BAB 2

Drama Completed 276

Terus kucoba untuk mengeluarkan Albert . suhunya benar benar sangat dingin, kAku seperti balok es, mungkin itu yang terjadi ketika Aku tak bisa bergerak tadi. Aku membuat peralatan sederhana dari mesin kapal yang tersisa dan anehnya sudah berkarat, Aku berasumsi bahwa kapal berkarat kerana beroksidasi dengan permukaan Mars yang berkarat juga. Aku merangkai alat itu menjadi sebuah alat pengejut jantung dengan tegangan lIstrik kecil, mencoba untuk menghidupkan Albert yang tertidur selama kurasa setahun.
?Albert bangunlah..! Albert ..!? Aku terus meneriakinya berharap ia terbangun.
Ia pun tersedar, namun tubuhya masih tak bisa bergerak. Aku menemaninya berjam jam menunggunya bangkit. ia membuka mulutnya dan mulai bicara padaku, ia sangat kebingunan sama seperti Aku.
?Dr. Ryaan .. di.. dimana kita?? ucapnya disertai tubuh yang menggigil. ?Apakah sudah sampai??
?Albert , pendaratan kita gagal. kita mengalami kecelakaan, dan??
?dan apa..??
?Dr. Kagawa , meninggal.?

Akhirnya kita berdua bisa mulai mencari tahu apa yang terjadi. kapal kami rusak parah, semua sistem hancur, komputer mati dan ada beberapa hal yang aneh. kenapa semua besi disini sudah berkarat? Albert dan Aku terhairan hairan melihat Kagawa tinggal rangka manusia yang lazimnya sudah mati bertahun tahun.
?ini aneh Ryaan ? bagaimana mungkin Dr. Kagawa sudah menjadi rangka, jika kita mengalami kemalanhan beberapa hari yang lalu, seharusnya tubuhnya masih utuh, tidak sampai jadi rangka sebegini..? ujar Albert hairan melihat tubuh Kagawa menjadi kerangka.
?kau benar, ini biasa terjadi pada orang yang meninggal bertahun tahun.?
Kami belum bisa berfikir jernih setelah tertidur selama setahun. kami mengenakan helm yang masih berfungsi dan pakaian yang sedikit koyak, kami mulai mempertimbangkan untuk keluar kerana radiasi matahari yang tak tersaring atmosphere Mars bisa saja membunuh kami berdua, tapi jika kami tetap di dalam kapal, kami akan membusuk tanpa berusaha apapun.

?Kau siap Dr. Ryaan ..??
?Ayo..?. Kami pun memberanikan diri untuk keluar, berusaha mencari tahu sesuatu, kami mulai berfikir jika kami akan mati disini kerana tak ada makanan dan kapal telah hancur, kami tak bisa kembali ke bumi. Aku dan Albert sangat rindu keluarga kami. sebelum keluar kami mencoba mencari mesin semacam black box yang merekam kejadian dan masalah sistem di dalam pesawat. kami melihat komputer macet dan berhenti fungsi saat pendaratan, itu yang menyebabkan kami tak dibangunkan dan pesawat tidak mengeluarkan mode pendaratan yang menimbulkan benturan keras yang menghancurkan pesawat kami. dan anehnya black box itu langsung penuh dan mati, padahal itu bisa merekam data selama sepuluh tahun. kapal kami terkubur pasir dan batuan merah Mars, kami berusaha keluar dengan susah payah.

Walaupun terlihat seperti gurun tandus dan panas, namun suhu disini seperti di kutub kerana jauh dari matahari dan ditambah atmosphere Mars yang tak mampu membuat efek rumah kaca. kami berjalan menyusuri Mars, Aku membantu Albert meneliti tanah dan tanda tanda kehidupan, berkilo kilo kami berjalan sangat pelan kerana gravitasi yang sangat kecil disini. dan kami terkejut melihat sebuah rumput kecil tumbuh dari pecahan batu, kami tercengang, dan ternyata di Mars ada kehidupan walau berupa tumbuhan. Namun kejutan terbesar bukan disitu.
?Ja.. Albert .. tolong lihat ini.? ujarku dengan mata molotot melihat sesuatu yang tak pernah kuduga. ada KOTA PERADABAN, kota itu kecil, bangunanya terbuat dari besi. kami benar benar tercengang dan terdiam. kami mendekat untuk mencari bantuan.
?Astaga? Aku tidak percaya ini.?
Dari jauh seseorang mirip manusia, dan ternyata memang manusia, memakai seragam aneh berhelmet gelap mengendarai kendaraan terbang seperti sepeda motor. kami meminta bantuan dan berteriak, ia menghampiri kami dan menodongkan senjata api. tiba tiba saja ia menembakan senjata itu ke arah kami, kami langsung menghindar dan melihat batu meleleh terkena tembakanya.
?hei? apa apaan ini, Ryaan .. lari?!? teriak Albert berlari menjauh dari sosok misterius itu. Dan anehnya orang itu berbicara bahasa kami, bahasa inggris, kami benar benar bingung dan tidak mengerti. kami berdua berlari sekuat tenaga dikejar orang asing itu. kami melihat sebuah pangkalan terbang dengan lambang NASA..!, dan ada kendaraan mirip piring terbang perak. kami langsung masuk ke dalamnya, kami tak tahu cara mengendalikanya, namun ada simbol simbol dalam astronautic engineering yang Aku tahu, kami pun lepas landas dan dikejar oleh orang orang Mars yang aneh itu. ini adalah hal yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya, ini GILA..!

?Ryaan ? Aku benar benar tak mengerti, mengapa ada kehidupan dan mengapa ada lambang NASA di kota asing ini..?? kata Albert kebingungan.
?Aku juga sangat bingung, ini bisa membuatku gila, kecelakaan, alien Mars, lalu apa lagi..??
Kami berangkat pulang menuju bumi dan berharap menceritakan semua yang kami rekam dalam benak kami ke seluruh penduduk bumi. Kendaraan ini berjalan dengan kecepatan luar biasa, mungkin 30 persen dari kecepatan cahaya. kami dengan cepat sampai tanpa menggunakan sistem tidur kami. kami mulai mendekat ke bumi. dan ada hal janggal yang sangat aneh di depan mata kami. bumi tak lagi hijau, semua benua menjadi gurun, dan lebih anehnya benua amerika selatan berpisah dengan amerika utara di laut atlantik.
?ohahh..!! apa yang terjadi.! apa Aku gila..!!?? teriAku, Kami mendarat dan ingin tahu apa yang terjadi. ternyata terjadi perang yang mengerikan di bumi, kami mendarat di pulau jawa, disana juga berperang. entah apa yang mereka perebutkan, namun baju dan senjata mereka benar benar asing lebih mirip baju orang Mars yang mengejar kami.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience