Completed
13300
Regina dalam keadaan mengigil ketakutan, tangan Edward ditarik sebaik sahaja kekandanya muncul...
" Adinda mahu keluar dari sini Putera..Adinda akan membawa bencana kepada Maury, Keluarga Diraja malah penduduk Maury!"
" Regina...Puteri apa yang berlaku?"
Edward mengambil tempat di sisi Regina..Tubuh kenik Puteri dipeluk dalam pelukan..
Wajah Regina yang ketakutan Dan pucat membuatkan hatinya gusar...Entah apa yang terjadi kepada Regina..Hinggakan ketakutan begitu....
" Putera...Raksasa....Dia mencari Adinda...Dia tidak àkan lepaskan Adinda! Adinda tidak mahu sesuatu yang buruk terjadi di Maurry disebabkan Adinda!"
Regina menaggis teresak - esak..Pelukan di kemaskan dalam tubuh Edward..
Dia sungguh tidak berdaya dengan apa yang terlihatkan di dalam mimpinya...Seakan - àkan apa yang dipaparkan adalah benar - benar terjadi..Dia melihat dengan Jelas semua yang berlaku...
Dan dia hanya memerhati Tanpa mampu berbuat apa - apa..
" Puteri...Itu hanya mimpi..Puteri Selamat disini...Kekanda takkan lagi benarkan Puteri keluar dari negara ini...Bukan sahaja Putera Noah, Mana - mana Putera pun takkan bawa Puteri keluar dari sini Tanpa persetujuan Puteri sendiri..
Beta akan pertahankan Puteri dengan nyawa Beta...Beta janji!"
Edward bersumpah...Satu ciuman dihadiahkan di ubun - ubun Regina..
Salahnya dulu Dan Raja..Mereka salah membuat perhitungan dengan menghantar Regina keluar dari istana untuk mengelakkan terjadinya perang antara Dua Negara..
Natijahnya dari Keputusan tergesa - gesa, Regina yang merana...Dia adalah mangsa dari semua yang terjadi akibat tersalah perhitungan...
Mereka hanya memikirkan masa depan Regina Tanpa mengetahui perkara sebaliknya yang mungkin terjadi...
" Edward..bagaimana jika dia kesini?'
Bersama linangan air Mata Regina memohon simpati agar Edward percaya dengan kata - katanya Biarpun Hal Itu mengarut dirasakan Regina sendiri...
" Itu hanya mimpi Puteri...Hanya mimpi..Puteri Selamat di sini!"
" Edward!....
" Sssssssssshhhhhhh! Puteri harus berehat, keadaan Puteri lemah disebabkan kandungan...Beta akan temankan Puteri disini...Pejamkan Mata Puteri!"
Edward memujuk, dia Terlalu menyayanggi Regina...Dia Masih menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi...
Jika dulu dia mempunyai keberanian seperti sekarang...dia takkan melakukan kesilapan sama...
Kesannya...Regina hamil..Perkara yang Dia sebagai Putera Mahkota Dan Raja tidak boleh ubah..Hidup Puteri Mahkota Maury musnah..
Setengah jam berlalu, bila dilihat Edward pernafasan Regina telah perlahan barulah tubuh itu ditinggalkan...Dia perlu lakukan sesuatu untuk memulihkan semangat Puteri..
Puteri Regina tidak àkan dibenarkan menderita lagi...
******
" Hamba menghadap untuk memberikan berita terkini ?" Seorang hamba dari medan peperangan hadir di balai istana untuk menyampaikan berita tentang peperangan..
Keadaan hamba yang tiba tergesa - gesa dalam ketakutan...Kelihatan Jelas dimata Raja Anal, kedua - Dua kakinya mengigil..
" Katakan pada Beta? Apa berita yang dibawa?" Raja Anal tidak sabar..Hatinya tidak sedap dengan apa yang terlihat Dan terjadi di depannya...seperti Petanda buruk telah berlaku...
" Rombongan musuh berjaya bebas dari panahan beribu..Rombongan musuh sekarang sedang menuju kesini!"
" Apa!"
Berita Itu mengejutkan Raja Anal Dan Permaisuri..Permaisuri dilihat Raja Anal telah berjalan kearah hamba..
" Apa yang kamu mengarut. Bagaimana Noah berjaya keluar dengan Selamat dari panahan beribu. Bagaimana dengan rombongan tenteranya? Berikan laporan penuh pada Beta!"
Apakah ada yang belot dalam perancangan?" Giliran Raja Anal pula bertanya...
Menjegil Mata Permaisuri memberikan titah, hatinya tidak berpuas hati..Bagaimana nasib Noah selalu baik Dan nasib Puteranya Anal selalu malang...
Dari kandungan, bayi, kanak - kanak dan Dewasa..Pelbagai perkara telah dilakukan Permaisuri untuk menamatkan nyawa Putera Pertama, Dan seringkali Itu Juga rancangan jahatnya tidak berhasil..berkali - Kali nyawa Noah diselamatkan..
Tidak pada Kali ini...Noah sudah tiada sokongan Raja, suaminya yang dibunuh dalam perancangannya bersama Anal..Jadi bagaimana Putera Raksasa Itu Masih boleh terlepas..
" Sepertinya Raja, Permaisuri...Rombongan Putera...Ada sesuatu seperti perisai yang melindungi Putera Dan rombongannya..Semua panahan beribu tidak Mengena..Malah Panglima di perbatasan Pertama telah mengerahkan meriam Dan Bom digunakan...Semuanya tidak berhasil...
" Shit! Beritahu beta bagaimana dengan perbatasan Kedua? Adakah disitu tidak berhasil meyekat kemaraan Noah?"
" Hamba hanya diarahkan untuk menyampaikan berita tentang laporan perbatasan pertama. Maafkan hamba Raja!"
" Apa kamu tidak tahu apa yang jadi?"
" Panglima hanya mengarahkan patik kesini menghadap Raja untuk memberi amaran kepada perbatasan Kedua untuk mengukuhkan pertahanan mereka, jika berlanjutan seperti ini dalam Dua jam lagi..Perbatasan pertama akan musnah.."
" Tak guna!"
" Pap!"
" Pengawal siap sediakan senjata peperangan Diraja di perbatasan Ketiga Dan Keempat...Begitu Juga Perbatasan Utama..Noah akan dapat dikalahkan dengan senjata Keluarga Diraja!"
Mengigil Raja Anal menahan kemarahn bila rancangannya mengundurkan Noah tidak berjaya..
" Terima perintah Raja!"
Panglima Mark muncul..Dia tahu jika perlatan peperangan Diraja dikeluarkan, Itu adalah tugasannya yang diamanahkan Raja..
Ternyata Putera Noah yang sedang dihadapi oleh Auris bukan seorang lelaki biasa. Perbatasan Pertama sahaja telah dilengkapi dengan semua pertahanan kebal Dan peralatan perang yang terkini..
Jika Auris menghadapi peperangan anatara Dua Negara.. Pihak musuh perlu masa berbulan - bulan untuk menyalahkan pertahan di perbatasan Pertama..
Tapi sebaliknya terjadi.... peperangan bersama Noah atau Putera Noah hanya memakan masa hanya beberapa Jam...
Siapakah Putera Noah sebenarnya ..?????
.Apa yang ada pada Putera tersebut hinggakan , hanya memerlukan masa sehari untuk pertahan Pertama dikalahkan...Apakah mereka berperang dengan manusia atau sebaliknya..
sedang Mark Masih dalam pikiran teka teki, Permaisuri mencelah....
" Raja.. Adakah Anal pasti untuk menggunakan perlatan peperangan Diraja! Tidakkah Hal Itu Terlalu awal?"
Selaku Permaisuri Dan Bonda kepada Anal, Permaisuri merasakan dia perlu memberikan nasihat sekiranya Putera terburu - buru dalam membuat Keputusan..
" Apa maksud Permaisuri!"
Anal semakin marah, Keputusannya dicanggah..Biarpun ketika Itu dia hanya berdua bersama Permaisuri, Keputusannya sebagai Raja tidak sepatutnya dibantah...Dia tahu apa yang dia lakukan Dan Permaisuri tidak perlu masuk campur..
" Bagaimana jika Hal Itu hanya digembar gemburkan Raja..semua yang jadi disebabkan pengkhianat dalaman dalam istana?"
" Pengkhianat!"
Mata Raja Anal Segera melihat kearah Putera Andika yang tidak jauh dari takhtanya...Hanya Andika di dalam fikiran Anal waktu ini...Hubungan Putera Andika dan Putera Noah sangat rapat dahulu..malah lebih erat dari hubungan kandung mereka berdua...
" Adakah Andika!" putera Anal berfikir sendiri dalam hatinya dengan pandangan Masih ditumpukan kearah adindanya... Putera Mahkota Ketiga Auris..
Biarpun dia tahu Putera Andika hanya mendiamkan diri dengan semua perkara yang dia lakukan bersama Permaisuri..Namun di jauh sudut hatinya dia tahu Andika tidak bersetuju dengan semua perbuatannya sewaktu mendapatkan Takhta Diraja...kekejamannya ..Putera Andika hanya menunggu masa untuk kejatuhannya..
" Andika!"
Anal merenung tajam Permaisuri sambil memberikan isyarat Dan senyuman sinis..
" Raja!"
Permaisuri menapak selangkah kebelakang, terkejut dengan bicara dari Raja Anal.... Walaupun dia tidak menyayanggi Putera Andika seperti Mana Dia menyanyangi Puteri Anal, Namun Andika Masih anak kandungnya, Puteranya...dia tidak àkan benarkan sesuatu terjadi kepada Putera Andika..
" Andika tidak àkan melakukan pengkhianat Begitu Raja Anal...Dia Adinda Raja!"
Permaisuri menelan dengan payah dengan perkataan yang terkeluar dari mulutnya dirasakan berat..
" Harap Itu yang terjadi Bonda...Jika Andika melepasi batasan sebagai Adinda.
nasibnya akan sama dengan lelaki yang membuatkan hidup Permaisuri derita..Bezanya Kali ini Permaisuri tidak àkan Terlibat dengan apa yang jadi!"
" Raja...Anal jangan ! Andika tidak àkan belot.. Dia setia pada Raja!"
" Raja yang Mana Permaisuri?"
Raja Anal meninggalkan Permaisuri yang terpingga - pingga disisi kebisuan tidak berkedip...Dia perlu berangkat Segera, ada perkara Penting yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan takhtanya...Dia mahu Semuanya berpihak kepadanya...
Share this novel