" So Rizqin kerja apa ? ", tanya Dato Ismail sambil menghirup teh .
" Kerja biasa - biasa aja Dato ", ujar Rizqin malu - malu .
" Mana ada biasa dad . Dia kerja jadi hacker negara tau ", ujar Rania dengan bangga .
" Kamu ni Manda , suka sangat ya pada Rizqin ? ", ujar Dato Ismail membuat Rania menunduk malu .
" Ish , apa dad ni . It's true to be honest . I think that job is so cool and everyone want it . Yeah , because can steal money easily . But not Riz . He kind and tolentre person ", ujar Rania membuatkan Rizqin tidak boleh menyembunyikan senyumannya .
" Gosh , you guys should get married quickly ", Rania dan Rizqin yang sedang menghirup teh suam itu tersedak .
" Uhuk , dad malu lah Manda dengan Riz kalau macamni ", ujar Rania lantang .
Rizqin ketawa kecil melihat terlatah Rania . Comel aja , kalau boleh nak gigit - gigit tapi sedar belum halal . Eheks .
" Ish , yalah kamu ni . Dad nak pergi kerja ada meeting ", ucap Dato Ismail jujur sebab tengok muka anaknya gelisah .
" Esok Manda start mula kerja , dad kena duduk rumah aja tau . Jangan keluar . Dad tu bukan sihat lagi ", ujarnya dengan tegas .
" Iya sayang dad ni jangan risau sangat . Dad akan okay ", kata Dato Ismail kerana tahu Rania risau sebab sebelum ini dia sudah terkena serangan jantung diperjabat kerana terlalu penat bekerja .
Rania bangun dan menyalami ayahnya dan Rizqin juga sama . Dia peluk dan cium pipi ayahnya pula sebelum menghantarnya keluar ke kereta dan melambai setelah kereta BMW F10 bapanya mula bergerak .
" Mana tahu jodoh kita kuat . Semua tu boleh terjadi Manda ", bisik Rizqin ditelinga Rania .
" Macammana dengan Mrs . Aura ? Kau tak suka dia kan Riz ? ", ujar Rania memberanikan diri untuk bertanya .
" Betul aku tak suka dia tapi aku tak ada pilihan lain selain mengahwini dia ", ujar Rizqin sayu . Hatinya terasa pedih .
" Tapi kenapa ? Why Riz ? Why ? Can I ask you something serious about this relationship ? ", ujar Rania dengan mata yang mula memerah menahan tangis .
" I'm sorry , I can't tell you why and it's killing me . Ask me anything sweetheart ", Rizqin mengepal tangannya melihat air mata Rania yang gugur . Dia tak boleh buat apa selain melihat mutiara jernih itu gugur berderaian menambah luka dihatinya .
" Do you love me ? Do you want me like I want you to ? ", tanya Rania tegas . Sekurang-kurangnya dia perlukan jawapan untuk itu .
" I love you and still love you . Forever and always ", ucap Rizqin romantis .
" And walaupun aku tak khawin ngan kau . Aku nak kau tahu , aku sayang kau dan hati aku tak pernah berubah ", tambahnya .
" Aku pun . Sayang kau sangat ", ujar Rania jujur .
" Kalau sayang tunggu aku ", dan bunyi deringan telefonnya kedengaran dan dia angkat .
" Maaf Manda . Aku gerak dulu ada hal ", kata Rizqin tergesa-gesa dan Rania mengangguk faham .
Aku akan tunggu kau . Sampai bila - bila suara hati kecilnya bergema .
I'm so happy that my book finally reach 1k !!! Thank you guys . Love you always .
Share this novel