Bab 1 - Mukadimah

DIA ADA DI SEKELILINGMU
F. Ajax

BAB 1
Mukadimah

Sebenarnya banyak ciri bila kita ingin mengetahui rumah tersebut berhantu atau tidak. Sebelumnya kita akan memberikan gambaran tempat yang sangat senang dihuni oleh hantu. Konon katanya dan sampai sekarang pun itu masih dipercayai oleh sebagian orang, tempat yang disenangi oleh hantu antara lain adalah pohon besar, rumah kosong, tempat pembuangan sampah, dan pohon pisang.
Namun, pada dasarnya tempat apapun hantu dapat bertempat tinggal tergantung kita menganalogikan dengan keberadaan hantu tersebut. Tetapi memang sudah menjadi kebiasan dalam sebuah kepercayaan bila hantu sangat senang dengan tempat-tempat yang kotor dan tidak dihuni orang.

Hantu atau makhluk astral itu ada yang lebih tepat nya lagi disebut dengan sebutan jin. Dalam agama Islam, Allah hanya menciptakan jin dan manusia. Terkadang orang menganalogikan hantu atau jin atau makhluk astral tersebut dengan orang-orang yang telah mati yang matinya tidak layak. Dan terkadang orang yang melihat penampakan itu seperti kuntilanak, pocong, toyol, sundel bolong, jin, ular berkepala manusia, harimau, dan masih banyak lagi dari cerita yang kita dapatkan.
Bila dianalogikan kembali penampakan makhluk-makhluk tersebut adalah hasil rekontruksi otak kita yang telah diilhamkan dari akal kita yang akhirnya memperkuat perwujudan dari hantu atau jin tersebut. Justeru boleh dikatakan mitos bila orang yang mati itu akan menjadi hantu tetapi jin itu ada dan tidak akan menampakkan diri semua itu hasil rekayasa yang terekontruksi sugesti otak kita. Pada dasarnya, dunia hantu atau jin dan dunia manusia itu sangat berbeza dunia.

Adakah hantu itu yang sering kita lihat dalam film seram, seperti pontianak, pocong, toyol, dan yang lainnya ataukah adanya kebocoran dalam dunia hantu pada dunia manusia akhirnya jin yang terlihat seperti itu setelah otak kita terilha dengan penampakan yang sebelumnya kita pernah dengar. Adakah hantu itu? Bila jin, itu sudah tentu ada. Apa yang pasti, di dunia ini bukan hanya kita saja makhluk manusia yang menghuni bumi, ‘mereka’ tanpa dapat dilihat dengan mata kasar, sentiasa ada di sekeliling kita.