Bab 3

Mature Content Series 3

Raka menatap pintu kamarnya tanpa berkedip. Kali ini tidak ada ketukan. Tidak ada langkah. Hanya keheningan yang terlalu rapi, seperti sesuatu sedang menahan napas di sisi lain.

Lalu gagang pintu bergerak sendiri.

Pelan. Hanya sedikit. Seolah sedang mencoba memastikan apakah ia masih sadar.

Raka mundur sampai punggungnya menyentuh meja. Buku-buku jatuh, tapi suaranya terasa jauh, seperti bukan bagian dari dunia yang sama.

“Kalau ini mimpi… bangunin aku sekarang,” gumamnya.

Tidak ada jawaban.

Namun dari cermin di dinding, sesuatu mulai berubah lagi.

Refleksinya tidak lagi hanya dirinya.

Ada dua Raka.

Yang satu berdiri di tempatnya.

Yang satu lagi berdiri di belakangnya—terlalu dekat, terlalu diam.

Raka langsung menoleh.

Tidak ada siapa-siapa.

Saat ia kembali menatap cermin, sosok kedua itu tersenyum.

“Bukan mimpi,” kata refleksi itu pelan.

Raka mundur, napasnya tidak teratur. “Kau siapa?”

Refleksinya tidak langsung menjawab. Ia hanya menunjuk ke leher Raka.

Tanda hitam itu kini lebih jelas. Seperti tinta yang meresap ke kulit, membentuk pola yang mulai bergerak perlahan.

“Sudah terlambat untuk bertanya itu,” kata refleksi itu akhirnya. “Kau sudah membuka pintunya.”

Seketika, lampu kamar menyala dan mati berulang kali.

Setiap kedipan cahaya memperlihatkan hal yang berbeda:

— Raka berdiri sendiri
— Raka duduk di lantai menangis
— Raka tersenyum tanpa alasan
— Raka… tidak ada sama sekali

Dan di antara semua itu, satu suara yang sama terus muncul dari segala arah:

“Pilih yang mana yang akan tetap tinggal.”

Pintu kamar akhirnya terbuka.

Namun yang masuk bukan sosok dari luar.

Yang masuk adalah Raka lainnya.

Dan kali ini, ia tidak lagi terlihat seperti bayangan.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience