Bab 16

Short Story Completed 2463

Rania segera memparkir keretanya di tepi pantai . Hari ini dia terpaksa berjumpa dengan orang yang paling dia tidak mahu temui . Tapi dia perlukan jawapan untuk luka yang dia rasa tanpa sebab itu .

" Assalammualaikum , sorry I'm late ", suara garau itu berbunyi indah . Setelah sekian lama dia tidak mendengarnya , dia tetap tidak boleh melupakan suara itu walaupun sesaat .

" Waalaikumsalam , it's okay . Aku pun baru sampai . Relax dude ", balasku tenang dan aku mengalihkan pandangan dari bertentangan mata dengannya .

" How life ? ", soal Rizqin sedikit kekok .

" Good than ever ", perli Rania .

" Miss me ? ", soalan ini mengundang tawa sinis Rania .

" No ", balasnya dengan muka menyampah .

" Or maybe it's you who miss me ", tambahku lagi .

" Yeah , damn much ", balas Rizqin tenang membuat Rania tersenyum sinis .

" Oh , darn it . Just please, don't you act like that . You hurting your wife feelings " .

" But I don't really love her ".

" Then why you have three kids with her ? You talking nonsense . You want her and you got her . You should tell me from the beginning than we never hurts each other like this ", air mata sedaya upaya ditahan . Harinya rasa perih dengan perilaku Rizqin yang dia langsung tidak faham .

" I have to marry her but I wasn't truly love her and about children , yeah they are mine with her. Tapi aku terpaksa. Keluarga dia dan keluarga aku paksa aku. So, kau rasa pilihan apa yang aku ada?", balas Rizqin masih tenang seperti tiada apa - apa pun berlaku .

" It's been five years and why you want to meet me , today ? You should just go and never come back again . I'm happy with my life and yes , I'm Getting Married ", kataku menekankan ayat terakhirku .

" Really ? Good than . I know that I was not good enough for you . I hurt you and it's hurt me too " .

" Jawapan aku sebab tinggalkan kau dulu ialah aku kena bayar semua budi Mrs Aura . Maaf sebab tinggalkan kau macamtu aja. Moga kau bahagia selalu dan aku sayangkan kau walaupun Kita tak boleh bersama ", perkataan ' Kita ' yang ditekankan Rizqin membuat Rania sebak .

" Aku pun nak kau bahagia . Aku maafkan kau dan aku harap kau maafkan aku sebab aku fikir buruk pasal kau and I love you too ", dan mereka saling berpandangan . Pandangan mata mereka itu sarat dengan rasa rindu yang tidak bertepian .

"Maaf sebab rasa marah aku, aku lupa jasa kau selama ni. Sebab kau juga aku lulus it dulu."

"Itu atas usaha kau juga. Aku sentiasa bangga dengan kau. Kau perempuan yang kuat. Sementara tu aku lelaki dayus yang tinggalkan engkau sebab perempuan lain."

"Who say? I'm proud to meet someone like you. After aku tahu apa yang berlaku, aku jadi bersalah. Keluarga kau lagi penting. Family first, right? Kalau aku jadi kau, aku akan buat benda sama."

Kami akhirnya membuat keputusan untuk berjalan - jalan sekeliling pantai yang mengimbau kenangan lama yang manis . Walaupun sekarang , masing - masing tidak boleh bersama namun perasaan yang mereka ada untuk sama lain cukup untuk buat mereka ketawa gembira seperti dulu lagi .

Hari sudah hampir senja dan mereka terasa berat untuk mengucapkan selamat tinggal .

" Erm ", masing - masing ingin bercakap pada waktu yang sama .

" Kau dulu ", kata Rizqin .

" Tak , kau dulu ", balasku tidak mahu kalah .

" Lady first , right " .

" Okay , fine ", kataku mengalah dan menjulingkan mata ke atas .

" Selamat tinggal , sayang . Sedetik waktu bersamamu akan ku kenang Seumur hidup ", kataku ringkas namun padat .

" Selamat tinggal juga , sayang . Aku akan selalu doakan kebahagiaan kau . Boleh aku tahu siapa orang yang kau nak khawin tu Manda ? ", kata Rizqin dengan perasaan yang ingin tahu yang membuak - buak .

" Helmi Ray Dato Ishak ", balas Rania ringkas . Iya , Helmi ialah anak Dato Ishak . Mereka dikenalkan oleh ayah - ayah mereka dan Rania akur dengan pertunangan mereka . Helmi baik orangnya cuma dia yang susah buka hati untuk orang lain . Mulai sekarang dia berjanji pada diri sendiri dia akan mula mengenal hati budi Helmi .

Mereka tersenyum sesama mereka dan melambaikan tangan untuk perpisahan yang sebenarnya . Sampai sahaja dalam kereta , mereka menangis . Sama - sama menangis sebab luka yang merobek hati mereka melihat kekasih yang dicintai separuh hati berkhawin dengan orang lain namun takdir telah berkata sedemikian . Janganlah kita mentidakkan takdir-Nya .

****___****___****___****

Lima tahun lagi berlalu dan mereka telah berbaik - baik sesama mereka . Tiada lagi perasaan cemburu , dendam mahupun sakit hati .

Walaupun Rania dan Rizqin masih mencintai . Mereka menanamkan perasaan itu jauh - jauh untuk menjaga hati pasangan masing - masing .

Kadang - kadang cinta bukan untuk dimiliki namun sudah cukup dirasai dan dengan melihat orang yang kita sayang juga telah mencukupi buat kita bahagia .


Tamat

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience