Series
581
" Kita nak ke mana ini ? " Soal Dalili mengikut Ros.
Tangan Dalili ditarik Ros menuju ke sebuah ruangan di kawasan yang tidak pernah dijejaki Dalili. Segala persoalan dan kekeliruan dipendamkan Dalili.
Tiba - tiba Dalili terpandang satu susuk tubuh sasa yang memandang mereka dingin. Dalili terpana sebelum menarik tangannya.
Ros berpaling dan memandang ke arah lelaki yang memandang mereka.
" Siapa dia ? " Soal Dalili.
Ros tertawa.
" Awak ini gelojohlah. Sabarlah. Kita alas perut dulu kemudian kita jumpa dia." Kata Ros sebelum menarik tangan Dalili menuju ke sebuah ruangan tertutup.
Hanya beberapa orang perempuan berumur yang berada di dalam ruangan tersebut menguruskan makanan.
" Jemputlah makan. Jangan malu - malu. " Kata salah seorang dari mereka mengalu - alukan kehadiran Ros dan Dalili.
" Jom. " Kata Ros teruja.
" Terima kasih. " Kata Ros diikuti Dalili sebaik menyambut pinggan yang dihulurkan oleh seorang wanita yang lebih berusia tetapi masih cantik.
Ros dan Dalili memilih hidangan yang diingini sebelum duduk menjamu selera. Belum sempat suapan pertama masuk ke mulut Dalili , dia terpandang satu susuk yang memandang tajam ke arah mereka.
Dalili menyiku lengan Ros memberi isyarat agar dia melihat siapakah orang yang mengekori mereka sejak tadi.
" Sabar. Makan dulu awak. Oh saya lupa tanya nama awak. Apa nama awak ya ? " Soal Ros mengubah topik.
" Lili. Dalili. " Jawab Dalili tidak bersemangat.
Dalili kembali menjamu selera. Walaupun tekaknya tidak lalu. Tetapi membazir bukanlah amalan yang baik.
" Dah siap ? " Soal Ros sebaik melihat Dalili termenung.
" Haa dah siap. " Kata Dalili tersedar dari lamunannya.
" Tak baik termenung depan rezeki. " Tegur Ros sebelum bangun membawa pinggan mereka ke tempat pengumpulan pinggan kotor.
" Banyaknya pinggan. " Kata Dalili terkejut.
" Memanglah. Orang lain semua dah di dewan atau bilik persiapan. Kita sahaja lambat." Kata Ros sebelum tergesa - gesa menuju ke ruangan lain.
Dalili yang masih bingung terus mengikut langkah Ros.
" Ramainya." Kata Dalili terkejut sebaik mereka masuk ke sebuah ruangan.
" Memanglah. Jomlah cepat. "Kata Ros melepaskan pegangan tangan Dalili.
" Oh , jom. " Sahut Dalili sambil membetulkan kainnya yang tersangkut.
" Ros ? " Panggil Dalili sebaik selesai.
Ros telah meninggalkannya di sebalik keramaian orang.
" Cik ? " Sapa seorang wanita.
" Ya. " Kata Dalili terkejut.
" Mari ikut saya." Kata wanita tadi membawanya ke suatu arah yang agak lengang.
Dalili diberi isyarat untuk duduk. Dia hanya menurut. Seorang wanita lain datang dan mengukir inai di jari Dalili. Dia diam terkedu. Sementara wanita yang memanggilnya tadi mula menyolek wajahnya.
Selendang yang hanya diletakkan di atas bahu dialihkan wanita yang menyoleknya sebelum digayakan dengan gaya klasik. Dalili diam tak berkutik dengan fikiran yang bercelaru.
Share this novel