Bertarung dalam Do'a

Short Story Series 826

aku tidak suka membicarakan dimana tempat orang tua ku bertinggal bila hanya kamu sekedar ingin bertanya tidak untuk berkunjung,diyu'.

"sebenarnya,amei aku ada sedikit keperluan yang memang searah dengan tempat tinggal Amei,jadi bila berkenan aku bisa langsung mampir sebentar.

baiklah bila sudah sampai tolong beri aku kabar yah diyu'.

"amei tadi sudah ku berikan ke Bapak dan Kakak amei yang kebetulan sedang di teras rumah,maaf aku tidak menemukan tempat tinggal amei yang aku temukan tempat Ibu Likha yang berpagar Biru,
aku juga tidak sempat mampir untuk sekedar menyapa karena aku sangat terburu-buru.

'baik' diyu tak apa, tolong jangan berfikir yang tidak"karena aku sendiri belum bertempat tinggal,aku masih dengan orang tua ku.
aku bertekad dari sejak kecil ingin mempunyai rumah yang sederhana dari hasil keringat ku sendiri.

"diyu' tahukah kau sejak kehadiran mu,aku sangat merasakan kau sangat baik, hingga aku malu dengan mu,bila melihat diriku ini tak melaksanakan kewajibanNYA.

"Mei,aku sangat terbawa arus suasana hatiku,sungguh aku semakin berjalannya waktu semakin pula aku menginginkan mu,
tapi Mei di sisi lain aku langsung memikirkan kedepannya harus bagaimana dan aku tidak mau membawamu dalam keadaaan aku seperti ini, karena hidup tak seindah ucap sayang ku untuk mu,aku tidak mau kelak nanti hanya membuat kau terbebani.

'aku tau diyu, terkadang aku selalu berfikir apa ini hikmah pertemuan kita,aku bisa belajar banyak darimu,dan aku semakin bisa mengelola emosi ku dan aku keluar dari Bad boy yang aku hadapi saat sebelum berjumpa dengan mu,
aku sangat suka setiap candaan mu diyu,sungguh kau sangat memberi warna dalam hidupku,baru kali ini aku bertemu orang yang kehadirannya itu sangat berdampak positif untuk sekitar nya,

'Diyu, padahal yah seperti yang sudah-sudah, yang di alami orang,
aku tidak langsung menyukai dirimu loh'
entah kenapa saking telatennya kamu dengan ku,aku lama" jadi menginginkan hal yang lebih darimu.

ouh yah,Mei ?! apa yang istimewa dariku Mei,aku manusia biasa yang terkadang juga ada berkeluh-kesah
tak sebaik yang Mei kira.
dulu masa ku,penuh dengan kobaran api darah remaja yang dimana ego dan emosi selalu ku utamakan.

" tapi ,itu semuakan dulu diyuu..

'yah benar Mei, meski itu semua dulu tapi Mei juga harus banyak belajar dari kehidupan aku, jangan mudah mempercayai orang lain yang Mei sendiri belum tahu asal usulnya,
seperti yang sudah aku alami,aku waktu itu terlalu berbelas kasih, sehingga tidak tahu mana yang benar-benar kawan dan yang lawan
sehingga aku jadi seperti ini,tapi untunglah aku sampai di titik ini sehingga aku bisa tahu siapa saja yang benar-benar ada di sisi ku.

dimalam yang sama keduanya saling membentang kan sajadah "
selepas aku menghadapnya,hati berdebar tak seperti biasanya, akan apakah ini ?

dalam do'a ku panjatkan yang
seharusnya ku panjatkan,.dan aku tidak ingin membohongi perasaanku sendiri...

di tempat yang berbeda diyu pun bersimpuh sujud,mengharap orang tua Amei menyetujui dengan rencana kedepannya...

Alhamdulillah' semua berjalan dengan baik, karena' Mei, kebetulan Arsitek yang saya bawa,dia sangat memahami bagaimana selera pelanggan.
jadi menurut ku,Bapak pasti cocok karena tadi ku lihat-lihat Bapak tidak banyak menyangkal...

"kunjunganku kali ini ke rumah Amei, membuat aku semakin berfikir keras untuk kedepannya harus bagaimana
aku adalah tipe orang yang sangat memikirkan sesuatu hal yang orang lain belum fikirkan,ada bayangan yang sangat rumit untuk di hadapi,bila aku mengambil tergesah dalam mengambil keputusan, apakah mungkin semua akan berjalan sesuai harapan,aku tidak ingin membawa beban di kehidupan ku kedepannya dengan orang yang tersayang sedangkan aku dalam fase tersulit yang orang lain belum tentu bisa melewati ini semua.
sekali lagi rencana ku tergagal kan tempat yang dulu aku hidup bersama keluarga harapan ku untuk bermula, justru terkena musibah karena si jago merah yang sangat kejam melahap semuanya,.
aku benar-benar terdiam seperti putus harapan dua wajah yang setiap malam selalu ku tatap adalah harapan dan kekuatan hidup ku..
berkali-kali nasehat yang sering aku terima dan aku telan berlalu lalang begitu saja ada yang sangat ku takuti ,aku takut bagaimana kehidupan kedua wajah lugu ini,bila aku berangkat ke pulau seberang lagi..

setiap yang aku panjatkan kutumpuhkan harapan kepada Sang Khaliq satu....

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience