" MUNA delaila , i betul betul nak nikah dengan u " terdengar ayat itu dari hujung talian .
Muna tersenyum " Riz , apa riz merepek ni ? Kenapa Riz pilih Muna ? Kita tak pernah berjumpa pun Riz . "
"Riz Tak kisah tapi Riz nak jumpa Muna pada hari keluarga Riz hantar rombongan merisik . dua minggu lepastu kita tunang dan nikah terus . Riz nak Muna jadi isteri Riz yang sah " balas Syed Mukhriz .
" Riz , Tapi ni bukan benda main main Riz . Buatnya masa Riz jumpa Muna , Riz tak suka Muna pula " balas Muna perlahan .
Riz menarik nafas dan berkata " Allah datangkan cinta itu pada Riz untuk beri pada Muna . Allah takkan hadirkan seseorang tanpa sebab Muna . Riz dah rasa pahit getir hidup . Izinkan Riz menjadi sebahagian dari diri Muna . Izinkan Riz pimpin Muna kearah yang benar . Izinkan Riz cium pipi Muna setiap pagi " .
Muna tersenyum sendiri dan berkata " Tapi Muna kena bagitahu family Muna dulu . Kena bagitahu Mama dan abah Muna ".
Terdengar Syed Mukhriz ketawa dihujung talian . Dahi Muna berkerut . Muna bertanya " Muna ada buat lawak ke ? " Ketawa Syed Mukhriz terhenti .
" Mama dan abah Muna dah tahu lah . Diaorang yang suruh tanya Muna . Muna setuju atau tidak . Sebab Riz tanya Muna " ujar Syed Mukhriz sambil ketawa .
Muna pelik . " Eh riz . mana dapat no abah dan mama Muna ? "
" Mama Muna ada call no Riz . Dia tanya Riz ni siapa . Sebab selalu call no Muna . Lepastu Riz ceritalah hajat Riz dekat mama and abah Muna . Mereka tiada halangan . So apa keputusan Muna ? " Tanya Syed Mukhriz .
" Err errrr Muna setuju " Balas Muna .
Menjerit Syed Mukhriz . Tak disangka Muna menerima .
Share this novel