsung duduk di mejanya.
dengan kedatangan Dirga, bila pun memandang Dirga dengan tatapan serem.
"kenapa kamu natap aku kaya gitu" kata Dirga dengan wajah yang ketakutan pada bila.
bila hanya menatap terus menerus dengan tatapan yang sama, secara langsung Dirga ketakutan dan menunduk seraya seperti di marahi sama orang tuanya.
Amel yang mendengar perdebatan mereka berdua, bahkan merasa kasian sama Dirga, Amel pun melirik bila dan mengedipkan matanya supaya tidak berprilaku seperti itu.
lantas bila pun mengerti akan kode sahabat nya itu.
pada dasarnya bila di sekolah hanya takut kepada sahabatnya sendiri, karna bila tahu akan hal mana yang baik buat bila.
***
pelajaran akhir pun telah selesai, murid-murid pun meninggalkan ruangan kelas untuk ke rumah masing-masing mereka.
sedangkan hanya bila, Amel dan rara saja yang masih tertinggal di kelas, kemudian Amel izin ke kamar mandi duluan kepada sahabatnya itu.
"bil, aku ke kamar mandi dulu yah" ucap Amel pada bila.
"ok Mel, nanti aku susul, soalnya masih nyatet nih"
sedangkan wanita centil itu terlebih dahulu selesai mencatat daripada bila.
selang berapa detik bila pun selesai juga mencatat pelajaran nya.
bila pun membereskan alat-alat tulisannya di masukan ke dalam tas, setelah beres bila berjalan ke arah pintu luar kelas, bila pun sontak kaget terdapat rara yang masih berdiri depan pintu, bila pun berpikir akan kejadian di kantin tadi.
"mau apa lu diem aja kaya tiang listrik" ucap bila
rara pun menatap seorang bila dengan tatapan membencinya dengan ber ucap
"katanya lu mau ngancem gwa kalo pulang sekolah nanti, nih mau sebelah mana" jawab rara menunjukan jarinya ke berbagai kedua pipi, kode bantahan rara agar bila bisa memilih.
"bener-bener lu ya" greget bila pada rara
gak ada angin gak ada badai, bahkan acara upacara pun bukan harinya, Tiba-tiba rara memukul pipi bila.
"Gdebug" suara tonjokan melayang di pipi bila, sampai bila jatuh tersungkur dan menjerit kesakitan.
di balik suara jeritan bila yang kesakitan, lantas Amel yang berjalan ingin ke kelas memastikan bila sudah selesai apa belum, amel malah di kaget kan dengan jeritan bila.
karna Amel mengenali suara jeritan itu suara bila, amel pun berlari menuju kelas.
"bila" panggil Amel padanya
rara pun terkejut terdapat Amel yang ada di belakangnya.
"lu ya yang bikin sahabat gwa jatoh" bentakan Amel pada rara
karna Amel yang di kenal sebagai setan cewe, kalo ada yang melukai keluarganya atau sahabatnya dia bakal bertindak.
melihat wajah rara yang kepanikan, sambil mengangkat kedua tangan mengatakan "bukan gwa Mel, serius"
"gak usah banyak omong lu pengecut"
Amel pun menarik baju rara untuk masuk ke dalam kelas kembali, kemudian Amel melayangkan beberapa pukulan pada rara.
yah pastinya dong rara merasa kesakitan, mana ada orang yang di tonjok tidak sakit, akhirnya keduanya saling baku hantam.
serasa bila sudah mendingan, bila bangkit untuk memisahkan kedua temanya.
posisi bila yang di belakang Amel, sontak bila jatuh tersungkur kembali, karna rara mendorong tubuh Amel yang begitu kencang sehingga tubuh bila ikut terlempar.
Amel yang tersadar sahabatnya yang kena imbas nya, karna rara mendorong Amel terkena bila, sekuat tenaga Amel menonjok kedua pipi rara dan menendang hingga terkena belakang dinding kelas.
sekiranya amel merasa puas akan pembalasan terhadap sahabatnya, amel langsung mengancam dengan ancaman mematikan. "sekali lagi lu bikin lecet sahabat gwa, tubuh yang bahkan gwa patahin, ini belum seberapa"
benar-benar mematikan ucapan Amel pada rara, rara yang sudah memar seperti di gigit gerombolan 5 sarang keluarga tawon saja di bilang masih belum seberapa.
"yudh yok bil, kita balik, dah cape gwa layanin cewe cupu" ajak Amel pada bila
bila hanya menatap rara penuh bahagia menjulurkan lidah keluar, tanda mengejek seorang rara yang kalah baku hantam sama sahabatnya.
Terima kasih yang sudah membaca
Share this novel