CELUPAR 1

Horror & Thriller Series 7949

Suasana sepi di tepi pantai, ditemani dengan bunyi ombak menghempas pantai. Kelihatan seorang gadis duduk di atas pohon tua yang telah tumbang sambil mendengar musik. Ketenangan itu membuat gadis itu berasa tenang dari segala stress.

"Sara?!." Panggil seorang lelaki, sambil menepuk bahunya.

Sara, dia sedikit terkejut sambil menoleh ke arah lelaki yang menepuk bahunya. Sara tersenyum memandang wajah lelaki itu, sambil mematikan musik yg di pasangnya tadi melalui handphonenya.

"Dekat sini rupanya, hmp. Kau tengah fikirkan apa?." Soal Lelaki itu sambil melabuhkan punggungnya di atas pohon tua yang tumbang itu, dan duduk di sebelah gadis itu.

"Hmmp." Keluh Sara tanpa menjawab pertanyaan lelaki itu.

"Aik?, macam badmood je?." Soal Lelaki itu sambil memandang tepat wajah gadis berkulit sawo matang itu.

"Tak lah, aku cuma fikirkan lepas ni next konten youtube kita." Jawab Sara dengan nada suara yg sedikit kurang bersemangat.

"Alah, itu nanti kita bincanglah nanti malam dengan kawan - kawan lain." Ujar lelaki berkulit putih itu, sambil tersenyum memandang wajah sara.

"Hmmp,. Aedy, next projek untuk konten youtube kita nanti kau ajak Syed ke?." Soal Sara sambil memandang wajah Aedy.

"Maybe kot, kenapa?." Soal Aedy sedikit tersenyum. Seakan bisa menebak apa yang ingin di katakan oleh gadis itu.

"Aku kurang selesalah dengan Syed tu, aku tak berapa nak masuk dengan perangai berlagak dia tu." Jawab Sara sedikit kesal dengan wajah kesal.

"Tak apa, soal Syed kau jangan risau. Nanti aku cakaplah dekat dia." Ujar Aedy sambil memandang Wajah gadis itu.

"Tapi?.."

"Dah, abaikan je Syed tu. Lagi pun dia aset penting untuk konten kita. Kalau kita kehilangan dia dalam group, aku taku follower kita berkurang." Sampuk Aedy sambil menepuk bahu sara.

Gadis itu hanya mendiamkan diri setelah mendengar jawapan dari mulut Aedy, yg merupakan teman akrabnya itu. Jauh di lubuk hatinya, ingin saja dia meninggalkan group itu. Tetapi rasa cintanya dan cita - citanya untuk menjadi seorang youtuberlah membuatkan dia bersabar untuk tetap bertahan.

Es Coffee Espresso

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience