" Assalammualaikum , Mrs Aura . Ada apa nak jumpa saya ? ", lembut Rania bertanya lalu dia menghulurkan tangan ingin salam pensyarah tersebut .
" Waalaikumsalam ", jawab Mrs Aura acuh tak acuh . Dia menyambut huluran salam itu dengan muka yang tak ikhlas .
" Nak tahu kenapa saya nak jumpa kamu ? ", disoalnya Rania semula .
Aik , aku tanya dia , dia tanya aku balik . Betul tak Mrs ni ?
Rania menggelengkan kepala perlahan . Mrs Aura tersebih .
Heh , dia ni betul - betul tak tahu ke atau sengaja buat tak tahu ?
" Aku suka dekat Rizqin tu . Kalau boleh aku tak nak lah yang ada orang yang mahu rosakkan hubungan ni ", anak matanya menikam anak mata Rania memberi amaran .
Rania membalas dengan pandangan yang tajam . Mereka membalas pandangan yang sengit itu . Kemudia Mrs Aura mengalah .
Cis , maybe it's not my day .
Rania seperti mahu tergelak disitu tapi dia tahan .
" Ehem , ingat tak pesanan saya tadi tu ? ", Mrs Aura berdehem untuk menutup malu .
" Rizqin cakap dia sekarang tengah single dan Mrs Aura cakap Mrs suka pada dia . Saya rasa kan Mrs yang perlu terus terang . Kenapa cakap pada saya ? " .
" Saya dah berterus terang pada dia dan dia tolak . Dia kata dia sukakan seseorang dan saya perasan dia asyik keluar dengan kamu ", terang Mrs Aura .
Dia sukakan seseorang ? Siapa ? Haish
" Saya suruh dia ajarkan saya IT bukannya keluar dating . Kalau dia sukakan seseorang itu bukan tanggungjawab saya . Saya harap dia tak suka Mrs ", ayat terakhirnya itu dicakap perlahan .
" Hah , apa ? ", soal Mrs Aura . Dia macam terdengar suara halus Rania yang bicara buruk tentangnya .
" Tak ada apa - apa Mrs ", Rania gelabah .
" Baguslah kalau kamu dengan dia tak ada apa - apa . Saya cuma nak pastikan satu perkara lagi dari kamu ", pandangannya yang lega kembali tegang .
" Apa ? " .
" Kamu betul tak ada simpan sekelumit perasaan pun pada dia ? " .
" Be.. Betul Mrs ", balas Rania sedikit tergagap. Dia hanya ingin keluar dari situ secepatnya .
" Bagus . Kamu boleh pergi ".
" Ter... ", baru je nak ucap terima kasih pada Mrs Aura . Dia kembali mencelah .
" Kejap , sebelum saya lupa . Can I ask you do a favour for me ? ".
" it's it a task ? ".
" Yes , a simple one ".
" Okay and what it's it ? ".
" Spy on Rizqin . I want to know who he fall in love with ".
Rania menganggukkan kepala tanda faham dan mengucapkan terima kasih lalu beredar dari situ .
Sakarang dia rasa lebih ingin tahu . Kalau Mrs Aura tidak menyuruh dia siasat pun dia akan siasat . Nak tahu juga orang yang macammana Rizqin minat .
Ring ! Ring !
Telefonnya bergegar menandakan ada wassap masuk . Dia membukanya dan pesanan itu datang dari Rizqin .
Rizqin
Maafkan aku sebab aku kena cancel kelas kita . Aku ada hal .
Tangannya pantas menjawab " tak apa ".
Selesai saja wassap Rizqin , aku dapat wassap dari sahabat karibku pula . Siapa lagi kalau bukan Hajar .
Hajar
Maaf weyh . Harraz ajak aku keluar . Aku ingat nak ajak kau dengan Riz tadi tapi dia kata kau tak boleh ikut sebab korang ada date malam ni . Betul ke ?
Ha ? Dia nak ajak aku keluar ? Betul ke ni ? Rania tersenyum lebar sambil membalas ' chat ' itu .
Aku
Serius ah , dia nak ajak aku keluar ? Dia tak ada cakap apa - apa pun kat aku .
Habistu , Riz pun tak ikut kau lah ni ?
Hajar
Iya , dia sendiri cakap kat aku . Untunglah kau . Aku rasa dia suka kat kau la . macammana kau suka kat dia bergitu juga dia .
Eh , tak lah . Dia kata ikut aku ngan Harraz dating .
Dia kata nak tenangkan fikiran sebelum jumpa kau
Aku
Iya , ke weyh ? Tak sabarnya !
Well apa - apa pun have fun with your date , sweetheart .
Hajar
Thanks , love
Dan aku menutup telefon semula . Hati rasa berdebar dan berbunga . Dapat date ngan Rizqin . Kau ada ?
Terima kasih untuk yang sudi baca novel ini . Saya tak mengharapkan banyak tapi cukuplah sekadar komen . Saya nak tahu setakat ini cerita ini membosankan atau tidak ? Tolong komen ya ? Nantikan bab seterusnya di Kita .
Share this novel