BAB 8 : MASA LALU PART 1

Drama Completed 209

sebelum author melanjutkan cerita nya, author akan memperkenalkan terlebih dahulu, dari keluarga besar pak andre(ayahnya amel)

Tony : selaku abang pertama dari keluarga besarnya.

Andre : anak kedua dari keluarga besarnya.

Andri : anak ke tiga, begitu pun kembaran, adik pak andre.

Boby : anak ke empat

Rio : anak ke lima

Tio : anak ke enam

Rony : anak bungsu dari keluarga besarnya.

ok lanjut ke ceritanya.

pada saat itu, ada suatu perkumpulan dimana keluarga besar pak andre beserta Abang-abangnya, membicarakan, mau meninggalkan apa kelak nanti jika keluarga besarnya sudah tiada, sebab kalau nanti keturunan mereka tidak sampai pada Cita-cita nya mereka masih memiliki peninggalan untuk melanjutkan kehidupan anak-anak nya.

ucapan memang do'a, tapi kalo kita sudah berusaha namun takdir tidak berkenan, apa boleh buat.

"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam pak Tony, pada ke enam adik nya.

"waalaikumsalam" jawab serempak adik nya pak Tony.

"mohon maaf, jika mengganggu waktu kalian, abang mengumpulkan kalian disini, kita akan membicarakan untuk berkelanjutan anak-anak kita di masa depannya nanti" ucap pak Tony menjelaskan.

"terus apa yang akan kita lakukan bang" jawab pak andre.

"abang ingin tahu, persiapan apa yang akan kalian miliki, abang kan sudah membangun sebuah perusahaan, perusahaan ini, jika abang telah tiada, nah barang kali dari perusahaan abang bisa di lanjut sama anak abang, nah makanya biar kita semua tahu, persiapan apa yang akan kita bikin untuk anak-anak kita nanti, abang kumpulin di rumah abang" saut pak Tony, menjelaskan panjang lebar.

"ohh begitu bang, kalau gitu aku juga udah ada bang sama andre, yakan dek" jawab pak andre melirik adiknya andri.

"kalau begitu coba sebutkan, apa persiapan kamu sama andri" perintah pak Tony pada andre.

"saya akan membangun sebuah kontrakan sekitar 50 pintu, 25 kontrakan yang akan di pegang oleh andri, 25 kontrakan lagi untuk saya, begitu saya juga ingin membangun sebuah sekolah, saya pikir membangun sebuah sekolahan itu sangat penting, terutama untuk para pemuda-pemudi yang akan datang bisa mencari ilmu" jawab pak andre menjelaskan persiapanya kelak pada pak Tony.

kemudian setelah pak andre menjelaskan persiapan kedepanya, berlanjut kepada adiknya sampai adik bungsunya.

serasa sudah selesai rapatnya, mereka pun pada bubar untuk melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.

"yudh yah bang, saya pamit dulu" ucap pak andre pada pak Tony.

begitu pun pak andri juga berpamitan.

***

sampai lah pak andre di rumahnya.

"ayah pulang" ucap pak andre yang sudah memasuki rumahnya.

"gimana yah, udah selesai rapatnya" tanya bu Vina.

"udah kok bu" jawab pak Tony.

Vina adalah seorang ibu dari, andi, rendi, siska, Riska, dan juga amel.

"Anak-anak pada kemana bu" tanya pak andre pada istrinya.

"tuh di dapur lagi pada makan" jawab sang istri menunjuk arah dapur.

"udah lama belum mereka makanya" tanya pak Tony lagi.

"belum yah, barusan aja berapa menit" jawab sang istri

" yudh yuk kita nyusul bareng mereka" ajak pak andre pada istrinya.

pak andre dan istrinya pun melangkah ke dapur untuk menyusul anak-anak mereka yang sedang makan.

setibanya di dapur, pak andre dan sang istri langsung duduk di bangku yang masih kosong.

"ayah dari mana" tanya andi pada ayahnya, para adiknya nya pun melihat kedatangan sang ayah.

"ayah abis dari rumah om andri" jawab pak andre.

tidak ada obrolan setelah pembicaraan itu. mereka pun melanjutkan menikmati makan bersama.

pak andre sengaja tidak memberitahu akan rapat tadi, pak andre akan merahasiakan dulu, jika waktunya sudah tepat, kapan akan di kasih tau, baru pak andre memberitahukan soal rapat bersama keluarga besarnya.

namun pak andre tidak akan memberitahukan kepada semua anaknya, hanya saja memberitahukan kepada andi, jika pak andre memberitahukan kepada semua anaknya, akan menjadi sebuah pertanyaan dari anaknya, apalagi jika rendi mengetahui hal tersebut, ntah apa yang akan terjadi.

waktu sudah menunjukan pukul 16:50 .

"nanti setelah makan kalian mau ikut gak" tanya pak andre pada keluarga nya.

"emang mau kemana yah" saut siska bertanya pada ayahnya.

"udah kalian habisin makanya dulu, nanti juga bakal tahu kita akan kemana" ucap pak andre.

"baik yah" jawab siska.

dengar sang ayah akan mengajak nya pergi, sontak anak-anak nya buru-buru menyelesaikan makanya.

tidak heran bagi pak andre melihat kelakuan anak-anak nya, sudah termasuk hal biasa ketika seorang anak pasti bahagia sekali ketika di ajak pergi oleh orang tuanya.

"aku dah selesai yah" ucap andi yang memberitahu piring nya sudah kosong, pertanda andi sudah selesai makan.

begitu pun di susul dengan rendi, siska, dan Riska.

"iss, iss, issss, emang kalian yah, kalau ayah ngajak kalian pergi aja nomor 1 giliran di suruh makan susah" ucap sang ayah yang melihat kelakuan anaknya, hanya bisa memaklumi aja.

" yudh kalian minum dulu, cuci tangnya, istirahat 5 menit biar perut kalian tenang dulu, masa Iyah abis makan langsung jalan, nanti muntah, abis istirahat kalian siap-siap ganti ganti baju" perintah sang ayah.

"yeyeyeyeyeye" saut sang anak serempak kesenangan.

ke empat anaknya yang sudah mencuci tangan dan minum, mereka berempat pun pergi ke kamarnya masing-masing.

ntah apa yang mereka lakukan, yang penting jika nanti ayahnya sudah siap mengajak pergi, mereka sudah pada siap.

***

akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu sudah waktunya, ayah andre beserta anaknya sudah siap untuk pergi, begitu pun dengan sang istri yang sedang menggendong amel.

pada saat itu usia amel masih 2 tahun, jadi apapun semua kesenangan ke empat anaknya pak andre, belum bisa di rasakan oleh pada amel, sejatinya anak kecil di usia-usia segitu belum sadar apa yang mereka lakukan.

"kalian sudah siap" ucap pak andre pada semuanya, yang sudah kumpul di ruang tamu.

"sudah yah" jawab lantang anak-anak pak andre.

mereka pun berjalan keluar rumah untuk menaiki mobil, dan meluncur ke tempat tujuan.

"yah, yah, emang kita mau kemana sih" tanya rendi yang kepo, begitu juga sang ayah aja belum memberitahu mengajak nya kemana pada anak itu.

"udah kamu diem aja rendi, nanti juga bakal tau" yang di Jawab oleh andi.

mendengar akan bang andi yang menjawab seperti itu, sontak rendi jadi cemberut.

"yakan aku cuman nanya bang, lagi juga ayah kan belum ngasih tau kalau kita mau kemana" saut rendi dengan bibir yang di manyunkan.

"ahahaha, dih laki-laki sih cengeng" ketawa siska yang melihat wajah rendi merengut, seperti anak kecil minta jajan gak di kasih sama orang tuanya.

pak andre dan sang istri yang mendengar obrolan sang anak pun hanya menggelengkan kepalanya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience