Series
13956
Bab 8 Kebelet Pipis
Dia pun berjalan dengan sedikit berlari ke dapur untuk menuju kamar mandi, sebelum kedapur Gani menengok kamar Anisa tetapi dia tidak ada di sana.
Gani pikir dia ada di dapur, dan setelah sampai dapur Anisa pun tidak ada disana tanpa berpikir panjang Gani langsung membuka kamar mandi karena tidak di kunci.
Dan kalau kamar mandi tidak di kunci dari dalam berarti tidak ada siapapun yang pake kamar mandi tersebut.
Gani pun langsung membuka Resleting celananya kemudian mengeluarkan si Doris dari dalam.
Cuur.....si Doris mengeluarkan air yang begitu deras kemudian tangan Gani memutar kran untuk mengeluarkan air dan membasuh kepala si Doris.
Setelah Gani membasuh kepala si Doris hingga bersih ada suara yang entah dari mana asalnya yang membuat Gani kaget.
"Ehem...."
Ternyata Anisa ada di samping Gani dari tadi, dia sedang berjongkok di atas lubang toilet, dan Anisa sedang Modis (Mod*l/buang air besar).
Dengan refleks Gani berbalik menghadap Anisa dan tanpa sadar si Doris belum di masukan kedalam kandangnya.
Sehingga Anisa terkejut melihat si Doris yang besar dan panjang, mata Anisa melotot sempurna dan mulutnya menganga.
Anisa seperti orang yang shock karena mulutnya terbuka lebar hingga tinggal beberapa senti lagi, kalau si Doris bergerak ke depan sudah pasti langsung masuk ke mulutnya Anisa.
Gani pun jalan miring untuk menghindari si Doris masuk mulut Anisa setelah itu si Doris di masukan kembali kedalam kandangnya.
Gani pun meminta maaf sambil berlalu pergi "maaf mbak Gani tidak sengaja, Gani kebelet pipis" Gani langsung masuk kamarnya lagi dan kembali tidur.
Di dalam kamar mandi Anisa bertafeling jauh, dia pun senyum senyum sendiri didalam hati dia berkata "wow pisang tanduk yang besar dan panjang"
Kemudian gigi dan mulut Anisa menggigit gigit "hau..k...hauk..."
Tangan kiri Anisa pun diarahkan ke bawah kemudian dia memegang lembah berumput, dan lembah itu pun basah dengan air.
Setelah dari kamar mandi Anisa pun masuk ke kamarnya dan entah apa yang sedang dia lakukan tidak tahu tidur atau....
Alarm pun berbunyi tepat jam 5 sore kemudian Anisa pun mengetuk pintu kamar gani. Tok... tok... tok...
Gani pun keluar dan bertanya "ada apa mbak kok ngetuk pintu"
"Bukannya kamu minta dibangunkan jam 5 sore, ini udah jam lima sore" jawab Anisa.
"Oh ya mbak Gani lupa" ucap Gani.
Gani pun masuk kedalam kamar kembali, kemudian Mambawa handuk untuk mandi, setelah mandi Gani pun berdandan Rapi, baju sudah wangi dan jaket kulit yang berbeda karena yang tadi pagi bau ikan dan di cuci oleh Anisa.
Rambut disisir kebelakang dengan memakai minyak rambut sehingga rambut Gani nampak hitam bercahaya.
Gani pun berpamitan kepada Anisa "mbak Gani pergi dulu nanti malam, Gani pulang ke sini"
"Iya hati hati, eh kunci cadangan sudah kamu bawa belum" tanya Anisa.
Gani mengangguk "sudah mbak"
Gani pun pergi jalan kaki menuju jalan utama untuk naik angkot karena motor miliknya berada di rumah dia, yang jaraknya lumayan jauh sekitar 20 menit perjalanan naik angkot.
Gani pun tiba di rumahnya yang berada di kampung nelayan, Gani langsung masuk kedalam rumah mengambil kunci motor, dan beristirahat sebentar.
Gani merogoh saku celananya untuk mengambil handphone, kemudian dia mengetik pesan di aplikasi WA.
[Hai Jen punya waktu gak hari ini]
Tidak ada balasan karena wa nya pun belum terbaca, kemudian Gani mencari no wa yang lainnya.
[Hai dek Ati, apa kamu sedang santai hari ini]
Ati langsung membalas wa dari Gani [Oh bang Gani, emang mau apa bang]
Gani membalas lagi [ada waktu gak]
Ati membalas [kebetulan lagi kosong bang, emang mau kemana]
Gani pun mengajak [Abang tunggu nanti malam ya ti, kita sing a song, Abang tunggu di cafe bos Robi ya jam 8 an Abang tunggu]
Ati membalas lagi [okeh ati siap siap dulu ya]
Kemudian Gani mengakhiri pesan dengan mengirim pesan terakhir [kamu datang sendiri saja jangan bawa teman kalau bisa jam setengah 8 udah sampai lokasi]
Ati membalas [okeh]
Gani tiduran di Sofa sambil memainkan handphone tiba tiba ada balasan masuk dari Aplikasi Wa, Gani pun melihat dari siapa dan ternyata itu wa balasan dari Jeni.
[Iya bang ada apa] jawab jeni di wa
Gani pun membalas [ada waktu tidak kalau ada kita sing a song aku tunggu di cafe bos Robi jam setengah 8 an, bisa tidak].
Jeni pun mengirimkan emot senyum yang merah dan tanda jempol [????, Bisa bang kebetulan jeni sedang tidak ada kegiatan]
Gani pun menarik sikutnya "yes...jeni dan Ati bisa di ajak, tinggal satu cewek lagi" Gani pun berpikir sejenak "siapa ya yang harus di ajak lagi, biar kami ada 3 pasang"
Gani tidak mau banyak berpikir dia pun mengetik lagi di handphone nya [Jen bawa 1 teman ya, soalnya aku juga bawa teman biar ada pasangannya, toh kasian klo dia jadi kambing conge]
Jeni pun membalas [asiap Abang sayang, tenang saja jeni bawa teman satu kos sama jeni mudah mudahan dia bisa ikut]
Gani pun mengakhiri pesan [ok, jangan lupa jam setelah 8 di cafe bos Robi"
Jeni membalas singkat [??]
Waktu pun tidak terasa sudah jam 7 malam Gani pun sedikit ketiduran, dia melihat jam di handphone nya.
"Sial sudah jam 7 gue harus berangkat sekarang"
Gani pun mencuci muka dan kemudian keluar rumah lalu mengunci rumahnya tersebut, lalu menaiki motor RX-KING yang biasa dia pake.
Di persimpangan jalan Gani pun melihat Ati yang sedang berjalan dia berangkat lebih awal karena dia tidak memiliki kendaraan jadi dia akan naik angkot menuju cafe bos Robi yang ada di pinggir kota.
Tid....tid bunyi klakson motor Gani, kemudian dia pun menyapa. "Dek Ati, kok jam segini sudah berangkat emang mau kemana"
Muka Ati pun merah padam dan merasa malu "kan Ati di ajak Abang untuk sing a song, ati tidak ada motor, soalnya motor di pake bapak jadi mau tidak mau ati harus naik angkot"
Gani kemudian mengajak ati "ya sudah ayo berangkat bareng tapi, Abang ada perlu dulu ke hotel mau ngambil sesuatu yang ketinggalan"
Ati mengangguk kemudian dia naik dibelakang Gani dan memeluknya, motor pun di gas pelan kemudian maju secara berlahan.
Ati di belakang berbisik ketelinga Gani "bang kalau Abang mau sing a song di kamar hotel, ayo Ati layani, soalnya sudah lama Ati tidak di garuk sama Abang"
Gani tertawa sambil memengang tangan Ati supaya berpelukan dengan erat "Hahaha...kalau itu yang dek Ati mau Abang tidak bisa menolaknya"
Setibanya di Hotel. Gani pun langsung menuju resepsionis dan resepsionis pun sudah tahu lagi siapa Gani.
***
Bersambung
Share this novel