' Tok , tok ' ketukan pintu dari luar membuatkan Rania yang terjaga setelah terlelap selepas solat subuh .
Dia menggeliat dan menggosok matanya sebelum bangun dan membuka pintu . Wajah Rizqin tersembul disebalik pintu dan aku tersenyum . Hilang terus rasa ngantuk !
" Assalammualaikum , good morning . Do you sleep well baby girl ? ", tanya Rizqin prihatin .
" Waalaikumsalam , morning too prince charming . I'm sleep well . How about you ? ", soal Rania kembali .
" It's goes same , babe ", suara serak basahnya membuat jantung Rania kehilangan rentak .
" Jom , saya hantar awak balik . Kang , risau family awak tak balik - balik anak dara mereka dari semalam . Nanti diaorang cakap saya apa pulak kan ? ", ujar Rizqin sopan diselitkan nada bergurau .
" Ish , not need to worry about it . Saya dah bagitahu dad lah saya nak keluar dengan boyfriend ", Rania terus menutup pintu hotel kerana terlalu malu . Rizqin tersenyum suka .
" Get dress . Kita sarapan dulu sebelum saya hantar awak balik ", laung Rizqin tidak terlalu kuat takut mengganggu penghuni hotel yang lain .
Rania segera menukarkan pakaian yang dia pakai . Rania menyarungkan kemeja labuh berwarna kuning cair dan seluar slack hitam . Tudung bawal yang senada dengan bajunya menjadi pilihan hati .
Sebelum Rania keluar dia mengambil beg selempang berjenamanya dan dia keluar dan menyarungkan kasut tumit tinggi lima inci dikakinya menyudahkan gayanya yang ringkas .
Rizqin terpengun sekejap selepas melihat Rania yang berada dihadapannya kini . Kenapa cantik sangat ? Tak penat ke jadi cantik ?!
" Ehem , jangan berangan kat sini cik abang ", Rania berdehem sikit sebab rasa tak selesa selepas dilihat oleh Rizqin yang sedang asyik memandangnya dengan khusyuk
" You looking too good to be true ", usik Rizqin nakal membuatkan gadis itu tertunduk malu .
Rizqin menarik kerusi dihadapannya dan mempersilakan Rania duduk dan dia akur .
" What do you like to have , sir ? ", tanya seorang pelayan wanita sambil tersenyum nakal kepada Rizqin membuatkan dia rasa tak selesa dan Rania pun mengerling pelayan wanita itu dengan tajam .
" Hubby , I lapar . NAK makan sekarang boleh ? ", Rania menggunakan ayat yang manja membuatkan senyuman pelayan tadi punah .
" Dengar kan ? My little treasure kata lapar . So , kami nak order nasi goreng cina dua . Pedas sikit tau . Saya nak air hot tea o and give her milk ", ujarnya dan pelayan tadi pergi dengan rasa malu yang tebal .
Huh , padan muka .
" Thanks sebab tolong aku tadi but hubby ? ", soal Rizqin sengaja mahu menduga perasaannya .
" Who knows ? Oh , my little treasure , who ? ", Rania juga bertanya soalan perlian yang sama dan mereka tergelak bersama .
Selesai makan , Rizqin menghantar Rania pulang seperti yang dijanjikan .
" Riz , kau tak nak masuk dulu ? Jom jumpa dad ", tanya Rania sopan .
" Tak pe ke Manda ? Dad kau tak marah ? Keluar ngan aku semalam pastu balik lambat ", soal Rizqin risau kalau - kalau Rania kena marah .
" Kan aku dah bagitahu pagi tadi yang aku dah bagitahu dad yang aku keluar tak balik . Lupa ea ? ", soal Rania semula.
" Mestilah aku ingat but I'm still worry about it ", muka yang cemas ditayangkan .
" No need . Dad saya makan nasi aja tak makan orang . Meh masuk , dad nak kenal dengan awak ", pujuk Rania lembut dan Rizqin menganggukkan kepala pasrah dan membuntuti Rania masuk ke dalam rumah banglo tiga tingkat yang megah itu .
Hope you love it . Thanks for the readers that read my book . I was so pleased
Share this novel