Bab 5 Termakan Hasutan

Romance Series 13956

Bab 5 Termakan Hasutan

***

Gani menunjuk kearah Hamid "nah benar apa yang dikatakan oleh Hamid, ternyata kamu pintar juga mid"

Hidung Hamid membesar mendengar pujian dari Gani bahkan seakan hidungnya keluar sayap untuk terbang, tetapi Hamid langsung menyentuh hidungnya sehingga sayap di hidung Hamid terlipat kembali.

"Ya iya aku pintar walau tamatan SMP gini gini aku suka baca, baik berita di koran maupun berita online setidaknya aku tahu tentang sedikit dunia ini gak seperti si itutuh, yang kerjaannya hanya melamun saja" Hamid sambil menunjuk kearah Jamil.

Jamil langsung bertolak pinggang "Eh biar bodoh begini tapi aku orang yang Hoki"

Hamid dan Gani langsung tertawa karena Jamil bilang dia orang yang Hoki, "hahaha......"

Hamid pun membalas ucapan dari Jamil "hah... Kami Hoki, ya hoki lah karena kami punya pacar si Mumun, orang yang macarin si Mumun itu memang Hoki banget"

Dengan wajah merah Jamil menjawab "Mae...Bukan Mumun..."

Hamid sedikit tersenyum "belain aja tuh pacar kamu yang mulutnya kayak coberan dan tukang gosipin orang"

Jamil menjadi emosi dia pun menggerakkan tangannya kearah Hamid dan bermaksud untuk meraih bajunya Hamid untuk di pelintir, tetapi Gani langsung mencegahnya.

"Sudah...sudah jangan berteman...eh jangan berantem" cegah Gani.

Kemudian Gani berkata lagi kepada Jamil "ngapain kamu marah sama si Hamid, cuman masalah cewek ini, udah jangan di perpanjangan"

Jamil memanyunkan bibirnya seperti anak kecil yang meminta jajan tapi tidak di kasih uang "aku gedek kalo ada orang yang ngehina cewek ku"

Hamid langsung menunjuk sama Jamil "Kamu sudah anggap si Mumun cewek mu, apa kamu sudah nge Badu bamplak si Mumun belom, kalau belom gak usah anggap dia sebagai cewek kami. Kan si Gani udah bilang putusin si Mumun, nanti si Gani mau kasih kamu cewek"

Jamil menatap wajah Gani dan Gani pun tersenyum kemudian menepuk pundak Jamil "apa yang di katakan si Hamid memang benar, mumpung kamu belum terlanjur jauh berhubungan sama si Mumun,

Kalau kamu mantap dengan si Mumun ya sudah aku tidak akan mempermasalahkan itu, tapi kamu sudah siap belum menerima akibatnya, kamu akan di gunjing oleh tetangga karena macarin si Mumun yang bermulut ember"

Jamil pun seperti merajuk " huh...Mumun...Mumun...Napa sih kalian gak bisa nyebut dia Mae..."

Hamid pun berkata dengan nada meledek "Iya deh nanti aku panggil Mae Munah Munjiah biar kamu senang"

Gani pun membujuk Jamil "katanya kamu suka sama si Ati, aku bisa bikin si Ati jadian sama kamu, kalau kamu mau"

Jamil pun menunduk malu "iya sih aku memang suka si Ati, tapi kamu tahu si Ati teman baik si Mae, terus dia juga pernah di pake sama kamu"

Gani tertawa "kamu kayak bocah saja mil, klo si Ati pacaran sama orang lain juga pasti si Ati di pake sama pacarnya, lah anggap saja aku mantannya yang pernah pake dia, yang penting kami pacar sama si Ati kamu bisa.... Apa sih tadi istilah si Hamid...Badu Bamplak.

Ya kamu bisa Badu Bamplak sama si Ati, si Ati itu jago goyang ngebor dan goyang patah patah dia juga bisa jurus empot ayam kayak si suminah.

Kamu juga dijamin tidak akan rugi pacaran sama si Ati secara dia lebih cantik dari pada si Mumun dan lebih gemoy dan bahenol"

Jamil pun berpikir sejenak "tapi....."

Hamid langsung menyambar perkataan si Jamil "tapi...tapi.
Tapi apaan, si Gani tuh udah baik sama kamu, mau ngasih si Ati. Aku setuju kalau kamu sama si Ati ketimbang kamu pacaran sama si Mumun.

Aku gedek, ketika mendengar si Mumun fitnah istrinya kang Odod, sampe teh Susi perang dingin sama ibu mertuanya sendiri gara gara di Mumun.

Istrinya kang Odod, teh Susi itu orang yang baik dia tidak pernah bikin masalah sama siapa pun, gaul saja tidak. Cuman teh Susi itu orangnya baper kalau sedang nonton sinetron, dia suka di update kan status di aplikasi Fac.

Seolah kejadian sinetron dia yang sedang alami, nah kebiasaan si Mumun itu, ngadu domba in orang lah kesempatan lihat status Fac teh Susi langsung dia screenshot dan di perlihatkan ke si ibu galon mertuanya teh Susi.

Pertengkaran pun terjadi dan hampir hampiran kang Odod dan teh Susi juga berpisah akibat ulah si Mumun, beruntung kang Odod lebih memihak istrinya dari pada ibunya sendiri yang termakan hasutan.

Jadi pernikahan kang Odod dan teh Susi masih langgeng sampe sekarang, coba pikirkan kalau mereka berpisah, cerita kita ini di jamin tidak akan jadi" Hamid berbicara panjang lebar.

Hamid melanjutkan bicaranya "Aku tidak memihak siapa pun baik itu si ibu galon atau teh Susi dan kang Odod. Si ibu galon juga orangnya baik istri aku selalu kredit baju sama dia dan air galon juga aku beli dari dia.

Si teh Susi dan kang Odod juga sangat baik meskipun tidak gaul di kampung ini tetapi mereka selalu berpartisipasi kalau ada kegiatan di kampung dan mereka berdua yang paling semangat"

Gani pun memukul pundak si Jamil "nah bagai mana mau tidak ?...."

Jamil pun tersentak kaget dan bicara seperti orang yang latah "iya..mau...mau...mau..."

Kemudian Gani berdiri dan menunjuk kedaratan "lihat kita hampir sampai ke pantai, Hamid arahkan perahu kita kedermaga yang berada di sana. Di sana bang Dadang sudah menunggu"

Hamid mengarahkan perahu yang mereka tumpangi kedermaga dan setelah sampai jangkar pun diturunkan oleh Gani sedangkan Jamil melompat kedermaga dengan memegang tali tambang.

Setelah itu tali tambang di ikatkan di tiang besi yang ada di dermaga tersebut supaya perahu tidak bergerak terbawa ombak.

Bang Dadang dan anak buahnya langsung mendekati perahu Gani tanpa di perintahkan lagi anak buah bang Dadang langsung melompat ke perahu Gani dan mengangkut semua ikan hasil tangkapan.

"Wih kayaknya bos kapal ini dapat tangkapan ikan yang banyak" puji bang Dadang sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

Gani pun menyambut tangan bang Dadang sambil tersenyum "seperti biasa saja bang, tumben kamu datang sendiri biasanya kamu suruh si karsim yang nanganin ini"

Bang Dadang menjawab pertanyaan dari Gani "si karsim aku suruh pergi ke tempat lain, secara aku sudah lama tidak ketemu sama kamu, dan aku mau ngundang kamu ke reunian SMK, ini acara di Adakan angkatan aku sama angkatan kamu saja"

Gani pun bertanya lagi "sama cewek nya tidak"

"Buset ya tidak lah. Aku cuman ngundang laki lakinya saja yang populer waktu kita jaman SMK dulu itu pun tidak semuanya akan hadir yang penting kita bisa menjalin silaturahmi antara cover Boy waktu SMK dulu" jelas bang Dadang.

Jamil pun bertanya dengan sopan kepada bang Dadang "jadi bang Dadang sama Gani teman sekolah dulu"

Bang Dadang mengangguk "iya si Gani ini adik kelas ku waktu di SMK Bahari, dia salah satu Play Boy di sekolah bahkan aku juga iri sama dia karena banyak di deketin cewek"

"Wow bang Dadang terang terangan bilang iri sama Gani, padahal dulu yang aku tahu, bang Dadang anak orang kaya yang bisa saja membayar cewek supaya dekat sama dia" Hamid berkata dalam hati dan dia tidak berani mengatakan itu secara langsung.

"Ah bang Dadang bisa aja... justru Abang dulu yang banyak di deketin cewek tetapi sikap bang Dadang begitu dingin, jadi cewek cewek itu beralih mengejar aku" Gani mengatakan kisah waktu dulu.

Bang Dadang menjawab sambil tersenyum "itu karena aku lagi ngincer primadona SMK dan lagi fokus belajar bela diri"

Gani sudah dapat menerka siapa yang di maksud primadona tersebut "maksud bang Dadang si Jesika"

Bang Dadang mengangguk tetapi raut mukanya nampak sedih "iya aku dulu lagi kasmaran sama si Jesika dan dengan sudah payah aku dapatin cinta si Jesika tetapi sayang wanita cantik selalu berumur pendek...."

Gani pun langsung menerka "maksud bang Dadang Jesika meninggal dunia"

Bang Dadang pun menjelaskan beberapa tahun lalu waktu mereka masih sekolah " setelah aku jadian sama si Jesika dunia nampak seperti milik kita berdua dan yang lainnya ngontrak,

Berangkat sekolah aku jemput pake motor pulang sekolah aku antar sampai rumah, orang tua dia juga senang dan merestui kami berdua.

Tetapi dua bulan setelah kelulusan SMK dan aku tidak bertemu dia selama 2 Minggu ada kabar dia masuk rumah sakit dan aku pun langsung menjenguk dia.

Ternyata dia sudah lama memiliki kangker otak, dan pada waktu itu penyakitnya kambuh bahkan sudah stadium akhir, aku ingat perkataan dia sebelum meninggal.

[ sayang carilah wanita lain yang lebih baik dan cantik melebihi Jesi, relakan Jesi karena itu bisa membuat Jesi tenang di alam sana]

Perkataan itu yang membuat aku sampe sekarang belum nikah dan tidak dapat cewek"

***
Bersambung

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience