Bab 1:Hampir Menyerah

Drama Series 31

Suara bising mesin penggiling kopi dan obrolan samar pengunjung kafe tidak mampu membuyarkan fokusku.
Di sudut paling sunyi coffee shop, aku duduk sendirian dengan hoodie kebesaran. Rambut ikalku dicepol asal, sementara secangkir kopi di depanku sudah lama kehilangan uapnya. Tatapanku terpaku pada layar laptop.
Di sana, dokumen bertuliskan Revisi ke-99 masih terbuka.
Tung.
Suara notifikasi ponsel memecah keheningan.
"Aku bukan minta karakter Jenderalnya diubah total, Aruna. Pemeran utama cuma mau dia tidak terlalu kaku. Dia harus punya sisi humanis. Tolong dipahami."
Aku mengacak rambut frustrasi.
"Bukankah ini sudah bagus? Seorang jenderal perang di era 1026 memang harus tegas dan dingin untuk melindungi kerajaan maritim sebesar itu."
Ah... sudahlah.
Aku menutup laptop dengan kesal. Di luar, hujan mengguyur kota tanpa ampun. Sambil menyembunyikan tas laptop di balik jaket, aku berlari menerobos hujan untuk pulang.
Namun langkahku berhenti di depan sebuah toko barang antik.
...

Halo! Aku penulis baru di sini. Terima kasih sudah membaca TAKDIR. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Dukungan dan komentar kalian sangat berarti bagiku. Selamat membaca! ?

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience