BAB 7 : DATANG KE SEKOLAH

Drama Completed 209

Sekiranya cerita Amel sudah selesai, bang andi memutuskan besok, dia yang akan datang ke sekolahanya Amel dengan seorang diri, sekalian nganter Amel ke sekolah.

"yudh, besok abang yang akan ke sekolahan yah, lagian udah lama abang gk nemuin kepala sekolahnya" ucap andi pada adik-adiknya.

"aku boleh ikut gak bang" tanya Riska ke bang andi.

"aku juga bang"

"aku juga bang"

"yudh, yudh mending kita semua dateng ke sekolahan" jawab andi pusing, karna semuanya pada ikut.

"nah gitu dong, kan ini baru namanya abang yang baik" ucap Siska

"iya, iya"

karna merasa kasian , andi memutuskan untuk semuanya dateng ke sekolahan.

suasana tiba-tiba sunyi , mereka saling memakan makananya yang udah di bawain sama bang andi.

mungkin tidak ada bahan obrolan yang membuat mereka dian, suasana nya pun jadi sunyi.

di sela kensunyian mereka berlian, mereka pun di kaget oleh Rendi.

"oh iya, Rendi kan masuk kuliah siang ini" ucap Rendi melihat jam tangan nya yang sudah pukul 15:40 .

"heleh bilangnya doang, katanya aku lalai" cibir Siska , karna ucapan Rendi sama aja pada diri nya.

"yah namanya juga lupa kak, hehe" jawab Rendi.

sontak andi pun heran melihat Siska dan Rendi seperti itu, apa sih yang sedang mereka obrolin, begitu pun Riska juga heran tiba-tiba kak Siska ngomong kaya gitu, yang Riska tau, kalau kak Siska tidak seperti itu, tidak akan ada yang mulai duluan.

tapi ini kok, padahal dari tadi tidak pembahasan soal sangkut pautnya sama lalai.

***
malam pun tiba pukul 20:50 , ketika andi hendak menghangatkan lauk nya, andi melihat di tempat sampah dapur terdapat nasi yang hitam, namun masih keliatan coklat sedikit.

andi melihat dengan teliti, hingga andi menyadari bahwa itu adalah nasi goreng.

andi yang kaget melihat itu benar-benar nasi goreng tapi gosong, andi pun memanggil Rendi.

"Rendi" teriak andi.

"iya bang" jawab Rendi mendengar bang andi teriak, langsung menghampiri bang andi.

"ini siapa yang habis masak nasi goreng sampe gosong, hah" tanya andi sambil ketawa

bang andi bukanya marah, malah bertanya sambil ketawa , mengetahui nasi goreng aja bisa gosong, emang di tinggal kemana sih.

"i-itu bang kak Siska" jawab Rendi ketakutan walaupun bang andi tidak marah sama sekali.

"yudh coba kamu panggil Siska, di panggil abang gitu" perintah andi.

"baik bang"

kemudian Rendi pun berjalan menuju kamar kak Siska.

"kak Siska" panggil Rendi mengetuk pintu kamar kak Siska.

"iya, ada apa" jawab kak Siska di ruang kamarnya.

"di panggil bang andi noh"ucap Rendi kembali.

Siska yang mendengar di panggil bang andi, siska pun segera menuju lantai bawah.

sampainya Siska di dapur, Siska pun kaget, bang andi yang bertanya pada Siska soal nasi goreng yang gosong.

" ini kamu yang buat dek"tanya andi

"i-iya bang,lupa soalnya" jawab Siska nyengir.

"e-emang ciahaha kamu ti-tinggal dimana dek, sampai gosong begini, pppsss" tanya andi lagi dengan tidak tahan berhenti ketawa.

"itu bang kan aku lagi nyapu, aku gk inget kalo lagi masak nasi goreng" jawab Siska menjelaskan.

"lagian kamu ada-ada aja sih dek, kan udah abang bilang sama kalian semuanya, kalo ngerjain sesuatu ituh, yudh fokus pekerjaan satu aja dulu, kan jadinya begini" ucap andi berpesan lagi pada Siska.

"iya bang maaf, gak lagi-lagi deh ngeyel" jawab Siska merasa bersalah di tambah malu.

"yudh kamu kalo mau ke kamar lagi, silahkan abang mau angetin lauk nya dulu" ucap bang andi.

"ok bang, yudh Siska ke kamar lagi yah" sahut Siska dan mencium pipinya bang andi.

"hmm"

***

pagi pun tiba, seperti biasa rutinitas yang di lakukan oleh kak siska di pagi itu, sudah bagian dari sosok siska.

begitu,karakter siska seperti halnya almarhumah ibu dulu, setiap pagi tidak ada kata santai untuk nya, sebelum semua sudah beres.

andi yang sudah selesai mandi, melihat sang adik sedang memasak, lantas andi meledek adiknya itu.

"Hati-hati dek, nnti gosong lagi, cihihihi" ledek andi.

"apaan sih bang, pagi-pagi dah ngeledek aja" bales siska kesel.

"canda de, oh iya kemana yang lain de" tanya andi pada siska.

"belom pada bangun, tuh liat jam berapa,tunjuk siska pada jam dinding yang menempel di dekat tangga.

andi yang kaget melihat jam, masih pukul 05:10 , lalu andi bergegas ke kamar dan melihat alarm hp.

" waduh kirain dah pagi, ternyata tadi alarm waktu jam kerjanya"gumam andi.

yah andi sengaja menyetel alarm pada pukul 04:30 , andi lupa kalau dia sedang berada di rumahnya bukan di kontrakan milik orang tuanya.

mungkin sudah jadi kebiasaan andi, terbangun jika ada alarm berbunyi, bahkan dia sempat pernah tidur bareng temannya, namun jam pemberangkatan andi sama temanya, hanya berbeda 1 jam.

mereka memang saling memasang alarm, akan tetapi temanya andi yang terlebih dahulu berbunyi.

sontak, andi yang sudah terbiasa ada bunyi alarm langsung terbangun, ketika alarm milik temanya bunyi andi pun ikut bangun.

walaupun beda tempat di mana andi berada, andi tidak pernah ketinggalan satu hal tersebut.

setelah andi memakai baju, sekaligus siap-siap untuk ke sekolah bersama-sama.

serasa andi sudah rapih memakai pakaian, andi keluar kamar menuju dapur untuk membuat teh hangat, yang sudah menjadi kebiasaan andi.

"belom selesai juga kamu dek masaknya" tanya andi pada siska yang sudah berada di dapur.

"eh bang, belom nih tinggal dikit lagi" jawab siska yang masih menggoreng-goreng.

"biasanya amel bangun jam berapa dek" tanya andi.

"jam enam bang paling telat" jawab siska.

"yudh abang bangunin sekarang yah biar gak keteteran" sahut andi yang selesai membuat teh hangat.

"yudh iya bang"

andi pun berjalan ke lantai atas menuju kamar amel, tidak lupa ke kamar Riska untuk membangunkanya juga.

sebelum membangun kan amel, andi terlebih dahulu membangunkan Riska, karna kamar Riska dekat dengan tangga.

"dek, Riska" panggil andi mengetuk pintu kamar Riska, sampai ke lima kali, andi tidak mendengar jawaban dari kamar Riska.

kemudian andi berganti mengetuk pintu kamar amel.

"dek, amel bangun dek" panggil andi mengetuk pintu kamar amel.

sampai 3 kali panggilan baru andi dapat sautan dari adiknya.

"iyaaa bang" jawab amel.

"bangun yah, nanti kita telat ke sekolahan.

" baik bang"jawab amel lagi.

serasa amel sudah benar-benar bangun, andi pun kembali menuju dapur lagi, sampainya di dapur, andi melihat rendi yang tiba-tiba minum teh hangatnya itu.

"orang mah bangun tidur tuh mandi, main seruput aja teh orang" ucap andi melemparkan tisu di meja makan pada rendi.

"iya, iya bang maaf, abisnya haus gwa, tenggorokan kering" jawab rendi sopan.

"yudh sana mandi nanti telat kita" ucap andi

"baik" jawab rendi.

siska yang melihat tingkah kedua laki-laki saudara kandungnya, hanya bisa menggeleng kan kepalanya sambil menyiapkan makan untuk mereka sarapan.

ketika amel hendak ke kamar mandi, di serobot oleh abangnya yaitu rendi.

"isshh abang, kan adek duluan yang ke kamar mandi" ucap amel sebel yang tiba-tiba di serobot rendi.

"kan masih ada kamar mandi tuh di sampingnya" jawab rendi.

"kan aku biasanya juga mandi nya di kamar mandi ini" sahut amel.

"udah sih rendi, ngalah sama adeknya" teriak kak siska yang sedang ada di dapur.

"tapi kan kak" jawab rendi.

"udah sih gak usah tapi-tapi" bales kak siska lagi.

"yudh Iyah" jawab rendi cemberut.

rendi pun mengalah, apapun kelakuan sikap rendi yang keras kepala, jika di bilangin sama kakanya atau abangnya, rendi akan luluh.

***

5 saudara kandung tersebut sudah siap semuanya, kemudian mereka berlima pun menaiki mobil menuju ke sekolahan amel.

andi di bangku supir yang di sampingnya siska, yang di belakang nya ada Riska dan amel, belakangnya lagi ada rendi.

mereka berpakaian rapih dan sopan, hanya saja rendi yang tipikal cowok tidak mau ribet dengan setelanya, hanya menggunakan kaos oblong dan celana jeans.

sampailah mereka di sekolah amel, mobil mereka pun masuk ke dalam sekolah itu.

kedatangan mobil keluarga andi menjadi pusat perhatian, sebab jarang sekali ada orang yang masuk memakai mobil bagus, apalagi mobil yang memasuki sekolah amel, terlihat mobil orang yang berkepintangan.

"yudh yah bang, kak amel masuk ke kelas dulu" ucap amel pada kakanya dan abangnya.

"yudh gih keburu telat" jawab bang andi.

amel pun secepatnya turun dari mobil, ketika amel turun dari mobil, para siswa dan siswi yang melihat amel turun dari mobil pun tercengang.

dengan rasa penasaran, murid-murid di sekolah itu, dengan siapa amel ke sekolah.

ketika amel jalan menuju kelasnya, abang dan kakanya ikut turun, nampak terkejut para murid-murid yang melihatnya.

"siapa kah mereka yah, ganteng-ganteng, cantik-cantik lagi, keluarganya pasti good lucking semua" ucap salah satu siswi pada temanya di depanya.

"gak tau gwa juga" jawab temen siswi tersebut.

setelah andi dan adik-adiknya turun, andi mengajak nya menuju ke ruangan kantor guru.

"permisi pak, bu" salam andi mengetuk pintu ruangan kantor.

"iya dek, cari siapa" jawab salah satu ibu guru.

"saya mencari pak andri apakah ada" tanya andi lagi.

"ohh pak andi, sebentar yah saya panggilin dulu, kalian masuk dulu aja, duduk sini tunggu di dalam" jawab bu guru itu.

"baik bu, Terima kasih" jawab andi.

andi bersama ketiga adiknya memasuki ruangan kantor itu, sedangkan bu guru yang tadi berjalan menuju ruangan kelas 3 , untuk memanggil pak andri.

setelah bu guru memanggil pak andri, bu guru kembali ke ruangan kantor dan di susul pak andri.

"andi" ucap pak andri yang kaget, akan siapa tamu yang datang, ternyata keponakannya, kembaran almarhum ayahnya.

"gimana kabar kamu nak" ucap pak andri menanyakan kabar andi , serta adik-adiknya.

pak andri adalah kepala sekolah di sekolahan amel, pak andri adalah saudara kembarnya almarhum ayah nya andi, sedangkan sekolahan milik mereka berdua, pak andri dan pak andre.

mereka berencana untuk membangun sebuah sekolahan untuk, Orang-orang mencari ilmu, sejak di bangunya sekolahan itu, pak andri yang selalu jadi kepala sekolahnya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience