Bab 7

Short Story Completed 2463

" Assalammualaikum , Mrs Aura . Ada apa nak jumpa saya ? ", lembut Rania bertanya lalu dia menghulurkan tangan ingin salam pensyarah tersebut .

" Waalaikumsalam ", jawab Mrs Aura acuh tak acuh . Dia menyambut huluran salam itu dengan muka yang tak ikhlas .

" Nak tahu kenapa saya nak jumpa kamu ? ", disoalnya Rania semula .

Aik , aku tanya dia , dia tanya aku balik . Betul tak Mrs ni ?

Rania menggelengkan kepala perlahan . Mrs Aura tersebih .

Heh , dia ni betul - betul tak tahu ke atau sengaja buat tak tahu ?

" Aku suka dekat Rizqin tu . Kalau boleh aku tak nak lah yang ada orang yang mahu rosakkan hubungan ni ", anak matanya menikam anak mata Rania memberi amaran .

Rania membalas dengan pandangan yang tajam . Mereka membalas pandangan yang sengit itu . Kemudia Mrs Aura mengalah .

Cis , maybe it's not my day .

Rania seperti mahu tergelak disitu tapi dia tahan .

" Ehem , ingat tak pesanan saya tadi tu ? ", Mrs Aura berdehem untuk menutup malu .

" Rizqin cakap dia sekarang tengah single dan Mrs Aura cakap Mrs suka pada dia . Saya rasa kan Mrs yang perlu terus terang . Kenapa cakap pada saya ? " .

" Saya dah berterus terang pada dia dan dia tolak . Dia kata dia sukakan seseorang dan saya perasan dia asyik keluar dengan kamu ", terang Mrs Aura .

Dia sukakan seseorang ? Siapa ? Haish

" Saya suruh dia ajarkan saya IT bukannya keluar dating . Kalau dia sukakan seseorang itu bukan tanggungjawab saya . Saya harap dia tak suka Mrs ", ayat terakhirnya itu dicakap perlahan .

" Hah , apa ? ", soal Mrs Aura . Dia macam terdengar suara halus Rania yang bicara buruk tentangnya .

" Tak ada apa - apa Mrs ", Rania gelabah .

" Baguslah kalau kamu dengan dia tak ada apa - apa . Saya cuma nak pastikan satu perkara lagi dari kamu ", pandangannya yang lega kembali tegang .

" Apa ? " .

" Kamu betul tak ada simpan sekelumit perasaan pun pada dia ? " .

" Be.. Betul Mrs ", balas Rania sedikit tergagap. Dia hanya ingin keluar dari situ secepatnya .

" Bagus . Kamu boleh pergi ".

" Ter... ", baru je nak ucap terima kasih pada Mrs Aura . Dia kembali mencelah .

" Kejap , sebelum saya lupa . Can I ask you do a favour for me ? ".

" it's it a task ? ".

" Yes , a simple one ".

" Okay and what it's it ? ".

" Spy on Rizqin . I want to know who he fall in love with ".

Rania menganggukkan kepala tanda faham dan mengucapkan terima kasih lalu beredar dari situ .

Sakarang dia rasa lebih ingin tahu . Kalau Mrs Aura tidak menyuruh dia siasat pun dia akan siasat . Nak tahu juga orang yang macammana Rizqin minat .

Ring ! Ring !

Telefonnya bergegar menandakan ada wassap masuk . Dia membukanya dan pesanan itu datang dari Rizqin .

Rizqin
Maafkan aku sebab aku kena cancel kelas kita . Aku ada hal .

Tangannya pantas menjawab " tak apa ".

Selesai saja wassap Rizqin , aku dapat wassap dari sahabat karibku pula . Siapa lagi kalau bukan Hajar .

Hajar
Maaf weyh . Harraz ajak aku keluar . Aku ingat nak ajak kau dengan Riz tadi tapi dia kata kau tak boleh ikut sebab korang ada date malam ni . Betul ke ?

Ha ? Dia nak ajak aku keluar ? Betul ke ni ? Rania tersenyum lebar sambil membalas ' chat ' itu .

Aku
Serius ah , dia nak ajak aku keluar ? Dia tak ada cakap apa - apa pun kat aku .

Habistu , Riz pun tak ikut kau lah ni ?

Hajar
Iya , dia sendiri cakap kat aku . Untunglah kau . Aku rasa dia suka kat kau la . macammana kau suka kat dia bergitu juga dia .

Eh , tak lah . Dia kata ikut aku ngan Harraz dating .

Dia kata nak tenangkan fikiran sebelum jumpa kau

Aku
Iya , ke weyh ? Tak sabarnya !

Well apa - apa pun have fun with your date , sweetheart .

Hajar
Thanks , love

Dan aku menutup telefon semula . Hati rasa berdebar dan berbunga . Dapat date ngan Rizqin . Kau ada ?

Terima kasih untuk yang sudi baca novel ini . Saya tak mengharapkan banyak tapi cukuplah sekadar komen . Saya nak tahu setakat ini cerita ini membosankan atau tidak ? Tolong komen ya ? Nantikan bab seterusnya di Kita .

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience