Series
124
Waktu itu aku sedang berada dikelas untuk memerhatikan materi yang guru sedang sampaikan dan entah kenapa angin berhembus dari jendela, seraya mencoba menggodaku untuk tertidur.
Anehnya lagi secara perlahan mataku mulai semakin berat, berat dan berat. Jika masih dipaksakan lagi malah akan membuatku ingin segera memejamkan mataku, kemudian waktu berjalan cukup normal dan semua mulai menjadi gelap.
"Anjir ketiduran!" Kataku terkejut.
Aku terbangun karena mendadak suara ramai kelas berubah menjadi hening dan tanpa kusadari aku sudah berada ditempat dan ruangan yang berbeda.
"Perpustakaan?" Pikirku.
"Tunggu dulu, ini memang perpustakaan tapi sejak kapan aku sedang berada disini?"
Karena perasaan bingung, membuatku tidak dapat berpikir dengan jernih dan akhirnya diriku memutuskan untuk memulai menjelajahi tempat asing ini.
"Dimana ini? Apa ini cuman mimpi?" Tanyaku pada diri sendiri.
Cahaya dari perpustakaan ini masih terlihat alami yaitu menggunakan penerangan atap kaca, tempat ini terlalu besar, mungkin saja akan ada banyak buku dari masa lampau hingga masa sekarang terkumpul ditempat ini.
Pikiranku mulai kemana - mana karena melihat banyak buku disini, setelah berjalan cukup jauh dari tempat terbangun tadi. Sepertinya aku sedang berada dilantai dua, karena aku sudah berada ditengah dari perpustakaan dimana terlihat lantai bawah dari atas sini.
"Kaya lingkaran di mall, tapi untungnya ini perpustakaan dan mana eskalatornya?" Pikirku.
Sepertinya dibawah adalah lobby dari perpustakaan super besar inj, aku dapat melihat banyak orang dibawah sana dan jika dilihat secara perlahan, aku melihat ada pria yang berpakaian seperti jaman kerajaan atau bahkan ada wanita yang menggunakan bando dan ekor kucing palsu, mungkin aku sedang berada di festival atau mungkin ini hanya mimpi.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya seorang perempuan dari belakang.
Dia mengenakan pakaian seperti seorang pelayan atau lebih tepatnya seperti babysister, hebat bahkan didalam mimpi aku masih bisa mengendalikan pembicaraan. Jadi ini keunikan seorang gamer seperti ku yang dapat mengendalikan mimpi seperti yang aku mau.
"Baiklah, akan aku coba." Gumamku.
"Tidak ada, saya tidak perlu bantuan dari orang rendahan sepertimu." Jelasku dengan nada angkuh dan dengan niat mencoba untuk pertama kali.
"Keren, aku benar-benar bisa berbicara sesuai keinginan ku didalam mimpi." Pikirku.
"Ma-maafkan saya tuan, kalau begitu saya permisi dan maaf mengganggu." Jelasnya sambil menunduk karena takut dan akhirnya pergi.
Diriku seperti merasa bersalah tapi ayolah inikan yang biasa disebut dengan mimpin gamer, dimana seorang gamer dapat mengendalikan mimpinya sesuai keinginanya, selanjutnya aku ingin mencoba beberapa hal didalam mimpiku ini.
Seperti membaca buku disini, seperti apa isi dari buku yang ada didalam mimpiku ini.
(Buku Pengembara Taxc)
Menarik, buku dengan judul aneh ini pasti faktor mimpi yang buruk.
Disaat aku mencoba membaca buku ini ada seorang anak kecil yang berlari sambil membawa buku dan secara tidak sengaja menabrakku.
"Aduh!" Sekilas suara yang kuhasilkan dari tabrakan tadi.
Tunggu dulu tapi kenapa tabrakan tadi terasa sedikit sakit atau ini hanya perasaanku saja.
"Maafkan aku kak." Jelas anak kecil yang menabrakku tadi.
"Kamu itu kalau jalan hati - hati!" Tegasku dengan nada kesal.
Sambil menahan emosi, aku melihat buku-buku yang berserakan dilantai.
Jika dilihat kembali dia mengenakan jubah seperti layaknya anak bangsawan, mungkin dia pakai kostum ala kerajaan tapi dia tidak mengenakan mahkotanya.
Tunggu dulu, dilantai tergeletak mahkota kecil. Bukankah mimpiku terlalu mengada ada, jangan bilang selanjutnya aku akan terjatuh ke jurang kemudian aku terbangun dengan terengah-engah karena terkejut.
"Maafkan aku kak tolong jangan marahi aku lagi, aku benar - benar tidak sengaja dan juga tadi diriku sangat terburu - buru." Jelasnya sambil menundukan kepala.
"Iya - iya, tidak apa - apa." Jawabku dengan nada kesal.
Biasanya jika didalam mimpi kesalahan sedikitpun dapat membuatku terbangun, seperti terjatuh tadi, tapi sepertinya diriku masih belum terbangun juga dari tidur.
Sambil mencoba membantu anak itu mengambil buku - bukunya yang tergeletak dilantai, seorang pria dengan perlengkapan seperti prajurit abad pertengahan datang menghampiri.
"Tuan apa tuan tidak apa - apa." Tanya nya ke anak kecil itu.
Kenapa dia malah bertanya ke anak kecil itu dari pada diriku yang menjadi korban disini, apa dia sedang mencoba memerankan drama atau ini adalah prank seperti, dimana kamera rahasianya dipasang?
"Iya diriku tidak apa - apa lezor, aku tidak sengaja menabrak kakak ini." Jawab polosnya.
Tatapan pria itu mencoba untuk mengintimidasiku dan aku tidak merasa terjadi apa - apa, karena ini mimpiku kan.
"Maafkan aku tuan, rupanya kekuatan intimidasiku tidak berguna terhadapmu yang berarti dirimu lebih unggul dariku." Jelasnya.
"Sangat jelas." Kataku, tidak tau maksudnya tadi.
"Perkenalkan saya Lezor pengawal pribadi dari Putra Mahkota ke V yaitu Albert Vomsky."
"Salam kenal kak, kalau begitu siapa namamu?" Tanyanya.
Hebat sekali dimana ini untuk pertama kalinya mimpiku sangat spesifik sekali dengan obrolan - obrolan, baiklah anggap saja ini mimpi yang sudah berevolusi.
"Dany, Namaku Dany."
"Kalau begitu anda dari golongan bangsawan siapa?" Tanya Albert.
Bangsawan? Atau mungkin nama kaya di zaman dulu, baiklah untuk merangkai kata - kata yang baik anggap saja diriku ini adalah seorang yang kedudukannya diatas bangsawan lainnya.
Aku jadi bingung tentang maksud dari nama bangsawan itu berhubungan dengan apa.
"Rahasia!" Jawabku meledek.
"Haha, biasanya para bangsawan selalu membanggakan nama bangsawan mereka, terutama didepan orang kerajaan." Jelas Lezor.
Jadi begitu itu seperti diriku mencari muka dengan melakukan hal baik didepan orang yang diriku inginkan sehingga mendapat pandangan positif.
"Tidak, aku bukanlah orang yang seperti itu, lalu bolehkah aku untuk memegang baju jirahmu tuan Lezor?" Tanyaku penasaran dengan jirah besinya itu.
"Anda dapat memanggil nama saya saja tuan, jangan panggil dengan kata tuan untuk ku." Katanya dengan nada terkejut, "Jika anda mau memegangnya, silahkan." Lanjutnya.
[Tok Tok Tok]
Sangat lucu, dimana suara dan rasa kesar dari baju besi itu sangat asli, dimana seharusnya ini hanyalah berupa mimpi.
"Ini beneran mimpi kan?" Tanyaku ragu ke diri sendiri.
Bagaimana jika ini bukan sebuah mimpi dan bukankah barusan diriku bersikap tidak sopan terhadap putra mahkota, ini lebih buruk bagaimana jika diriku disiksa oleh para anggota kerajaan.
"Atau aku malah diculik alien?" Gumamku.
"Kak Dany kenapa mukamu terlihat pucat?" Tanya Albert.
"Aku.. aku.. aku, cuman sedikit pu-pusing saja."
Tenanglah, tenanglah, mungkin pergi dari sini akan lebih baik, aku hanya butuh waktu yang pas untuk pergi.
"Mungkin ini salahku karena telah menabrak kakak tadi, jadi bagaimana jika kakak pergi ke istana kerajaan untuk pemulihan?"
"Iya boleh." Jawaban yang tanpa sadar keluar dari mulutku.
"Eh, maksudku tidak usah repot - repot." Lanjutku dengan nada panik.
"Tuan Dany lebih baik anda tidak perlu sungkan dengan ajakan Putra Mahkota." Jelas Lezor.
"Iy... Iya, aku ikut." Jawabku sambil menggaruk kepala.
Ini gawat, bagaimana jika tadi aku menyinggungnya atau malah terlihat mencurigakan.
Sambil berjalan mengikuti Albert yang menuju kebawah, diriku bimbang tentang beberapa hal tadi termasuk tentang dunia ini.
"Jadi tuan apakah anda tidak membawa buku? Jika ingin sebutkan saja maka anak buah saya akan mengambilkannya." Jelas Lezor.
Dilantai bawah banyak sekali tentara yang gagah yang membuat diriku sulit untuk berkata apa - apa karena takut menyinggung sesuatu, tapi aku harus mengetahui hal - hal umum tentang dunia ini.
"Maaf, tapi sebelumnya bisakah ambilkan buku tentang sejarah, mata uang,atau sesuatu tentang tempat ini." Kataku.
"Baiklah, bukunya akan sampai di Istana Kerajaan nanti sore, Tuan Dany." Jelas Lezor.
Keluar dari perpustakaan ini, aku melihat hal yang mengagumkan seperti dunia fantasi, kota - kota ini sangat elegan sekali ada manusia bertelinga kucing dan elf bertelinga panjang.
Sambil menaiki kereta kuda Albert yang megah dan dikawal para tentara yang berjumlah mungkin lebih dari 50 orang atau kurang, aku masih tidak percaya akan bagaimana aku bisa sampai disini.
Dimana aku mulai percaya kalau ini bukanlah mimpi lagi, ada yang bilang jika kehidupan kita dapat berubah 180°.
"Tetapi, Kenapa tiba-tiba seperti ini!!" Gumamku kesal.
Dan mungkin inilah saatnya untuk ku membuat sejarah kehidupan yang baru, tidak peduli seberat apapun itu dan sesulit apapun itu nanti aku akan berusaha untuk bertahan hidup disini.
"Karena aku tahu apa yang harus ku lakukan, benarkah Albert?"
"Iya kakak nanti, kakak dapat beristirahat di dalam Istana."
Yah, sepertinya aku terlempar ke dunia lain atau mungkin aku sudah mati didunia sebelumnya dan tanpa sadar berada didunia ini.
Ah sudahlah, setidaknya disini aku tidak harus bersekolah lagi dan menghitung rumus matematika dan tidak ada lagi kata ujian.
"Yey, khirnya aku bisa hidup bebas."
Share this novel