Bab 11

Short Story Completed 2463

Hotel bertaraf lima bintang itu menawarkan makan malam yang sangat menakjubkan untuk malam ini istimewa hanya untuk mereka berdua .

Lampu chandelier menghiasi dewan makan itu . Nampak sungguh mewah . Makanan yang mereka makan adalah wagyu steak ??

" It's it good ? ", tanya Rizqin ingin tahu .

" Yes , you know my taste well ", kata Rania dengan mulut yang penuh daging . Memang kena seleranya betul .

Rizqin ambil sapu tangan yang tersedia atas meja itu dan dia lap mulut Rania yang comot .

Rania terkedu dan mata mereka bertaut . Rizqin senyum sikit membuatkan Rania cair .

Ish , Rizqin ni !

Rania tersenyum lalu berkata " terima kasih " .

" Kasih diterima ", dan dia mengeyitkan matanya lalu dia tertunduk malu . Dia mana pernah bergitu dengan orang lain .

Her make him crazy , she one and the only one who make him feel this way .

Setelah perut mereka kekeyangan mereka jalan - jalan di pantai untuk menghirup udara malam yang segar itu .

Click ' Rania mengambil gambar pantai untuk kenangan . Kemudian , dia mahu mengambil gambar dia dipantai itu dan Rizqin dengan pantas datang mendekat untuk bergambar bersama .

" Baru nak ambil gambar sendiri ", Rania mencebikkan bibir pura - pura kesal .

Rizqin menggaru keningnya yang tak gatal . " Mana tahu itu akan jadi satu - satunya gambar kita berdua ".

" Kita memang tak boleh bersatu ya ? ", tanya Rania serius . Wajahnya dilemparkan menghadap pantai untuk mencari ketenangan .

" Aku tak ada jawapan untuk soalan kau tu . Aku harap kau dan aku jadi kita tapi kalau takdir kata lain ? ", soal Rizqin sambil menatap wajah Rania dari samping .

Dapat dilihat Rania sedang menahan tangis . Ingin sahaja dia memeluk gadis dihadapannya sekarang ini namun mereka belum ada hubungan yang halal .

" Sebelum masa itu tiba kita bukannya tak boleh bercinta kan ? So , would you like to be my lover ? ", ucap Rizqin romantis dan nada suaranya pun dilembutkan tak macam selalu .

Rania mengelap air matanya yang seakan mahu gugur di pipi . Dia memalingkan wajahnya menghadap lelaki yang dia cinta .

Rania menganggukkan kepala laju tanpa fikir apa - apa . Dia dah lama nantikan saat ni untuk tiba jadi dia memang tak fikir banyak .

" I love you unconditionally ", ucap Rizqin bersungguh - sungguh . Dia sangat pasti dengan perasaan yang dia ada untuk Rania . Perasaan cinta dan sayang .

" I love you at first sight and always will and always be . Forever ", ucapan dari Rania membuatkan Rizqin tersenyum sampai ketelinga . Banyak sangat dia senyum hari ni . Sampai boleh terkoyak mulut .

Mereka berharap benda yang sama iaitu , memiliki antara satu sama lain .

Mereka berjalan beriringan sepanjang pantai dan mereka tak terus balik tapi singgah di hotel untuk tidur disana kerana hari sudah lanjut malam . Jangan risau hotel aja sama bilik lain - lain .

Nantikan bab seterusnya di Kita . Komen jangan tak komen . Okay tak setakat ni ?

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience