Bab 7 Aku Bukan Ibu Tiri Mu Lagi

Romance Series 13956

Bab 7 Aku Bukan Ibu Tiri Mu Lagi

Emak tiri Gani terlihat sedang mengiris bawang merah untuk membuat nasi goreng jalan menuju ke kamar mandi sedikit sempit karena dapurnya kecil bahkan bila emak tiri Gani sedang mengiris bawang Gani harus berjalan menyamping.

Gani pun berjalan menyamping untuk melewati emak tiri yang sedang mengiris bawang, tetapi itu terasa sempit karena boncengan emak tiri Gani itu lebar dan besar sehingga si Doris menggaris p*nt*tnya Ema tiri.

Sereset.....Gani biasa saja dia langsung masuk ke kamar mandi yang sudah terbuka kemudian menutup pintu dan menguncinya dari dalam.

Tetapi beda dengan emak tirinya, dia merasakan ada sengatan listrik yang menggaris di belakang sehingga sensasinya membuat orang bertraveling.

2 piring nasi goreng plus telur dadar pun sudah tersaji di atas meja makan beserta air teh hangat dengan sedikit gula sebagai pemanis.

Gani sudah selesai mandi dan mengganti baju kemudian dia pun duduk di meja makan dan menyantap nasi goreng tersebut bersama emak tirinya.

Sesekali Gani memuji masakan enak tirinya tersebut "Nasi goreng yang emak hidangkan sangat enak, Gani suka masakan emak"

"Kalau kamu suka tinggal disini, aku akan masakin nasi goreng setiap hari untuk sarapan pagi dan aku akan memasak masakan yang enak untuk mu setiap hari" jawab emak tirinya Gani.

Gani pun tersenyum "iya mak paling Minggu depan Gani tinggal di sini, untuk Minggu ini Gani masih sibuk dan nanti malam juga Gani ada acara"

Setelah Gani selesai makan Gani pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan uang sebayak 4 juta yang sudah dia persiapkan. "Mak ini, uang buat biaya keperluan bulan ini"

Seperti biasa emak tirinya Gani mengambil uang tersebut "tapi gan ini banyak, uang yang kamu berikan bulan lalu juga masih ada"

Gani tidak banyak berkomentar tentang uang karena bagi Gani uang itu mudah di cari "kalau ada sisa tabungin aja Mak, siapa tahu berguna untuk hari tua nanti dan siapa tahu ada keperluan mendesak jadi bisa di pakai"

"Iya gan, ini juga aku tabung sebagian di koprasi Nelayan, kalau di tabung di Bank suka ada potongan administrasi, kalau di tabung di koprasi Nelayan, uang kita bukan berkurang malahan bertambah" ucap emak tiri Gani.

"Kok bisa nabung di koprasi uang kita bertambah" tanya Gani.

"Iya kan uang yang kita tabungkan di putar sama pihak koperasi terus kita kena bagi hasil dari uang yang kita simpan, kan lumayan kemarin aja yang nabung sampe 200 juta dia dapat THR sebesar 10 juta.

Belum lagi dapat amplop lain yang tulisannya SHU, didalamnya ada uang 5 juta, Belum bonus nasabah lainnya" jawab emak tiri Gani.

"Kalau begitu nanti Gani juga mau deposit di koprasi Nelayan, lumayan kalau dari 200 juta kita dapat 10 juta THR dan 5 juta SHU dalam satu tahun, toh kalau seandainya kita deposit 1 milyar.

Dalam satu tahu kita dapat THR lebih dari 30 juta, lumayan kan kita tidak perlu cape kerja, toh sudah ada yang menggaji kita 3 juta perbulan seperti gaji UMR kabupaten" ucap Gani.

Kemudian emak tiri Gani mendekatkan kursinya kearah Gani "gan aku punya satu permintaan"

Emaknya Gani sambil memegang tangannya Gani yang membuat hati Gani jedak jeduk.

"Permintaan apa itu Mak" jawab Gani

"Aku minta jangan panggil aku Emak, umurku Hampir sama dengan mu" pinta emak tiri Gani.

Gani pun menegaskan "tapi kan emak istri dari armarhum bapak, berarti emak ya ibu tirinya Gani dong"

Emak tirinya Gani pun mengangguk "iya aku mengerti, aku ibu tiri mu, tapi itu sebelum bapak mu meninggal, dan sekarang bapak mu sudah 1 tahun meninggal dan aku pun sudah mendapatkan surat dari desa yang menerangkan aku seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya"

"Ya lalu..." Ucap Gani

Emak tirinya Gani pun melanjutkan bicaranya "iya setelah aku mendapat surat janda dan lewat masa idah, aku bukan ibu tiri mu lagi, jujur aku tidak punya siap siap lagi selain kamu, karena kamu tahu aku anak yatim piatu aku anak panti dan sekarang hanya kamu keluarga ku,

Sekarang aku minta kamu jangan anggap aku sebagai ibu tiri mu lagi tetapi kamu boleh menganggap aku sebagai kakak mu atau terserah kamu asal jangan katakan emak kepada ku.

Kamu boleh manggil ku Mbak atau panggil aku sesuai namaku Anisa, aku mohon kamu mengerti"

Gani pun mengangguk "baiklah karena Gani juga sudah tidak memiliki siapa siapa lagi, karena bapak lah yang selama ini membesar Gani, dan Gani pun tidak tahu dimana sanak saudara Gani.

Gani akan menganggap emak, kakak Gani sendiri akan Gani panggil emak Mbak Anisa atau Mbak Anis"

Sekarang Gani merubah panggilan dari Emak menjadi Mbak sesuai dengan keinginan enak tirinya Gani.

Gani dan emak tirinya panggil saja oleh Author Anisa itu masih hidup bersama padahal mereka sudah tidak ada ikatan lagi antara anak tiri dan ibu tiri, ini karena pesan terakhir dari bapaknya Gani.

Sebelum bapak Gani pergi berlayar dia selalu titip pesan kepada Gani dan istrinya "Gani kalau bapak sudah tidak ada, tolong jaga ibu tiri mu karena hanya kita lah keluarga dia satu satunya"

Itu adalah amanat dari bapak Gani yang sering terucap dikala dia pergi untuk berlayar menjaring ikan.

Pembicaraan itu pun selesai Gani pun menguap dia ngantuk karena dari semalam belum tidur.

"Mak, eh..Mbak Gani tidur dulu, tolong bangun kan Gani sore hari soalnya Gani ada janji sama teman" pinta Gani

"Nanti malam kamu pulang tidak, biar nanti kunci cadangan kamu yang bawa satu" ucap Anisa.

"Kayaknya Gani pulang tapi pulangnya tengah malam" ucap Gani.

"Baik lah nanti Mbak, bangunin jam 5 sore saja dan kunci cadangan Mbak taruh di atas meja makan ini" ucap Anisa.

Gani pun bangun dari duduknya dan kemudian pergi ke kamarnya, sedangkan Anisa membereskan piring bekas makan dan dibawa ke dapur untuk dicuci.

Beberapa jam berlalu Gani tidur dengan pulas, rumah yang hanya didiami oleh 2 orang ini sangat terasa sepi apalagi kalau Gani tidak dirumah.

Rumah ini akan terasa tidak ada penghuninya, yang suara dengkuran halus Gani yang terdengar tersilap pintu yang meredam.

Anisa yang tinggal di rumah ini sudah terbiasa sendiri, dia adalah wanita yang intropet, yang jarang keluar dari rumah.

Dan keluarga rumah pun hanya di pagi hari ketika tukang jualan sayur lewat, sehingga kulit dan muka Anisa putih bersih.

Dia pun merawat diri hanya alakadarnya saja, olah raga pun dilakukan didalam rumah dengan mengikuti gerakan yang ada di aplikasi Yutup.

Parfum hanya beli di warung dekat rumah dan yang terpenting untuk Anisa adalah Deodoran, supaya tidak bau ketek.

"Eag...h..." Gani menguap dan bangun dari tidurnya karena kebelet pipis.

Dia pun berjalan dengan sedikit berlari ke dapur untuk menuju kamar mandi, sebelum kedapur Gani menengok kamar Anisa tetapi dia tidak ada di sana.

***
Bersambung

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience