Series
13956
Bab 9 Play Boy
****
Mereka langsung berdiri kemudian menyapa "selamat Malam Bos, mau, mau kamar yang biasa atau yang lainnya"
Mereka sudah tahu lagi apa yang di inginkan oleh Gani mereka pun langsung mengambil kunci kamar.
Gani pun langsung menyerahkan tiga lembar uang merah ke resepsionis tersebut dan kemudian mengambil kunci yang mereka berikan.
Gani pun dengan di gandeng ati langsung pergi menuju Lift dan menuju lantai ke 2 kamar nomor 106, kamar tersebut adalah kamar yang sering di pakai oleh Gani untuk bermain dengan para wanita.
Bahkan hampir semua karyawan cewek di hotel ini sudah berhasil di rayu oleh Gani, setelah sampai dan masuk Gani pun merebahkan diri di atas kasur.
Pintu ditutup dan di kunci dari dalam sehingga tidak ada yang berani masuk dan mengganggu lagi.
Ati pun tersenyum malu dan bertanya "bang apa kita akan sing a song di hotel ini, apa ini tidak terlalu mewah"
Gani menarik tangan Ati sampai dia pun terjatuh di pelukannya "tidak ini tidak mewah, kita disini hanya setengah jam saja, kan kita mau pergi ke cafe bos Robi"
Ati pun mengerti dan dia pun tanpa ragu langsung memulai "ayo bang kita lakukan dengan cepat"
40 menit berlalu, Ati sudah kelihatannya kelelahan tetapi Gani masih bertahan. Gani di sadarkan oleh pesan yang masuk handphone nya.
Gani membuka pesan tersebut dan itu dari Jeni [Bang masih di mana jeni sudah ada di cafe bos Robi]
Gani pun langsung membalas [bentar lagi di jalan] Gani pun sedikit berbohong.
"Ayo dek teman Abang sudah menunggu kita lanjutkan lain waktu saja" ajak Gani
Ati pun merasa terselamatkan karena dia sudah sangat lelah dan 2 kali dia keluar dan tidak sanggup lagi "ayo bang" ati pun bangun dari kasur dan bergegas memakai baju.
Perjalanan dari hotel ke cafe sekitar 10 menit di perjalanan Gani berbicara kepada Ati dengan lemah lembut supaya tidak menyinggung perasaan.
"Dek Ati, tahu kan Abang gimana orangnya, dek Ati mungkin berpikir suatu hari nanti ingin memiliki suami yang baik, tetapi Abang bukan orang yang baik yang akan membuat dek Ati bahagia" Gani berkata dengan hati hati.
Ati pun menjawab "ati tahu dan sadar kok bang, kita berhubungan hanya saling membutuhkan saja, tetapi Ati juga bingung karena tidak ada pemuda yang mau sama ati secara tubuh ati tidak langsing seperti Gadis pada umumnya"
Ya, memang Ati tidak langsing tetapi dia bohay dengan tubuh montok dan menggoda, sifatnya yang dingin terhadap lelaki membuat para lelaki enggan untuk mendekatinya karena di kira dia wanita yang sombong.
Gani pun memegang tangan Ati "sebenarnya ada teman Abang yang mau sama dek Ati, tapi dia malu menggukapkannya, kalau dek Ati berminat Abang sedia mencomblangkan ke Ati. Dia lelaki baik, tidak seperti Abang yang pasti dia akan menjadi laki laki yang bertanggung jawab"
Ati pun makin memeluk erat pinggang Gani di atas motor dan dia pun berkata "ya sudah kalau dia mau menerima ati apa adanya Ati coba. Tapi kalau ati mau main sama Abang, Abang jangan menolak ya"
Gani pun mengangguk "baik lah asal jangan ketahuan saja, nanti urusannya jadi berabe kalau kamu jadi dengan teman Abang"
"Ya kita seperti biasa aja bang main Jalu belakang" ucap Ati.
Sesampainya di cafe Gani pun memarkirkan motornya kemudian berjalan masuk ke dalam cafe tersebut dan suasana di cafe ini sudah ramai.
Ini bukan seperti cafe pada umumnya, lebih tepat di katakan ini adalah sebuah bar atau diskotik dengan kelap kelip lampu dan panggung kecil serta peralatan DJ di atas lantai ke 2. Dan lantai kosong untuk menari atau berjoget.
Gani pun di sambut oleh penjaga pintu masuk "selamat datang Bos, apa anda ingin bertemu dengan Bos Robi atau langsung ke tempat..."
"Aku di tempat biasa, tapi kalau ada temen yang menanyakan Gani bawa dia langsung ke tempat ku" jawab Gani.
Penjaga itu mengangguk "baik bos"
Dan salah satu dari mereka mengantar Gani, disana jeni dan temannya sedang duduk Gani pun melambaikan tangannnya.
Jeni langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Gani yang sedang mengikuti penjaga cafe.
"Hai Jen maaf lama menunggu" ucap Gani.
"Tidak apa apa bang jeni juga tidak lama menunggu kok" jeni sambil melirik ke arah ati.
Jeni pun langsung menyapa "hai ati lama tidak bertemu, kemana saja"
Mereka pun bersalaman dan berpelukan.
"Kalian sudah saling kenal" ucap Gani,
"Iya kami dulu sering menjadi pemandu lagu di tempat karaoke yang berada di kota" ucap Jeni.
Gani tersenyum dan berbicara "pantas dek Ati suaranya bagus dan ahli dalam sing a song"
Ati pun mencubit tangan Gani dan dia pun meringis kesakitan "adu...duduh..."
Mereka pun lanjut menuju ruangan khusus ruang itu memiliki 3 sofa panjang dengan meja di tengah tengahnya.
Setiap ruangan itu di sekat oleh sesuatu yang memisahkan antar ruangan.
Gani duduk di tengah ati dan jeni Duduk di samping kiri dan kanan Gani, Gani pun bertanya kepada Jeni "Jen siapa teman yang ada di samping mu itu"
Jeni menepuk jidatnya "hampir lupa memperkenalkan teman jeni, ini namanya Maya dia satu kosan sama jeni"
Gani tersenyum dan menyodorkan tangannya untuk mengajak berjabat tangan kemudian Maya pun menyambut tangan Gani.
"Aku Maya, temannya Jeni" ucap Maya malu.
Gani pun menyebut namanya "aku Gani, teman jeni juga" Gani sambil tersenyum.
Tidak ada ketertarikan Gani kepada Maya karena wajahnya tidak secantik jeni dan Ati, wajahnya biasa biasa saja, bahkan bodinya pun standar.
Di luar Cafe ada beberapa orang yang masuk, dan mereka terlebih dahulu mabuk di luar, di dalam Gani yang di temani 3 wanita sedang asik mengobrol dan meminum Bir yang di tuangkan jeni dan Ati.
Mereka minum sambil menunggu Jamil dan Hamid yang belum datang dan sudah jam 8 dari jadwal yang telah di janjikan.
Pemuda dengan 4 orang temannya pun menghampiri Gani mereka langsung duduk di samping Maya dan Ati, satu orang lagi adalah pemimpin mereka duduk di tengah antara jeni dan Gani.
"Halo jeni sayang apa kabar mu, bagai mana kalau kita bersenang-senang, apa kamu mau ikut, kita minum dan berjoget sampai pagi, biar bang Ucup ini yang membayarnya" ucap laki laki yang mengaku namanya Ucup.
Kemudian si Ucup itu berbalik kearah Gani "hai Cupu, kamu masih kenal aku kan, aku teman sekelas kamu dulu"
"Ya aku kenal kamu Ucup, kamu tidak pernah berubah dari dulu selalu menindas orang" ucap Gani tanpa adanya rasa takut.
Ucup menjentikkan jarinya "nah kamu tau aku, tapi kamu juga tidak berubah dari semenjak sekolah, kamu play boy dan bahkan kamu bawa 3 cewek sekaligus"
***
Bersambung
Share this novel