Series
13956
Bab 2 Pasar Malam
***
"Kayaknya dia di pake oleh majikannya waktu jadi TKW di Saudi maka dari itu suaminya menceraikan dia, dan setelah cerai dia kembali bekerja ke luar negri dan baru kembali beberapa waktu yang lalu dan sekarang berangkat lagi ke Taiwan" Tebak Hamid.
Gani menjentikan jarinya. Trek....
"Nah itu dia yang sekarang mau aku ceritakan tapi sebelum aku cerita longgarin dulu ikat pinggang kalian berdua biar si Luis sama si Doris leluasa untuk bangun"
Hamid pun menurut saja dia melonggarkan ikat pinggangnya dan berkata "Cerita mu pasti membuat tegang Monas ku, nih udah aku longgarin sabuk ku, ayo ceritakan pengalaman kamu"
Jamil pun mengangguk angguk tidak sabar "iya benar ayo cerita jangan banyak Lama"
Gani tertawa dan berkata "hahaha....sudah tidak sabar ya kalian. Baik lah aku akan mulai bercerita simak baik-baik ya"
Gani pun mulai cerita "begini waktu awal si suminah bercerai dengan suaminya. Si suaminya menyebarkan isu bawa si suminah sudah tidak bisa menjaga kehormatannya selama dia dia berada di luar negeri.
Buktinya pas dia pulang dari luar negeri, kemudian di pake sama mantan suaminya katanya lubang kenikmatan milik si suminah menjadi besar dan tidak enak.
Kemudian si mantan suaminya menceraikan dia, nah aku kebetulan dengar desas-desus itu dan kebetulan aku bertemu si suminah saat belanja di Moll kota.
Nah itu kesempatan aku menawarkan jasa untuk mengantar dia pake kendaraan yang aku pake, di sana aku ngobrol sama dia, ya biasa lah aku sedikit merayu dia dan aku ajak dia ke hotel.
Mau tidak mau dia pun nurut dan terjadi lah perkimpoyan antara dia dan aku di hotel tersebut, dan aku rasa punya dia masih keset dan enak di goyang.
Bahkan dia sangat lincah bergoyang apalagi memainkan lidahnya, apalagi empot ayam yang dia lakukan sama aku, bikin si Doris langsung muncrat"
Jamil dan Hamid melotot tidak percaya dengan perkataan dari Gani kemudian Hamid pun bertanya "lah kabar bahwa lubang kehidupan si suminah menjadi besar apa itu benar ?"
Gani pun menggelengkan kepalanya "itu semua bohong, yang sebenarnya terjadi adalah mantan suaminya si suminah itu ketahuan selingkuh kepergok oleh dia jadi untuk menutupi rasa malu dia menebar fitnah biar tidak ada lagi yang mau sama dia.
Terbukti sudah beberapa kali aku melakukannya dengan si suminah, aku malah ketagihan dengan jurus empot ayamnya"
Jamil kaget "apa kamu beberapa kali berhubungan dengan dia"
Gani mengangguk "iya memangnya kenapa. Terakhir kali aku melakukan dengan dia beberapa hari yang lalu sebelum dia berangkat ke Taiwan"
"Loch kok bisa, apa kamu jadian sama si suminah?" Tanya Hamid.
Gani menggelengkan kepalanya "tidak aku tidak menjalin hubungan atau jadian, aku hanya di jadikan tempat curhatnya saja tetapi dia juga tidak menolak jika aku ajak gituan dan kita gituan hanya ketika saling membutuhkan saja"
"Terus siapa lagi cewek yang sudah kamu pake?" Tanya Jamil.
"Banyak sih di antaranya si Ati, Mia, Ratna, Senni, Jesi dan banyak lainnya" jawab Gani.
Jamil pun kaget lagi "buset kamu pernah main sama sebanyak itu cewek yang di kenal dengan bunga desa, mereka semua di kenal dengan cewek tercantik di desa nelayan ini"
Gani mengangguk, kemudian Hamid berbicara "Kamu punya kepercayaan diri dari mana sih hingga cewek cantik mau sama kamu"
Gani pun sok tampan dia mengelus poni rambutnya sehingga jatuh terurai kembali.
"Secara aku udah tampan dari orok, dan kamu semua tahu, bapak aku om om tampan bahkan Emak tiri aku lengket sama bapak ku.
Dan Peru kalian tahu emak tiri ku lebih tua dari ku 5 tahun, tapi bapak ku bisa gaet berondong yang hampir sama umurnya sama Ku anaknya sendiri" jawab Gani.
"Eh kamu tadi sebut sebut nama si Ati, dia kan temennya si Mae, tadinya aku juga mau ngegaet si Ati tapi yang nempel malah si Mae, tapi gimana ceritanya kamu bisa sama si Ati secara dia orangnya cudes banget?" Tanya Jamil.
"Hahaha....." Gani tertawa
"Kok tertawa sih cepet cerita" desak Jamil.
Sambil tersenyum tipis Gani mengangguk dan mulai membuka mulut untuk berbicara "itu kejadian waktu ada pasar malam dia sedang jalan sendiri dan kebetulan bersenggolan dengan ku.Aku langsung menyapa dia"
**
"Aduh maaf bak aku tidak sengaja" Gani meminta maaf
"Ti...tidak apa-apa kok.." jawab ati
"Eh ternyata Ati, maaf ya kirain siapa, kenapa jalan sendiri bukanya biasa suka jalan sama si Mumun"
Ati menggelengkan kepalanya "tidak dia sekarang sedang sama cowok, jadi tidak bareng sama aku"
"Emangnya Ati tidak jalan sama cowok ati, secara ati itu cantik masa belum punya cowok" tanya Gani.
Ati menggelengkan kepalanya "ati lagi jomblo bang, sama lagi males aja"
"Bagai mana kalau sekarang jalan sama Abang Gani aja, toh gak apa-apa kan di pasar malam ini banyak cowok yang lagi mabuk nanti gangguin ati yang cantik dan lagi jalan sendiri" ajak Gani.
Sambil tersenyum ati mengangguk "kalau Abang Gani tidak malu jalan sama ati, ati tidak nolak kok"
"Oh kalau begitu ayo, sekarang mau Kemana dulu kita" ajak Gani.
**
"Nah begitu awal mula aku jalan sama si Ati" tegas Gani kepada Jamil.
"Cuman begitu doang, katanya sampe di pake segala kok ceritanya sampe gitu doang" Jamil sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya tidak lah cerita nya masih berlanjut" balas Gani
"Makanya jangan di potong terus cerita dari Gani, kamu diem dan dengerin si Gani cerita" balas hamid.
Gani mulai bercerita "Nih aku ceritain lanjutannya. Ketika itu aku ajak tuh si Ati naik komedi putar dan dia pun mau, aku rayu dia sedikit dan kebetulan komedi putar itu mati lampu dan posisi sangkar yang aku naikin berada di atas.
Si Ati pun teriak ketakutan sampe dia memeluk aku, nah di sana bib!r ku beradu dengan bib!r nya dia, setelah itu kami juga bisa nebak sendiri dong"
"Pasti kamu beradu jigong dengan si Ati" tebak Hamid.
Gani pun langsung mengangkat jempol jarinya "benar kamu bisa nebak juga"
"Terus terus" Jamil penasaran
Gani pun melanjutkan "ya si Ati pun berhenti berteriak dan menikmati adu jigong kita sampe aku tidak sadar tangan aku sudah naik naik kepuncak gunung dan si Doris pun berdiri tegak.
Si Ati langsung merem melek, posisi dia duduk di pangkuan. Aku pun sudah tidak tenang dia sedikit bergoyang karena kegelian, karena pentil nya aku mainin sama tangan aku.
Sayangnya tidak lama setelah itu lampu komedi putar menyala lagi dan kita pun berlahan turun dan keluarga dari sangkar komedi putar tersebut"
"Hanya gitu doang, gak seru ah...kirain sampe adu mekanik segala" Hamid menyindir
"Hus dengerin ini masih berlanjut" kata Gani.
"Kamu tuh yang sekarang potong ceritanya si Gani" kata Jamil.
"Sudah...sudah aku lanjutin ceritanya biar kamu semua tidak penasaran" lanjut Gani.
Gani pun bercerita lagi "sehabis turun dari komedi putar aku ajak dia makan bakso karena sedikitnya mental dia terguncang karena mati lampu biar dia sedikit tenang.
Dan dugaan ku salah abis makan bakso dia malah berbisik sama aku 'Bang Ati udah terlanjur Basah, kita lanjutkan di mana'. Lah aku jawab dong sambil berbisik juga.
"Yuk kita kepinggir pantai dari sini kita naik motor Abang di sana ada perahu Abang kita main di perahu saja mau tidak"
Nah disana si Ati pun mengangguk "terserah Abang aja yang penting... soalnya ati sudah gak tahan bang"
Kita pun keparkiran naik motor menuju pantai, dan kemudian motor aku parkir lalu kita naik perahu dan aku melakukannya di perahu.
Nah itu cerita aku sama si Ati, sampe sekarang kalo dia lagi pengen dia selalu ngajak aku, kadang aku bawa ke losmen atau hotel di pinggiran kota sambil jalan-jalan"
Hamid dan Jamil pun jadi geleng geleng kepala kemudian Hamid pun berkata "Dasar PK bisa aja kamu rayu dia, tuh kasihan yang jomblo kaya si Jamil sisain satu gadis buat dia"
Hamid sambil memanyunkan bibirnya kearah Jamil dan Jamil pun berkata "eh enak aja aku jomblo kan aku udah ada si Mae"
Hamid pun mengibaskan tangannya "alah cewek yang mulutnya kayak comberan aja kamu banggain, pastinya kamu belum sempat ngapa ngapain dia kan"
Jamil tidak berkata apa-apa karena tebakan dari Hamid itu benar dia baru bisa pegangan tangan saja belum sampai ketahap beradu jigong apalagi bercocok tanam.
Jamil pun mengalihkan obrolannya dan bertanya kepada Gani "Kamu kata tadi banyak cewek yang sudah kamu pake menurut kamu yang lebih berkesan itu siapa di antara orang yang pernah kamu pake"
Gani tersenyum dan mengingat ingat "oh iya aku pernah sama Si Santi artis dangdut koplo yang goyangannya hot itu"
Hamid dan Jamil membelalakkan matanya dan Hamid pun berkata "Kamu bohong kali, mana mungkin si Santi bisa mau sama kamu, lagian dia itu isterinya bang Sandi Pereman kampung sebelah. Kamu berani bermain api sama si Santi awas ketahuan bisa kelar hidup kamu di pukulin sama anak buahnya bang Sandi"
***
Bersambung
Share this novel