Series
2728
detik jam terus berdetak cepat. hari sudah menjelang pagi. di balik rumah kayu yang terlihat sangat usang bahkan terlihat sangat kecil hanya sepetak.rumah yang sudah terlihat penuh lumut di tangga kayu di teras ruamahnya. dengan 2 kursi goyang usang yang sudah terlihat rapuh terpajang di rumah tua itu.
suara gemercik air di luar menandakan hujan turun di pagi hari. seorang gadis cantik duduk di jendela kamarnya menatap hujan yang tak kunjung berhenti. dedaunan hijau dan ranting coklat yang terlihat rapuh itu mulai retak di sapu derasnya hujan pagi hari.
sesekali ia menatap jam diding di tembok putih yang terlihat sudah mulai rapuh dan tak terlihat putih lagi. jam sudah menunjukan pukul 06.45. hari ini ia sedang ada ujian sekolah entah apa dia bisa ikut atau tidak. hujan semakin lama semakin deras suara guntur menggelegar membuat ia bergidik ketakutan. ia menutup telinganya rapat rapat.
" Salsa kamu gak berangkat sekolah" Pungkas ibu salsa
bersandar di tebok depan pintu memandang salsa yang hanya terdiam sendiri di pojok jendela.
" Ibu!! " Salsa berlari memeluk ibunya.
" Salsa ada apa?" Tanya ibunya terlihat bingung dengan
salsa.
" ibu salsa takut petir" Ucap Salsa polos.
" sini ibu temani kamu ya" Ibunya memepah tangan salsa untuk duduk di ranjang bersamanya.
Salsa punya trauma terhadap petir ayahnya meninggal saat tersengat petir. dan sejak kejadian itu ia tidak pernah keluar rumah saat ada petir bahkan dia rala bolos seekolah jika hujan terjadi saat pagi hari seperti ini.
" Salsa kamu anak yang pinter kalau kamu tidak masuk semolah gimana nasib adikmu nantinya. hanya kamu harapan ibu satu satunya nak unyuk mencari nafkah setelah lulus sekolah nanti" Ucap Ibunya mengusap lembut kepala Salsa.
Salsa menyandarkan kepalanya ke pundak ibunya. " ibu jika ayah masih ada pasti kita tidak akan kesusahan seperti ini" Ucap Salsa.
" ibu...." Gio adik salsa berlari menghampiri ibunya dengan membawa secarik kerats di tangannya.
" apa itu gio?" Tanya ibunya.
" Bu ada seorang cari istri lihat dia sangat tampan kan??" Pungkas Gio menyodorkan secatik kertas pada ibunya.
Salsa menarik kertas itu dari tangan Gio. " kamu dapat ini dari mana??" Tanya Salsa dengan nada tinggi membuat gio menunduk takut.
gio hanya diam menunjuk ke luar pintu.
" kakak sudah bilang jangan keluar saat hujan" Salsa beranjak dari duduknya memukul pantat Gio berkali kali.
" Ampun kak..!!"
" gio tidak akan ulangi lagi" Ucap Gio mencoba menghindar dari kakaknya.
" Sudah lah Sa jangan sering memukul dia dengarkan penjelasan dia dulu" Ucap ibunya lembut.
" tapi bu..." Ucapan salsa terhenti seketika di sambung ibunya.
" udah dengarkan dia dulu"
" Baiklah" Wajah salsa nampak lesu. ia tak mau kehilangan adiknya sama dengan ayahnya. karena itu ia jadi over protektif dengan adiknya. selalu melarang dia
keluar rumah saat hujan.
" Tadi ada seorang naik mobil menyebar brosur itu di depan rumah. karena angin brosur itu melayang samoai teras rumah kak" Ucap Gio dengan nada takut melirik ke arah kakanya.
" Ya sudah cepat pergi ke kamar" pungkas ibunya mengusap kepala gio.
gio segera pergi dari kamar kakaknya. ia takut kakaknya akan marah lagi dengannya. ia tak bisa seenaknya keluar dari rumah. karena ada bu satpam yang selalu jaga dia 24 jam. itu sangat menyebalkan bagi gio anak yang yampan dan polos itu. dia masih sekolah kelas 4 Sd. di sekolahnya ia sangat populer di kalangan wanita karena ia terlihat sangat Cool membuat gadis gadis kecil meleleh.
dan Salsa Gadis cantik berusia 17 tahun. ia sekolah di SMA Antartika kelas 2 . Dia terkenal anak yang pandai namun satu yang bikin raport nya jelek yaitu ia sering bolos sekolah saat hujan tiba.
mamanya juga tak pernah melarang dia pergi ke sekolah atau tidak. ia memberi kebebasan pada anaknya. karena dia tahu jika Salsa sangat takut saat hujan tiba apalagi mendengar suara petir.
mamanya yang hanya jualan kue keliling hanya menggunakan sepeda untuk biaya makan sehari hari dan biaya sekolah Salsa. saat ayahnya meninggal ibunya selalu berjuang sendiri untuk menghidupi ke dua anaknya yang masih sekolah.
" Coba lihat siapa yang cari suami itu" pungkas ibunya.
" apa ibu mau cari suami" jawab Salsa dengan nada menggoda menjahili ibunya.
" ibu sudah tua rapuh begini siapa yang mau sama ibu" Ucap Ibu Salsa.
Salsa terkekeh kecil.
" Ya kan ada kekek kakek yang mau sama Ibu" jawab Salsa menggoda ibunya.
" Udah sekarang coba lihat dulu di brosurnya"
Salsa mulai membaca sebuah brosur di tangannya.
" Di cari wanita single yang mau menikah dengan Seorang tuan muda anak tertua dari keluarga Morgan
sarat satu harus masih Virgin dan belum di sentuh sama sekali oleh lelaki"
" kenapa pengusaha kaya tapi tapi cari istri harus sebar brosur kayak gini. seperti audisi aja" Decak Salsa yang merasa sangat aneh.
" Ya juga padahal dia sangat tampan bahkan seperti seorang artis. Pasti banyak wanita yang antri padanya kan?" Saut Ibunya yang penasaran dengan brosur itu.
Share this novel