Aquaphobia | three

Romance Series 1218

Adakah air yang menjadi punca , atau aku yang membawa malang ?

?????

Aku memandang bilikku buat kali terakhir . Bilik itu kelihatan kosong tanpa barangan aku , yang tinggal hanyalah set almari dan katil sahaja   Nini aku peluk erat sekali . Abang kata , kami mahu berpindah keluar dari rumah banglo papa . Hanya kami berdua , papa akan kami tinggalkan . Mungkin juga , ini kali terakhir aku menjejakkan kaki di sini .

Aku juga akan pindah sekolah . Terasa sedih sekali meninggalkan taska aku yang mempunyai seribu kenangan itu . Kata abang , mungkin aku akan lebih bahagia di tempat baharu nanti .

Aku menyentuh kepalaku yang berbalut . Semasa kejadian papa melanggarku , aku terpelanting jauh memasuki longkang air bersih . Kepalaku terhentak kuat di tepi longkang itu . Semasa aku sedar dari koma , aku sedikit lupa beberapa perkara . Mungkin disebabkan kesan dari hentakan itu .

Aku menuju ke luar banglo . Berjalan - jalan di halaman banglo itu buat kali terakhir semetara menunggu abang yang mengemas bajunya . Mataku menangkap sepucuk surat yang bersampul yang terselit di pintu pagar rumah banglo papa . Aku melangkah lalu sampul surat itu diambil dan dibaca nama yang tertera . Dari berumur 4 tahun , mama telah mengajarku baca . Jadi tidak hairanlah pada umur 5 tahun , aku membaca dengan lancar sekali .

Izz Khairul bin Syamsul Idham .

Itu nama abang . Dari dulu lagi aku sentiasa tertanya - tanya mengapa nama bapa kami tidak serupa ? Pernah sekali aku bertanya , namun kata abang kami hanyalah adik beradik tiri . Aku tak faham . Adik beradik tiri tu apa ? Namun abang hanya membalas pertanyaanku dengan senyuman hambarnya . Aku mengeluh .

" Abang , ada surat untuk abang ! " laung aku dari luar . Seketika kemudian , abang menerpa ke arahku . Aku memberi sampul surat tersebut kepadanya .

Dia membuka lalu membaca . Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan . Tiba - tiba , senyumannya melebar sehingga menampakkan giginya yang putih bersih .

" Alhamdulillahhhh . " abang mengucapkan kata syukur . Aku mengerutkan dahi . Kepalaku terdongak memandangnya yang tinggi mengalahkan pokok bunga yang mama tanam .

" Kenapa abang ? "

" Abang dapat tawaran sambil belajar ke universiti ! " jawabnya riang . Makin berkerut dahiku mendengar kata - katanya .

" Uversiti tu apa ? "

" U-ni-ver-si-ti . Err macam sekolah la . Tapi ini untuk orang yang dah besar . "

" Bukan abang memang dah sekolah ke ? " soalku polos . Dia tersenyum sebelum melutut di hadapanku mungkin kerana kasihan melihatku yang terdongak memandangnya .

" Iye sayang . Tapi untuk peringkat umur abang , kena teruskan pengajian dekat universiti dan ambil bidang yang kita ingin jadikan sebagai kerjaya . " terang abang panjang lebar . Aku menepuk dahi , makin tidak faham dengan kata - katanya .

" Kerjaya tu apa pulakk ? "

" Cita - cita . " aku mula mengangguk faham . Tiba - tiba aku merasa sedih .

" Habistu abang akan tinggalkan Fiya ke ? " soalku perlahan . Dia mengusap kepalaku yang berbalut .

" Abang tak akan tinggalkan Fiya . Abang cuma balik lambat je  . "

" Nanti Fiya pergi sekolah , nak balik macam mana pula ? "

" Abang ada ambil pengasuh untuk Fiya . Fiya tak adalah kesunyian atau balik lambat nanti . " aku hanya meng'oo'kan sahaja .

" Hey lu ! Rais mana ? " tiba - tiba sahaja suara seorang lelaki cina bertanya pada aku dan abang dari luar pagar . Abang membuka pagar rumah banglo itu .Dahi abang berkerut melihat beberapa orang lelaki cina yang bertattoo berada di hadapan rumah banglo papa .

" Kenapa tanya aku ? Aku tak ada kena mengena dengan dia . " jawab abang bersama dahi yang berkerut .

" Ta ma de ! ( fuck ! ) Dia ada hutang sama bos besar . Bukan sikit tau ! 2 juta ! Mana dia ? Wa mau kasi cincang daging dia . " kata seorang lelaki berbadan sasa . Aku menyorok di belakang abang . Aku memeluk Nini erat sekali . Walaupun aku tidak berapa faham dengan pelat yang digunakan , entah mengapa aku merasa takut dengan wajah garang mereka .

" Aku tak tahu dekat mana dia sekarang . Dia sudah tak balik beberapa hari . Jangan kacau aku , aku tak ada kena mengena dengan dia . "

" Okeylah . Nanti dia balik , lu bagitau sama dia yang Ahlong cari dia . Dia sudah cari pasal dengan orang yang salah  . Ini kumpulan Black Dragon la . " kat seorang lagi lelaki cina yang bertatu naga di kepala botaknya .

" Zôu ba . ( Mari pergi ) "

_____

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience