prolog

Drama Series 31

Hujan turun tanpa henti.
Pukul 02.17 dini hari.
Layar laptop masih menyala.
Di sudut kanan atas tertulis…
Revisi ke-99.
Aruna menatap naskahnya dengan mata sembab.
Ia membaca komentar sutradara untuk kesekian kalinya.
“ Pemeran utama tetap tidak merasa puas dengan naskahmu. Coba komunikasi kan Langsung dengan nya !!”
Aruna memejamkan mata.
“Apa lagi yang salah…”
Honor naskahnya masih ditahan.
Tabungannya hampir habis.
Namun ia tetap membuka file nya.
Sore itu…
Ia membeli sebuah tusuk konde rambut antik.
Bentuknya sederhana.
Namun entah mengapa…

Ia merasa benda itu memanggilnya.
Kini tusuk konde itu berada di samping laptop.
Tanpa sadar ia menggenggamnya.
Matanya semakin berat.
Listrik tiba-tiba padam.
Kilat menyambar.
Dan…
Dunia menjadi gelap.
Aruna membuka mata.
Langit-langit kayu.
Aroma dupa.
Suara dayang berlari dan memanggilnya.
“Nona sudah sadar !”
Aruna langsung duduk.
“Apa..Nona?”
Semua orang menundukkan kepala.
Mereka memanggilnya…
“Nona..”
Aruna memandangi ruangan itu bergantian dengan wajah para dayang. Aroma dupa, lantai kayu, dan pakaian mereka… semuanya persis seperti yang ia tulis berbulan-bulan lalu.
“Tidak mungkin…”
Dadanya berdebar.
“Aku… masuk ke dalam naskahku sendiri?”
Ia lega masih wajah yg sama hanya saja namanya berbeda..
Ia bukan tokoh utama. Ia hanya tokoh pendukung.
Namun seiring Aruna beradaptasi menjadi Anindiya..
Suatu waktu
Di aula utama …
Ayahnya duduk dan seorang pria muda berdiri membelakangi Anindiya
Tubuh tegap.
Jubah hitam.
Tatapan sinis yg dingin.
Saat pria itu berbalik…
Aruna langsung mengenalinya. Jenderal Reynan Adiwijaya. Tokoh yang ia ciptakan sendiri.Pria yang paling dibenci sutradara.
Pria yang sudah ia revisi terus menerus .Reynan menatapnya tanpa berkedip.
Lalu berkata pelan…
“Akhirnya… Anda datang.”
Aruna membeku.
Dalam hati ia berkata,
“Kenapa dia bicara seolah-olah sudah mengenalku?”
“Apa aku sudah ketahuan..”
Padahal…
Seharusnya mereka baru pertama kali bertemu dengan status Anindya anak satu satunya perdana menteri.

Halo! Aku penulis baru di sini. Terima kasih sudah membaca TAKDIR. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Dukungan dan komentar kalian sangat berarti bagiku. Selamat membaca! ?

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience