Series
13956
Bab 1 Anjis Aku di Sebut PK
***
Malam hari di lautan Lepas 3 orang pemuda sedang berlayar menggunakan perahu nelayan penangkap ikan, mereka menebarkan jaring untuk menangkap ikan.
"Bapak Aku Gani Pak, aku lagi menjaring ikan, Tolong bantu anak mu ini biar dapat ikan yang banyak ya pak..." Teriak pemuda yang bernama Gani.
"Kamu setiap di laut selalu teriak bapak bapak emangnya bapak kamu penguasa lautan ini apa" kata salah satu teman Gani.
"Hus bapak ku bukan penguasa lautan emangnya bapak ku papah zeus apa" jawab Gani.
"Lah itu kamu teriak Bapak tolong bantu anak mu, maksud mu itu apa coba kalau bukan bapak kamu penguasa lautan" jawab salah satu teman Gani.
Kemudian Gani pun menjelaskan kepada temannya tersebut, "kamu tau kan bapak aku itu bapak Abdul, orang tersohor sekampung nelayan, juragan perahu bargas, yang punya 20 perahu nelayan yang di sewakan kepada nelayan lain"
Kedua teman Gani yang ada di perahu itu mengangguk dan kemudian salah satunya bertanya.
"Ya terus kenapa kamu teriak teriak di laut bapak kamu kan udah meninggal" ucap salah satu teman Gani.
"Justru itu, bapak aku meninggal di laut waktu ada stunami dan jasadnya sampe sekarang tidak ketemu, hanya perahunya saja yang ketemu dan terbalik, sedangkan mang Dadang dan mang Maman yang ikut berlayar di perahu bapak ku jasadnya ditemukan, sedangkan bapak ku tidak ada" tutur Gani.
Gani pun menghela napas dan Berbicara lagi "kata dukun kampung kalau orang tua kita meninggalnya di laut dan jasadnya tidak ketemu kita bisa meminta Roh mereka untuk menjaga kita supaya kita selamat dan mendapatkan ikan yang banyak. Buktinya setiap kali berlayar dan aku meminta kepada bapak ku. Hasil tangkapan ikan kita selalu melimpah melebihi nelayan lainnya"
Kedua teman Gani pun mengangguk "benar juga setiap kali kita berlayar hasil tangkapan kita selalu banyak aku juga mau ikutan ah"
Kemudian salah satu teman Gani pun berteriak "Paman Abdul ini Jamil temennya Gani Tolong bantu kami supaya mendapatkan hasil yang melimpah"
Salah satu teman Gani menepuk jidatnya, Plak.....!
"hadeuh ini satu lagi orang yang sedikit Rada.... ikut teriak"
Jamil pun sedikit tersinggung "apa yang kamu kata Hamid aku Rada...? Rada apa coba"
Gani pun melerai "sudah sudah jangan berteman bergelut saja, eh jangan berantem"
Jamil pun memonyongkan bibirnya "huh...dasar tuh si Hamid bicaranya kemana saja"
Kemudian mereka pun Menganti topik pembicaraan dengan Gani yang bertanya kepada Jamil.
"Eh kamu katanya sekarang sudah punya pacar, syukurlah kamu sudah tidak jomblo lagi, siapa sih cewek yang mau sama kamu ?" Tanya Gani kepada Jamil.
Muka jamil menjadi merah padam dan sedikit malu menjawab pertanyaan dari Gani tetapi si Hamid yang menjawab pertanyaan dari Gani.
"Itu...tuh... Cewek yang sedikit Gendut berkulit putih anak dari Ceu Romlah yang suka bareng sama si Ati demplon" kata Hamid
Gani sudah tahu lagi siapa orang yang Hamid maksud "Oh si Mumun kalau anak Ceu Romlah"
Jamil pun sedikit mengangguk "iya aku pacaran sama si Mae, baru jadian 1 bulan"
Gani pun sedikit mengingatkan Jamil "kamu yakin mau sama si Mumun, kamu sudah tahu sifat aslinya bagai mana"
Jamil pun sedikit menyanggah "bukan Mumun tapi Mae, nama pacar aku itu Mae"
"Ah sama saja toh namanya Mae munah orang-orang memanggil dia Mumun" jawab Gani.
"Terserah lah" ucap Jamil sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
Gani pun tersenyum "ya iyalah kamu bela pacar kamu itu. Segala yang jelek dari pacar kamu, kamu gak mau terima dan gak mau dengar tapi kamu akan menyesal kalau kamu tidak tahu kejelekan sifat dari pacar kamu itu"
Hamid pun ikut berbicara "heh... Jamil dengar tuh ucapan Gani, dia tahu semua tentang cewek di kampung nelayan ini secara dia itu PK"
"Anjis aku di sebut PK, iya aku memang PK tidak seperti kamu yang susis" balas Gani.
Jamil pun jadi penasaran dia pun bertanya kepada Gani "ya udah coba ceritakan yang kamu tahu tentang si Mae"
Gani pun bercerita "Si Mumun itu sudah terkenal tahu, sebagai CCTV tetangga, kamu tahu tidak si ibu galon yang ada di belokan"
Jamil dan Hamid pun mengangguk kemudian Gani melanjutkan "si ibu galon sampe bermusuhan dengan menantunya sendiri istri dari si kang Odod, gara gara di adu domba oleh si Mumun. Istrinya si kang Odod selalu baper kalau sudah nonton film ajab ilahi dan film tentang kehidupan rumah tangga dia Update status di aplikasi Fac. Nah si Mumun berteman dengan si teh Susan istri kang Odod di sosmed, dia menunjukan update an teh Susan kepada si ibu galon.
Dan memanas manasi si ibu galon seolah teh Susan itu update status untuk mertuanya tersebut sehingga teh Susan langsung di labrak oleh mertuanya tersebut yaitu si ibu galon. Nah dari sana si ibu galon dan si teh Susan jadi bermusuhan hingga saat ini. Beruntung kang Odod memihak istrinya itu, sehingga rumah tangganya aman sampe sekarang.
Dan banyak beredar kabar si Mumun juga suka nuduh dan mitnah tetangganya sendiri sehingga orang-orang di sekitarnya banyak yang tidak suka. Jadi lebih baik kamu putusin saja dia dari pada nanti kedepannya rumah tangga kamu banyak masalah, sebagai gantinya nanti kamu aku kenalin sama cewek yang cantik dan bahenol"
Jamil pun bimbang dan kemudian dia pun berkata "kalau di pikir pikir iya sih, aku nanti jadi banyak masalah tetapi sayang dia belum aku pake, kalo sudah aku pake nanti aku putusin aja dia"
Hamid menggelengkan kepalanya "aduh dasar ya kamu Jamil. Ketularan si Gani jadi PK juga, sudah dapat di pake lalu di buang"
Gani tersenyum sambil mengangguk kepalanya "hehehe....aku bukan PK, dasar Cewek nya saja setiap dekat dengan ku langsung ngajakin gituan"
"Ceweknya yang ngajakin atau kamu yang rayu dengan rayuan maut mu" balas hamid
Gani tertawa "hahaha....bisa aja kamu, masa cewek yang ngajak duluan di mana mana laki-laki itu harus berani jangan hanya modal uang saja tetapi kata kata manis pun harus bisa di andalkan supaya cewek klepek-klepek kalau kita sedang mengobrol"
Jamil pun sedikit penasaran kepada Gani karena cewek yang sering dia bawa atau di pacarin selalu gunta ganti dan Jamil pun berusaha untuk mengorek informasi supaya ilmu yang Gani keluarkan bisa di pake nanti buat ngegaet cewek lain.
"Eh ceritain dong siapa saja cewek yang pernah kamu embat dan bagai mana cara ngegaetnya?" Tanya Jamil.
"Mau tau banget atau mau tau aja, terus kalau aku sudah cerita kamu gak bakal nyesel, karena nanti bakal ada salah satu cewek yang kamu sukai sudah ke embat duluan" jawab Gani.
Jamil pun menggelengkan kepalanya sambil mengangkat tangannya. "Aku tidak akan nyesel dengar cerita kamu, aku berani sumpah"
Hamid tersenyum melihat Jamil yang seolah memaksa Gani untuk bercerita, Gani pun mulai bercerita.
"Tahu tidak kamu si suminah, janda muda di RW 04 yang baru berangkat jadi TKW ke Taiwan?" Tanya Gani sama Hamid dan Jamil.
Mereka berdua pun mengangguk dan Jamil pun menjawab "iya aku tahu si suminah, dia di kabarkan cerai dari suaminya karena anu nya menjadi besar dan tidak enak di pake.
***
*Bersambung
Share this novel
test_account