1. Rencana pindah Rumah

"Eh gais, tau gak?" Tanya seseorang berambut panjang hitam, lurus dan legam.

"Apaan?" Sahut seorang pria yang tengah membaca sebuah Novel kesukaannya.

"Aku punya kabar gembira," Katanya dengan penuh senyuman.

"Kabar gembira apanya? Kamu mau traktir kita-kita sih ya oke oke aja," Ucap Nurul dengan semangat dan mendapat jitakan dari Chaca.

"Awsh, sakit tauk!"

"Makanya diem!" Seketika Nurul terdiam.

"Aku mau pindah rumah. Btw, cuman aku aja sih yang pindah." Ujar Nabila.

"Lah? Nyokap bokap gak ikut juga?" Tanya Vero.

Nabila menggelengkan kepalanya, "Enggak."

"Emang berani?" Tanya Nurul.

"Yakali aku gak berani! Dikira anak SD?!" Seru Nabila membela dirinya.

"Kalo gituu gimana kalo kita ikut nginep disana sekalian kita party! Terus makan-makan deh asik banget tuh!" Ujar Randy dengan penuh semangat.

"Makan mulu yang lo pikirin anjir!" Vero menoyor kepala Randy refleks.

"Al, Gimana? Lo mau ikut ga?" Tanya Vero.

"Hm." Sahutnya yang super simple.

"Aku enggak ikut deh," Tiba-tiba aja si Dian nyaut.

"Lah? Kenapa? Ah gak seru," sorak Chaca.

"Ayo dong, Ikut ya? Ya? Ya? Kita kan sahabat. Satu nginep semua juga nginep," Bujuk Nabila.

"Terus kalo satu mati? Semua harus ikut mati juga gitu?" Tanya Dian dengan kebodohan yang haqiuqiu.

"Ya gak gitu juga anjir," kata Chaca.

"Yaudah, iya." Jawab Dian dengan sedikit keraguan.

"Yes!! Lusa siap-siap ya kalian. Uwuw, aku bahagiaaaa," Sorak Nabila bernada.

'Kok aku gak enak hati ya, hmm cuman perasaan aja kali.' Tiba-tiba saja Dian merasakan hal yang aneh pada dirinya.

***

Hallo...
Nah, crita baruku. Btw, yg "the young marriage" aku unpub ya. Karena ada alasan wkwk.

Jadi ginih loh ya, kalian gk komment gpp. Kalian gk vote gpp. Kalian sider juga gpp. Intinya aku bakal ttp lanjut sampe crita ini tamat. Tq. Kalo ada crita lain yg menyerupai crita yg aku buat. Harap Laporin ke aku ya.tq.

Salam kece

Una