Completed
13300
" Di Mana Regina!"
" Dia tiada disini! Bukankah Regina di Auris!"
" Raja sekiranya Ayahanda tidak berterus Terang.. Permaisuri akan menerina akibat dari perbuatan Raja.. Bagaimana?"
" Beta Tak tahu di Mana Puteri! Auris selamanya musuh Maurry!"
" Bukan Itu yang Diharapkan Beta bila kesini. Dimana Putera Edward, Putera Mahkota Maurry?"
Tubuh Raja Maurry Itu ditendang Noah, dia tiada lagi perasaan. Pencariannya mencari Regina membuatkan dia tidak lagi mampu berfikir..Dia hanya mahukan Regina Kembali..
" Raja, dibahagian sayap utara Istana telah dicari Masih belum menemui Puteri Dan Putera Raja Maurry!"
Seorang Panglima menghadap Noah.. Pencariannya sekitar kawasan dikerah, Dan gagal menemui apa yang dicari..
Noah hanya menjeling Dan memberikan isyarat tangan untuk Panglima Negaranya pergi Dan membantu di Bahagian lain.. Dia amat pasti tujuan dia kesini tidak tersilap. Regina Tentu sahaja bersembunyi di Istana Maurry, dia hanya memerlukan beberapa perancangan hingga kedua - Dua Putera Dan Puteri Maurry muncul..
" Sudah beta katakan Putera Dan Puteri Maurry tiada di Istana.. Apa yang Raja Auris mahukan dari Beta!"
" Nyawa!"
Tanpa menunggu Peluang lagi, kepala Permaisuri Maurry dipancung Noah Tanpa belas di hadapan Raja Maurry..
" Permaisuri! Raja Maurry menjerit sekuat hati dengan kekejaman yang dilakukan oleh Raja Baru Auris... Lelaki Itu benar - benar Raksasa.. Kepala Permaisuri terpisah dari badan...Badan Permaisuri Rebah dilantai, darah menghiasi lantai Balai Diraja Maurry, semua tahanan Auris menunduk ketakutan dengan tangan diikat dibelakang badan...
Kekejaman Raja Auris sungguh dasyat, lebih menakutkan dia telah membunuh Wanita Pertama bagi kerjaaan Maurry, Permaisuri yang merupakan bonda kepada Puteri Regina sendiri..
" Kejam!
Puter Raksasa!
Auris akan menerima sumpahan..Hidup Raja tidak àkan Selamat..
Permaisuri...
Adinda!
Jangan mati!
Jangan Mati...
Tubuh Tanpa kepala dipeluk erat oleh Raja..cintanya kepada Permaisuri Masih utuh Biarpun nyawa telah terpisah dari badan... raja menanggisi pemergian pasangannya yang dibunuh kejam oleh Noah...
" Permaisuri telah mati!"
Noah hanya melihat kearah Raja yang memeluk tubuh Tanpa kepala.. Dia tiada belas, Selagi dia tidak menemui Regina, sesiapa yang menghalangnya akan ditamatkan riwayat Dan menerima nasib yang setimpal dengan Permaisuri..
" Jadi Raja? Beta akan tamatkan nyawa semua yang Ada disini jika Beta tidak dapat jawapan di Mana Puteri.. Dimana Puteri?"
" Bunuh sahaja Beta!"
Raja Maurry telah kematian Rasa bila dilihat pasangannya Rebah...tiada lagi kebahagian yang tinggal di Dunia dirasakan. Sekiranya nyawanya diambil dari tubuh Kini, dia tiada penyesalan.. Untuk memberitahu di Mana Puterinya berada..Itu dirasakan Raja adalah suatu kesilapan yang Besar dalam dirinya jika Hal Itu dibuat..
Putera dan Puterinya harus Selamat.. Selamat dari Putera Raksasa..
***
Regina mengetap bibir, dia di dalam persembunyi.. Namun Jeritan dari Ayahandanya sayu.. Dia mendengar dengan Jelas suara Raja Maurry meraung Seakan menanggisi sesuatu..
Perkara yang menjadi tanda Tanya bagi Regina...telah beberapa jam dia bersembunyi... Edward telah keluar dari persembunyi setelah suara Ayahanda mereka bergema...Edward pergi untuk mendapatkan jawapan..
Jawapan bagi segala yang berlaku di Kerajaan Maurry... Istana Maurry..
" Puteri bertenang! Sekejap lagi Putera akan membawakan berita. Semuanya akan Selamat!"
Dayang menenangkan Puteri Reginà yang gelisah.. Dari tadi Puteri berjalan kehulu hilir Tanpa arah tujuan..sebagai Dayang dia risaukan Puteri Regina, dengan masalah tubuh Puteri yang sarat mengandung...
" Dayang, kenapa Edward perlukan masa yang lama untuk mengetahui apa yang jadi pada Istana.. hati Puteri tidak sedap..Seakan perkara buruk telah berlaku disini!"
" Hamba..... Puteri..Mungkin Raja sedang bincangkan sesuatu dengan Raja Auris. Puteri perlu bersembunyi, lagipun ini adalah perintah Raja..!"
Dayang mengingatkan Puteri Regina tentang titah Raja agar bersembunyi sehingga segalanya selesai.. Dia hanya dibenarkan keluar sehingga burung merpati putih dilepaskan ke udara.. Burung Diraja, simbul bagi Kerajaan Maurry..
Jika burung merpati Putih bebas diudara, Itu menandakan keadaan telah Selamat Dan Puteri Selamat keluar dari tempat persembunyian yang telah dikhaskan oleh Raja..
" Dayang adalah burung merpati telah bebas keluar dari uadara?"
Regina gelisah dia telah menunggu tadi dengan lama...Namun Masih gagal menemui jawapan ...Apa sebenarnya yang berlaku pada Maurry..Apa Noah Masih tidak berputus asa..
Dalam kegelisahan Regina, mimpi yang menghantuinya dulu mulai mengahantui Kembali...Dia terbayangkan apa yang terjadi dalam mimpinya..
Jeritan Raja..
Tubuh Permaisuri...
Tubuh Raja...
Edward...
Regina berdiri dalam keadaan ketakutan dengan semua yang Kembali terbayang di matanya....Wajah bengis Noah..Kehancuran Maurry..
" Dayang !" Regina mengigil ketakutan, ketika ini dia hanya memandang Dayang untuk Semua perkara dalam bayangannya tidak benar...Dia kaku berdiri..
" Puteri apa yang jadi?"
Dayang gelisah dengan kelakuan Puteri yang tiba - tiba mengigil, Dan kaku berdiri Tanpa Sebarang reaksi..
" Beta perlu kesana! Nyawa keluarga Diraja dalam bahaya!"
Regina berlari keluar dari tempat peesembunyi, terdapat 7 pintu yang dibina Khas oleh Raja Maurry untuk Puteri Regina bersembunyi...
Selepas pintu ketujuh, Regina Masih berlari dengan pantas untuk Segera ke Balai Diraja sebelum segalanya terlambat...
" Hentikan!"
" Hentikan!"
" Hentikan!"
Regina melihat kearah keseluruhan ruang dalam Istana..Hancur hatinya melihat semua yang terjadi di depan mata...
Dia benar - benar adalah pembawa bencana kepada Maurry..Kesan dari dirinya berada di sini telah Jelas terpampang di depan mata..
" Hentikan! Hentikan
Hentikan semua perkara ini!"
Lutut Regina lemah...Dia memandang kearah Edward yang berada di hadapan Noah, dengan pedang ditangan Noah telah berada di sebelah Kanan leher Edward..
Jika dia lambat nyawa Edward akan melayang..
Dalam ketidakupayaan Regina untuk berjalan,akibat kakinya lemah dengan apa yang jadi..Regina menggunakan tangan untuk merangkak bagi mendapatkan Edward Dan Noah yang tidak berapa jauh darinya..
" Puteri, keluar!"
Edward memberikan arahan kepada Regina..Dia tidak sanggup melihat Regina pergi mengikuti Puteri Kejam di depannya..
Kedua - Dua orang tua mereka telah dibunuh kejam oleh Noah Raja Auris Dan Kini nyawanya pula yang akan menjadi mangsa berikutnya ..Dia tidak menyesal jika nyawanya diambil, dia mahu pastikan Regina Selamat dari kekejaman Noah..
Namun apa yang terjadi di depan mata Edward adalah sesuatu di luar dari kemampyannya..
Regina keluar dari tempat persembunyian bagi menyelamatkannya..
Puteri dirasakan Edward sedang perbodohkan diri..
" Noah! Puteri yang Putera mahukan.. Lepaskan Edward. !"
Untuk pergi kearah Edward Regina terpaksa merangkak di darah yang terdapat telah memenuhi lantai di raja ..Darah Diraja Permaisuri Dan Raja Maurry yang dibunuh kejam oleh Noah..
Sayu hati Regina melihat tubuh keduanya tewas untuk melindunginya.Regina menyalahkan dirinya dengan semua yang telah terjadi...dan Edward tidak àkan dibenarkan untuk tewas seperti keduanya...
Kedua orang tuanya terpaksa menjadi mangsa dengan kekejaman Noah Dan.. Regina bertekad tidak àkan sesekali memaafkan Noah kerana menghancurkan hidupnya..
" Puteri kenapa berdegil! Pergi dari sini"
Edward dengan marah melihat kearah Regina...Dengan segala pengorbanan yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka bagi melindungi Puteri Maurry, Regina Masih tetap mahu dirinya diserahkan kepada Puteri Raksasa..
" Lepaskan Edward Putera. Puteri akan ikut Putera!"
Regina memandang kearah Noah untuk meminta simpati agar Edward tidak dicederakan.. Telah enam bulan Regina tidak menemui Noah Dan berharap sifat Putera Raksasa Itu akan berubah..
" Selamat bertemu Puteri?"
Noah berjalan kearah Regina dengan memberikan senyuman mengerikan..
" Puteri yang Putera mahukan, lepaskan Edward!"
Tubuh Regina yang diipenuhi darah hanyir diangkat Noah di dalam dakapannya.. Reginà hanya membiarkan tubuhnya di tubuh Sasa lelaki Itu..
" Puteri telah enam bulan ...Dan beta menemui Puteri Kembali!"
Senyuman Noah semakin sinis, Regian dapat rasakan Itu adalah ugutan dari Noah untuknya...Meninggalkan lelaki Itu bukan sesuatu yang mudah.. Pasti lelaki Raksasa Itu telah merencanakan sesuatu untuknya..
Tanpa menghiraukan orang ramai di Balai Itu, satu ciuman diberikan Noah kepada Regina dengan ghairah...bagaikan tubuh Regian di dalam pelukanya Ingin dihancurkan..
Selepas ciuman dirungkaikan, Regina Kembali bernafas...
" Puteri ada sesuatu yang perlu diucapkan kepada Edward sebelum pergi dari sini!"
Noah tiada halangan.. Perlahan - lahan tubuh Regina dijauhkan untuk menemui Edward...
Mungkin Itu adalah penemuan terakhir Regina bersama Edward..
" Putera!"
" Pergi dari sini!"
Edward telah hilang kawalan..Dia tidak sanggup mengakui bahawa dia telah gagal untuk menyelamatkan Regina..
" Edward! Adinda Masih Selamat dan Maurry....Itu yang lebih Penting dari Adinda..!"
Tubuh Edward dipeluk erat oleh Regina..tubuh Kekandanya tidak mahu dilepaskan..
" Apa maksud Adinda? Puteri?"
Edward melihat Regina, dia Masih tidak menangkap maksud yang dinyatakan oleh Regina..
" Putera akan memerintah Negara ini. Pulihkan Kembali Negara, sepanjang waktu Itu Puteri akan pastikan Auris akan menyokong penuh Maurry, jika Puteri Masih Selamat disana..
" Apa maksud Puteri?"
Edward cuba memahami..Apakah Puteri mengorbankan hidupnya untuk melihat Maurry Dan rakyatnya Selamat .
" Ini pengorbanan Adinda sebagai Puteri Maurry. Hanya ini yang mampu Adinda lakukan untuk Maurry Masih mempunyai Raja..Raja Edward! Maurry Masih mempunyai Raja untuk memerintah!"
" Adinda! Puteri Tak perlu lakukan ini semua..Biar sahaja nyawa Beta terkorban!"
Edward menanggis dengan pengorbanan Regina bagi menyelamatkan nyawanya..Dia tidak mampu untuk berpisah dengan Regina Dan menyerahkan diri Regina kepada Auris, lebih - lebih lagi kepada Putera Raksasa seperti Noah..
" Putera, Rakyat Maurry yang lebih Penting dari Puteri..Kerajaan Maurry perlu diselamatkan dan Adinda tahu, Putera akan jadi Raja yang hebat. Relakan pemergian Adinda Dan jangan Cari Adinda lagi.. Itu semua untuk kepentingan Rakyat Maurry!"
Satu ciuman diberikan Regina kepada Edward untuk salam yang terakhir.. Dia tidak mahu lagi Edward memikirkan lagi cara untuk menyelamatkannya lagi, dia mahu Edward fokus bagi memerintah Maurry Dan menjadi Kuasa Besar suatu Hari nanti..
Dia tidak mahu Maurry dalam kesusahan dikemudian Hari jika Noah tahu Dan terjadi lagi peperangan diantara Maurry Dan Auris yang menyebabkan kehilangan jiwa bagi Rakyat..
" Puteri pergi dulu!"
Pelukan dilepaskan Regina dari tubuh Edward...Edward memandang kearah satu - satu tubuh adindanya Dan Puteri tunggal Maurry hinggalah tubuh Itu hilang dari pandangan...
" Puteri!"
Edward memanggil Regina dalam hati...Dia merasakan sayu Dan sakit dihatinya dengan pemergian Puteri..
"Jangan Cari Puteri lagi! Janji!"
Regina menitiskan air Mata Dan berbicara dalam hati untuk Edward melupakan dirinya yang suatu masa dulu pernah menjadi Puteri di Maurry..
Enjoyyy utk para pembaca..Jangan Stress ')
Share this novel